Korea Selatan tengah bersiap menyambut gelombang wisatawan mancanegara yang akan membanjiri kota Busan demi menyaksikan penampilan grup fenomenal BTS pada 12 hingga 13 Juni 2026. Momentum emas ini dimanfaatkan pemerintah setempat untuk mendongkrak sektor pariwisata melalui berbagai fasilitas penyambutan yang mewah.
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan bekerja sama dengan Korea Tourism Organization (KTO) serta Komite Visit Korea untuk menggelar kampanye bertajuk "Pekan Penyambutan". Program khusus ini akan dipusatkan di Bandara Internasional Gimhae mulai tanggal 1 hingga 14 Juni 2026 guna memastikan kenyamanan para penggemar.
Fasilitas Sambutan untuk Penggemar BTS di Bandara
Wisatawan yang mendarat di lantai satu Bandara Gimhae akan langsung disambut oleh stan layanan multibahasa yang siap memberikan berbagai bantuan perjalanan. Stan ini tidak hanya menyediakan informasi wisata regional, tetapi juga memfasilitasi pemesanan tur lokal secara langsung bagi para pelancong.
Sebagai bentuk keramahtamahan, setiap pengunjung akan mendapatkan "Paket Selamat Datang" fisik yang dikemas menarik. Paket tersebut berisi peta panduan, suvenir eksklusif, hingga sampel kuliner khas Korea untuk memberikan kesan pertama yang manis bagi para turis.
Pengalaman berkesan juga disiapkan bagi para pelancong yang akan kembali ke negara asal mereka melalui gerbang keberangkatan di lantai dua. Di sana, pemerintah memasang layar digital perpisahan serta membagikan kartu ucapan yang disertai hadiah budaya tradisional sebagai kenang-kenangan terakhir dari Korea Selatan.
Pemerintah juga berupaya memperkenalkan destinasi wisata di luar Seoul dengan memanfaatkan teknologi digital. Kartu selamat datang yang diterima pengunjung dilengkapi dengan kode QR yang terhubung ke platform resmi VisitKorea dengan konten dalam delapan bahasa berbeda.
Beberapa fitur unggulan yang tersedia dalam platform digital tersebut meliputi:
- Panduan ARMY ke Busan: Daftar rekomendasi tempat-tempat bersejarah dan ikonik yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan karier BTS.
- Panduan Transportasi: Informasi mendetail mengenai rute perjalanan menuju stadion tempat konser berlangsung dan akses transportasi publik lainnya.
- Prosedur Keselamatan: Arahan penting mengenai pengendalian kerumunan serta pembaruan kondisi lalu lintas terkini demi keamanan bersama.
Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan para penggemar tidak hanya fokus pada konser, tetapi juga mendapatkan pengalaman wisata yang aman dan informatif selama di Busan.
Inisiatif Homestay Gratis untuk Atasi Lonjakan Harga
Selain persiapan di bandara, pemerintah kota Busan juga meluncurkan program homestay warga untuk menekan lonjakan harga penginapan yang tidak wajar. Program ini memungkinkan turis menginap di rumah pribadi penduduk setempat selama periode 12 hingga 14 Juni 2026.
Setiap pemesanan homestay ini dirancang untuk durasi menginap selama dua malam bagi para wisatawan asing. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui situs k-popstay.wehome.me atau melalui portal resmi Visit Korea.
Menariknya, program menginap di rumah warga ini tidak dipungut biaya alias gratis bagi para pelancong yang beruntung. Namun, pemesan wajib membayar uang jaminan atau deposit sebesar 50.000 won atau setara dengan Rp600 ribu saat melakukan pemesanan.
Langkah ini diambil untuk meminimalisir adanya pemesanan palsu atau pembatalan sepihak tanpa pemberitahuan. Deposit tersebut nantinya akan dikembalikan utuh dalam bentuk voucher pariwisata Busan saat tamu melakukan proses lapor diri atau check-in.
Berikut adalah detail ringkas mengenai program homestay di Busan:
| Kategori Layanan | Detail Informasi |
|---|---|
| Periode Program | 12 - 14 Juni 2026 |
| Biaya Menginap | Gratis (Hanya membayar deposit) |
| Nilai Deposit | 50.000 Won (Sekitar Rp600.000) |
| Metode Refund | Voucher Wisata Busan (saat check-in) |
| Fasilitas Tuan Rumah | Asuransi tanggung jawab dari pemerintah kota |
Pemerintah kota juga memberikan perlindungan bagi warga yang bersedia menjadi tuan rumah dengan menanggung premi asuransi tanggung jawab. Hal ini dilakukan agar penduduk merasa tenang saat membuka pintu rumah mereka bagi orang asing tanpa khawatir akan kerusakan properti.
Keresahan Akibat Praktik Getok Harga Hotel
Antusiasme menyambut konser di Busan ini sayangnya sempat terganggu oleh perilaku nakal pemilik penginapan yang menaikkan harga secara drastis. Fenomena "getok harga" ini menjadi sorotan tajam karena dinilai dapat merusak citra pariwisata kota tersebut.
Berdasarkan data dari Komisi Perdagangan Adil Korea, tarif penginapan pada akhir pekan konser melonjak hingga 2,4 kali lipat dibanding hari biasa. Rata-rata harga kamar hotel maupun motel mencapai angka 433.999 won atau sekitar Rp5,1 juta per malam.
Menanggapi situasi ini, Busan telah mengoperasikan berbagai fasilitas penginapan publik yang mampu menampung sekitar 1.400 orang. Pemerintah setempat berupaya keras untuk menjaga stabilitas harga agar para penggemar tidak merasa dirugikan secara finansial.
Kim Bong Cheol, selaku Direktur Kantor Ekonomi Digital Busan, menyatakan bahwa tujuan utama mereka adalah membangun citra Busan sebagai kota yang ramah. Ia berharap program homestay ini bisa menjadi percontohan akomodasi alternatif untuk acara internasional di masa depan.
Reaksi Keras Anggota BTS Terhadap Kenaikan Harga
Kabar mengenai mahalnya biaya penginapan di Busan ternyata sampai ke telinga para anggota BTS. Melalui sesi siaran langsung, mereka menyampaikan kritik pedas kepada pemilik usaha yang mencoba mengambil keuntungan berlebih dari momen tersebut.
RM, sang pemimpin grup, mengungkapkan harapannya agar para pelaku usaha tidak melakukan praktik penarikan harga yang tidak masuk akal. Ia menegaskan pentingnya berpikir jangka panjang demi nama baik kota Busan yang ia banggakan.
"Terlalu banyak berita negatif soal harga akomodasi menjelang konser. Saya sangat berharap orang-orang tidak melakukan hal tersebut demi keuntungan sesaat," ujar RM dengan nada serius.
Jimin, yang lahir dan besar di Busan, juga tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya melihat situasi di kampung halamannya. Baginya, konser ini seharusnya menjadi kenangan yang indah bagi penggemar, bukan justru menjadi beban karena biaya yang keterlaluan.
Nada serupa juga datang dari Jungkook yang juga merupakan putra daerah asli Busan. Ia meminta para pemilik penginapan untuk segera menghentikan praktik tersebut karena dianggap sudah melampaui batas kewajaran.
Upaya kolektif antara pemerintah dan kritik langsung dari para artis ini diharapkan mampu meredam gejolak harga di lapangan. Dengan begitu, perayaan hari jadi BTS di Stadion Utama Asiad Busan dapat berlangsung meriah tanpa dibayangi masalah akomodasi.