Vivian Wilson, yang merupakan anak transgender dari miliarder teknologi Elon Musk, kembali mencuri perhatian publik di industri mode. Ia baru saja diperkenalkan sebagai wajah terbaru untuk kampanye merek pakaian dalam milik Rihanna, Savage x Fenty.
Keterlibatan Vivian dalam proyek ini bertepatan dengan momentum perayaan Bulan Pride, sebuah periode khusus untuk menghormati kelompok LGBTQ+. Model berusia 22 tahun tersebut tampil mengenakan koleksi kapsul hasil kerja sama antara Savage x Fenty dengan GLAAD.
GLAAD sendiri dikenal luas sebagai organisasi advokasi media terbesar di dunia yang fokus pada isu-isu komunitas LGBTQIA+. Melalui siaran pers yang dikutip dari People pada Rabu (3/6/2026), koleksi ini menghadirkan beragam pakaian katun esensial.
Produk-produk ini dirancang untuk merayakan keberagaman komunitas melalui ekspresi diri serta inklusivitas dalam busana sehari-hari. Koleksi tersebut menawarkan pilihan warna pelangi tradisional Pride hingga varian hitam dan putih yang lebih minimalis.
Dalam foto kampanye yang dirilis, Vivian Wilson terlihat mengenakan setelan bra dan celana dalam yang dihiasi tulisan penuh makna. Kalimat seperti "Queer" dan "Love Us Loud" terpampang jelas pada pakaian yang ia kenakan.
Desainnya juga menonjolkan motif grafis berputar-putar yang melambangkan keterkaitan serta dinamika komunitas LGBTQIA+. Selain pakaian dalam, ia juga berpose dengan kaos hitam berukuran besar (oversized) yang dipadukan dengan rok berumbai yang unik.
Pada unggahan media sosial lainnya, Vivian tampil berani dengan memadukan bra dan luaran (outer) yang memiliki motif bunga serta macan tutul. Sarah Kate Ellis, Presiden dan CEO GLAAD, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi kreatif ini.
Ia menyatakan bahwa Savage x Fenty telah menciptakan koleksi kapsul yang sangat indah serta merayakan komunitas secara autentik. Kampanye ini dianggap sebagai bukti nyata komitmen merek tersebut dalam menginspirasi kepercayaan diri setiap orang.
Melalui akun media sosial resminya, pihak label membagikan deretan foto solo Vivian dengan keterangan yang memuji penampilannya. Tak hanya tampil sendiri, Vivian juga berpose bersama model lain seperti Laith Ashley, Ifeoma Bosah, dan Santi.
Setiap potongan pakaian dalam koleksi ini diklaim membawa sedikit cerita dari perjalanan hidup seseorang. Vivian merasa sangat terhormat bisa terpilih sebagai duta merek resmi untuk brand yang didirikan oleh Rihanna tersebut.
Ambisi Karier dan Dukungan dari Ikon Mode
Dalam sebuah video singkat yang dibagikan oleh pihak merek, Vivian mengungkapkan antusiasmenya atas peran barunya ini. Ia menyebut bahwa menjadi duta merek adalah langkah besar dan signifikan dalam perjalanan karier modelingnya.
Vivian secara khusus memuji sosok Rihanna yang telah memberikan restu serta kesempatan berharga bagi dirinya. Menurutnya, Rihanna adalah sosok ikonik yang berhasil membangun merek dengan konsep yang sangat keren dan relevan.
Sebelum proyek Pride ini, Vivian sebenarnya sudah terlibat dalam kampanye Hari Valentine 2026 milik Savage x Fenty. Saat itu, ia membintangi koleksi bertajuk "Love So Savage: A Modern Ode to Aphrodite" yang bernuansa romantis.
Dalam kampanye tersebut, ia bersanding dengan nama-nama populer seperti Lovie Simone, Michael Cooper Jr., dan Emma Arletta. Bahkan Rihanna sendiri ikut tampil sebagai sosok 'dewi modern' yang memperkuat daya tarik koleksi tersebut.
