Penting untuk Otak Anak, Dokter Ungkap Manfaat Lemak dalam MPASI Terbaru 2026

Penting untuk Otak Anak, Dokter Ungkap Manfaat Lemak dalam MPASI Terbaru 2026
Foto: Penting untuk Otak Anak, Dokter Ungkap Manfaat Lemak dalam MPASI Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Banyak orang tua sering kali merasa khawatir saat memberikan lemak kepada buah hati mereka sejak usia dini. Kekhawatiran ini muncul karena adanya keterkaitan lemak dengan masalah kesehatan seperti obesitas dan penyakit jantung pada orang dewasa.

Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat jika diterapkan pada anak-anak, terutama mereka yang masih berada dalam fase awal kehidupan. Lemak justru memegang peranan krusial dalam menunjang tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Dokter spesialis anak, Ian Suryadi Suteja, menjelaskan bahwa lemak merupakan komponen nutrisi wajib yang harus ada dalam menu Makanan Pendamping ASI atau MPASI. Hal ini disampaikan dalam sebuah acara bertajuk Grand Relaunch Bumboo Fat Oil di Jakarta pada Rabu, 3 Juni 2026.

Ian menegaskan bahwa pembatasan gula, garam, dan lemak atau GGL memang disarankan untuk orang dewasa. Namun, aturan kesehatan tersebut tidak berlaku bagi anak-anak yang usianya masih di bawah dua tahun.

Menurut penjelasannya, lemak termasuk dalam kategori makronutrisi utama yang sejajar dengan protein dan karbohidrat. Karena sifatnya sebagai makronutrisi, lemak harus tersedia dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi harian anak.

Data kebutuhan kalori anak menunjukkan bahwa lemak memiliki porsi yang cukup besar dalam asupan harian mereka. Anak-anak di bawah dua tahun memerlukan sekitar 39 persen lemak dari total kebutuhan kalori, sementara anak di atas dua tahun membutuhkan sekitar 34 persen.

Manfaat Vital Lemak bagi Perkembangan Otak

Peran lemak bagi anak ternyata jauh lebih luas daripada sekadar menjadi cadangan energi bagi tubuh. Lemak sangat berkontribusi dalam pembentukan berbagai jaringan tubuh, terutama organ otak yang sedang berkembang pesat.

Masa dua tahun pertama kehidupan merupakan periode emas di mana struktur otak anak sedang dibentuk secara intensif. Kurangnya asupan lemak pada fase ini dikhawatirkan dapat mengganggu optimalisasi perkembangan kecerdasan anak.

Ian memaparkan bahwa terdapat berbagai jenis lemak, mulai dari lemak hewani hingga nabati, serta lemak jenuh dan tak jenuh. Lemak tak jenuh seperti DHA, omega-3, dan omega-6 merupakan komponen yang sangat dibutuhkan oleh otak.

Selain mendukung fungsi kognitif, lemak tak jenuh juga memiliki manfaat signifikan bagi kesehatan sistem pencernaan. Jenis lemak ini membantu pertumbuhan bakteri baik di dalam usus yang penting bagi daya tahan tubuh anak.

Lemak Jenuh sebagai Sumber Kalori Utama

Meskipun lemak jenuh sering dianggap tidak sehat bagi orang dewasa, jenis lemak ini justru memiliki posisi penting bagi anak-anak. Kebutuhan fisiologis anak yang sedang tumbuh sangat berbeda dengan metabolisme tubuh orang dewasa.

Bagi anak-anak yang memiliki tantangan dalam menaikkan berat badan, lemak jenuh bisa menjadi solusi efektif sebagai sumber kalori tambahan. Nutrisi ini membantu memastikan anak mendapatkan energi yang cukup meski porsi makannya sedikit.

Rincian kepadatan energi dalam setiap gram nutrisi adalah sebagai berikut:

Jenis Nutrisi Energi per Gram (kkal)
Lemak 9 kkal
Karbohidrat 4 kkal
Protein 4 kkal

Tabel di atas menunjukkan bahwa lemak menghasilkan energi dua kali lipat lebih banyak dibandingkan karbohidrat atau protein. Oleh karena itu, lemak sangat efisien dalam membantu pemenuhan kalori harian anak dalam volume makanan yang kecil.

Rekomendasi Sumber Lemak untuk MPASI

Ada banyak pilihan sumber lemak yang mudah ditemukan dan bisa langsung dicampurkan ke dalam menu harian si kecil. Orang tua dapat menyesuaikan pemberiannya berdasarkan jenis masakan yang disukai oleh anak.

Beberapa sumber lemak jenuh yang baik meliputi susu, keju, mentega (butter), daging sapi, daging ayam, hingga santan kelapa. Bahan-bahan ini dapat diolah bersama makanan utama atau ditambahkan sebagai pelengkap di akhir proses memasak.

Beberapa cara praktis menyajikan lemak dalam menu MPASI harian:

  • Mencampurkan lemak dari daging sapi langsung ke dalam kaldu atau sup.
  • Menambahkan mentega ke dalam nasi hangat untuk membuat menu nasi mentega yang gurih.
  • Memasukkan santan asli ke dalam menu bubur atau masakan bersantan lainnya.
  • Memberikan potongan keju sebagai tambahan kalori pada makanan selingan.

Variasi cara penyajian ini bertujuan agar anak tidak bosan dan tetap mendapatkan asupan nutrisi yang beragam setiap harinya. Orang tua juga diingatkan untuk selalu menggunakan bahan-bahan yang alami dan berkualitas tinggi.

Dokter Ian menyarankan para orang tua untuk jeli dalam memilih produk lemak jenuh yang asli di pasaran. Ciri utama lemak jenuh murni adalah teksturnya yang akan memadat atau memutih pada suhu ruangan, namun akan mencair kembali saat dipanaskan.

Penting bagi orang tua untuk membedakan antara lemak jenuh asli dengan produk yang hanya memberikan aroma atau rasa daging saja. Membaca label kemasan secara teliti menjadi langkah wajib untuk memastikan tidak ada bahan tambahan yang tidak perlu.

Menghadapi Tantangan Makan pada Anak

Memberikan makan kepada anak sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua, terutama saat menghadapi fase Gerakan Tutup Mulut (GTM). Masalah lain seperti perilaku pilih-pilih makanan atau picky eater juga kerap muncul.

Dalam situasi di mana anak sangat sulit makan, kualitas setiap suapan menjadi jauh lebih penting daripada kuantitasnya. Fokus utama orang tua haruslah pada padatnya gizi dan kalori yang berhasil masuk ke tubuh anak.

Jeffrey Sutanto selaku CEO Bumboo menegaskan bahwa orang tua tidak perlu terlalu stres jika anak hanya mau makan beberapa suap saja. Hal yang paling krusial adalah memastikan suapan yang sedikit tersebut mengandung energi yang maksimal.

Ia menyarankan agar makanan tersebut diperkaya dengan sumber kalori tinggi seperti lemak hewani. Dengan strategi ini, kebutuhan nutrisi anak tetap dapat terpenuhi meskipun mereka sedang berada dalam fase sulit makan.

Artikel terkait

Rekomendasi