Pramugari Mabuk Bikin Penerbangan Delay, Japan Airlines Minta Maaf: Mengejutkan!

Pramugari Mabuk Bikin Penerbangan Delay, Japan Airlines Minta Maaf: Mengejutkan!
Foto: Pramugari Mabuk Bikin Penerbangan Delay, Japan Airlines Minta Maaf: Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Maskapai penerbangan Japan Airlines (JAL) kembali menyampaikan permohonan maaf kepada publik akibat ulah dua pramugarinya. Kedua kru kabin tersebut terbukti melanggar aturan konsumsi alkohol, yang berdampak pada keterlambatan jadwal penerbangan.

Insiden ini menjadi pukulan berat bagi reputasi JAL, terutama karena maskapai ini sedang berada dalam pengawasan ketat pemerintah. Kementerian Transportasi Jepang sebelumnya telah memberikan peringatan khusus terkait beberapa kasus serupa yang melibatkan pegawai JAL.

Kronologi Pelanggaran Aturan Alkohol

Kejadian bermula saat kedua pramugari tersebut, termasuk seorang kepala pramugari (chief purser), bermalam di sebuah hotel di Hiroshima. Mereka diketahui mengonsumsi minuman beralkohol setelah menyelesaikan tugas penerbangan menuju kota tersebut pada 22 Mei 2026.

Tindakan mereka jelas melanggar regulasi internal maskapai yang mewajibkan jeda waktu dan membatasi jumlah konsumsi alkohol sebelum bertugas. Berikut adalah rincian aturan ketat yang berlaku bagi seluruh kru kabin Japan Airlines:

Aturan Internal Konsumsi Alkohol Japan Airlines:
  • Karyawan wajib berhenti mengonsumsi alkohol setidaknya 12 jam sebelum jadwal dinas terbang dimulai.
  • Batas maksimal minuman yang dikonsumsi tidak boleh melebihi empat takaran standar selama periode yang diizinkan.
  • Setiap kru wajib menjalani tes alkohol awal di lokasi menginap sebelum berangkat ke bandara.
  • Kru harus melewati tes detektor napas (breathalyzer) resmi di pos pemeriksaan bandara sebelum terbang.

Regulasi ini dibuat untuk menjamin keamanan penumpang dan memastikan setiap awak pesawat berada dalam kondisi fisik yang prima saat bertugas.

Upaya Mengelabui Prosedur Tes

Keesokan harinya, kedua pramugari ini dijadwalkan melayani penerbangan Flight JL252 rute Hiroshima menuju Bandara Haneda, Tokyo. Pesawat tersebut rencananya akan mengangkut 193 penumpang beserta kru kabin lainnya.

Masalah muncul ketika salah satu pramugari merasa kondisinya tidak bugar akibat pengaruh alkohol sehingga ia langsung dicoret dari daftar tugas. Namun, perilaku lebih nekat dilakukan oleh sang kepala pramugari yang justru mencoba menutupi kondisinya.

Ia sengaja melewatkan prosedur tes alkohol di hotel meskipun sudah diingatkan berulang kali oleh rekan kerja juniornya. Upaya tersebut gagal total setelah alat detektor napas di bandara menunjukkan hasil positif mengandung alkohol.

Dampak Keterlambatan dan Masalah Hierarki

Akibat ulah indisipliner tersebut, pihak JAL harus mencari kru pengganti secara mendadak untuk mengisi posisi yang kosong. Proses pergantian personel ini menyebabkan penerbangan menuju Tokyo tersebut mengalami penundaan selama 40 menit.

Dalam konferensi pers, Direktur sekaligus Chief Safety Officer JAL, Yukio Nakagawa, menyoroti adanya masalah budaya kerja di internal maskapai. Ia menduga adanya rasa sungkan dari kru junior terhadap atasan yang membuat pelanggaran ini bisa terjadi.

Ringkasan fakta terkait insiden Japan Airlines:

Aspek Informasi Detail Kejadian
Nomor Penerbangan Flight JL252 (Hiroshima - Tokyo Haneda)
Jumlah Penumpang 193 Orang
Durasi Delay 40 Menit
Pelaku Pelanggaran Dua Pramugari (Termasuk Chief Purser)

Tabel di atas merangkum dampak langsung dari pelanggaran aturan konsumsi alkohol yang dilakukan oleh kru kabin JAL di Hiroshima. Pihak manajemen kini telah melaporkan kasus ini secara resmi kepada Kementerian Transportasi Jepang untuk ditindaklanjuti.

JAL berkomitmen untuk melakukan perbaikan radikal pada sistem pengawasan dan budaya kerja organisasi mereka. Langkah ini diambil demi mengembalikan kepercayaan publik dan memastikan kepatuhan total terhadap prosedur keselamatan penerbangan.

Artikel terkait

Rekomendasi