Pihak label menggambarkan koleksi tersebut sebagai karya yang memberdayakan bagi setiap penggunanya. Kehadiran Vivian dalam berbagai kampanye besar menunjukkan posisinya yang semakin kuat di dunia modeling profesional.
Meski merupakan anak dari orang terkaya di dunia, Vivian memilih jalan hidup yang berbeda dan mandiri. Ia telah menyatakan jati dirinya sebagai transgender sejak tahun 2020 dan secara resmi mengubah identitasnya.
Rincian Perubahan Identitas Vivian Wilson :
- Memutuskan hubungan pribadi dengan ayahnya, Elon Musk.
- Menghapus nama belakang Musk dan menggunakan nama keluarga ibunya, Justine Wilson.
- Menetapkan identitas diri sebagai perempuan secara hukum.
- Memilih hidup mandiri di Los Angeles tanpa bergantung pada kekayaan ayahnya.
Vivian menegaskan bahwa anggapan masyarakat mengenai kehidupannya yang bergelimang harta adalah keliru. Dalam wawancara bersama The Cut, ia mengungkapkan realitas hidupnya yang jauh dari kata mewah seperti yang dibayangkan orang.
Kehidupan Mandiri Tanpa Bayang-bayang Kekayaan Ayah
Meskipun ayahnya memiliki kekayaan mencapai Rp6,5 kuadriliun, Vivian mengaku tidak memegang uang dalam jumlah besar untuk dihambur-hamburkan. Ia memilih untuk bekerja keras membangun kariernya sendiri di industri mode Amerika Serikat.
Saat ini, ia tinggal di sebuah hunian di Los Angeles dengan berbagi tempat bersama tiga rekan lainnya. Gaya hidup berbagi kamar ini ia ambil karena pertimbangan praktis agar bisa tetap bertahan di kota besar tersebut.
Vivian merasa tetap bersyukur karena masih bisa memenuhi kebutuhan dasar seperti makan dan tempat tinggal. Baginya, memiliki sedikit uang sisa untuk hal-hal kecil sudah merupakan sebuah keberuntungan jika dibandingkan dengan pemuda lain sebayanya.
Keteguhan hatinya untuk mandiri mulai membuahkan hasil manis lewat pencapaian di panggung peragaan busana bergengsi. Pada September 2025, ia berhasil melakukan debut di ajang New York Fashion Week (NYFW) 2026.
Dalam perhelatan tersebut, Vivian berjalan untuk desainer ternama Alexis Bittar yang memamerkan koleksi Musim Semi/Panas. Penampilannya terinspirasi dari kontes kecantikan dengan tema "Miss USA 1991: A Dream Sequence".
Detail Penampilan Vivian Wilson di NYFW :
| Kategori | Detail Penampilan |
|---|---|
| Busana | Gaun merah berkilauan dengan potongan menyapu lantai |
| Aksesori | Selempang "Miss South Carolina" dan anting emas besar |
| Tema Koleksi | Kritik sosial terhadap misogini dan hak transgender |
| Inspirasi | Film Blue Velvet dan The Virgin Suicides |
Desainer Alexis Bittar menjelaskan bahwa koleksinya kali ini bukan sekadar pakaian, melainkan sebuah narasi sosial. Ia mengangkat isu tentang objektifikasi, predator yang tak terkendali, hingga perjuangan hak-hak kelompok transgender.
Khusus untuk karakter yang dibawakan Vivian, sang model mengaku harus mendalami peran yang cukup menantang. Ia menggambarkan sosok yang ia perankan sebagai karakter yang terasa dingin, kuat, dan sedikit provokatif.
Vivian bercanda kepada media Nylon bahwa ia harus mengaktifkan sisi gelap dalam dirinya untuk membawakan gaun tersebut. Dengan segala pencapaiannya saat ini, Vivian Wilson membuktikan bahwa ia mampu berdiri di atas kakinya sendiri.
Perjalanan kariernya dari panggung NYFW hingga menjadi duta merek Rihanna menunjukkan potensi besarnya di masa depan. Ia terus menyuarakan dukungan bagi komunitasnya sembari terus mengukir prestasi di dunia fesyen internasional.