Penelitian Terbaru: Diet Intermittent Fasting Terbukti Ubah Kerja Otak, Hasilnya Mengejutkan!

Penelitian Terbaru: Diet Intermittent Fasting Terbukti Ubah Kerja Otak, Hasilnya Mengejutkan!
Foto: Penelitian Terbaru: Diet Intermittent Fasting Terbukti Ubah Kerja Otak, Hasilnya Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
p>Metode diet intermittent, yang juga dikenal sebagai pembatasan energi intermiten (IER), ternyata menyimpan manfaat yang jauh lebih besar daripada sekadar menurunkan berat badan. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa pola makan ini mampu mengubah cara kerja otak manusia secara signifikan.

Riset yang dipublikasikan pada tahun 2023 ini menunjukkan bahwa diet tersebut memengaruhi hubungan kompleks antara bakteri di dalam usus dengan aktivitas saraf di otak. Perubahan ini khususnya terjadi pada area otak yang mengatur nafsu makan serta perilaku makan seseorang.

Dinamika Hubungan Usus dan Otak

Qiang Zeng, seorang peneliti dari Institut Manajemen Kesehatan Rumah Sakit Umum PLA Beijing, menjelaskan bahwa diet IER mampu mengubah poros otak-usus-mikrobioma. Menurutnya, perubahan pada mikrobioma usus dan aktivitas di wilayah otak terkait kecanduan bersifat sangat dinamis dan saling terhubung satu sama lain.

Perubahan ini terjadi selama proses penurunan berat badan berlangsung dan terus berlanjut setelahnya. Interaksi antara sinyal saraf dan populasi bakteri di sistem pencernaan inilah yang kemudian memengaruhi bagaimana tubuh merespons keinginan untuk makan.

Berikut adalah detail profil peserta dan metode yang digunakan dalam penelitian tersebut:

  • Melibatkan 25 orang dewasa dengan kondisi obesitas di China.
  • Rata-rata usia peserta berada di angka 27 tahun.
  • Indeks Massa Tubuh (IMT) peserta berkisar antara 28 hingga 45.
  • Pemantauan dilakukan melalui sampel tinja, tes darah, dan pemindaian fMRI untuk melihat aktivitas otak.

Penelitian ini menggunakan teknologi fMRI untuk memetakan area otak yang mengontrol emosi, perhatian, pembelajaran, hingga fungsi inhibisi dan penghargaan. Dengan cara ini, tim peneliti dapat melihat secara langsung bagaimana organ pusat tersebut bereaksi terhadap pola makan yang ketat.

Proses dan Hasil Intervensi Diet

Studi ini diawali dengan fase puasa terkontrol ketat selama 32 hari menggunakan menu yang telah dirancang khusus oleh ahli gizi. Pada tahap ini, asupan kalori peserta dikurangi secara bertahap hingga hanya menyisakan seperempat dari kebutuhan energi harian normal mereka.

Setelah itu, penelitian dilanjutkan dengan fase puasa terkontrol rendah selama 30 hari sebagai tahap penyesuaian. Dalam fase ini, peserta wanita dibatasi mengonsumsi 500 kalori per hari, sementara pria mendapatkan kuota 600 kalori per hari.

Hasil dari program diet intermittent ini memberikan dampak positif bagi kesehatan peserta sebagai berikut:

Kategori Perubahan Detail Hasil Penelitian
Berat Badan Turun rata-rata 7,6 kg atau sekitar 7,8 persen.
Kesehatan Jantung Terjadi penurunan tekanan darah secara signifikan.
Metabolisme Gula Kadar glukosa dalam darah menurun ke level lebih baik.
Profil Lemak Penurunan kadar kolesterol total dalam tubuh.

Data di atas membuktikan bahwa selain perubahan fungsi saraf, diet ini memberikan efek nyata pada kondisi fisik secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa IER merupakan metode yang efektif untuk memperbaiki profil kesehatan metabolisme tubuh dalam waktu singkat.

Pengaruh pada Mikrobioma dan Perilaku Makan

Hal yang paling mengejutkan adalah temuan bahwa program ini menurunkan aktivitas di wilayah otak yang berkaitan dengan kecanduan makan. Fenomena ini menjelaskan mengapa diet intermittent tidak hanya mengubah ukuran pinggang, tetapi juga meningkatkan kontrol diri terhadap dorongan untuk makan berlebih.

Secara bersamaan, komposisi bakteri usus juga mengalami pergeseran dengan meningkatnya bakteri baik seperti Faecalibacterium prausnitzii dan Bacteroides uniformis. Di sisi lain, jumlah bakteri E.coli ditemukan menurun selama masa intervensi berlangsung.

Penelitian mencatat bahwa tingginya kadar bakteri tertentu seperti E.coli dan Coprococcus berhubungan negatif dengan girus frontal inferior orbital kiri otak. Area otak tersebut memegang peranan krusial dalam fungsi eksekutif serta kekuatan tekad seseorang untuk tetap konsisten selama proses menurunkan berat badan.

Artikel terkait

Rekomendasi