Dunia akademik tanah air baru-baru ini dikejutkan oleh dugaan publikasi riset palsu yang menyeret sejumlah nama peneliti dan institusi besar. Salah satu nama yang ikut terseret adalah Dimas Fajar Prasetyo, seorang peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dimas akhirnya memberikan klarifikasi resmi untuk menanggapi pencatutan namanya dalam beberapa artikel ilmiah yang dinilai mencurigakan. Ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam proses pembuatan maupun publikasi penelitian tersebut.
Klarifikasi Peneliti BRIN Terkait Pencatutan Nama
"Saya ingin menegaskan bahwa itu bukan saya dan tidak ada kaitan apa pun dengan diri saya," ujar Dimas dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (30/5/2026). Pernyataan ini merespons kemunculan namanya dalam judul artikel yang membahas topik kesehatan masyarakat di negara berkembang.
Dalam artikel tersebut, Dimas dipasangkan dengan beberapa nama lain seperti Aminatus Saadah, Wildan Syahputra, dan Riana Dwi Kurniawati. Ia disebut berafiliasi dengan School of Biomedical Engineering di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Dimas menyatakan tidak pernah bekerja sama dengan para penulis tersebut maupun mengetahui adanya proyek riset itu. Menurutnya, topik penelitian yang beredar sangat bertolak belakang dengan latar belakang pendidikan dan karier profesionalnya.
Pakar dari Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN ini menjelaskan bahwa fokus keahliannya adalah Offshore and Marine Systems Engineering. Ia menilai pencantuman namanya pada riset di luar bidang kepakarannya merupakan tindakan yang tidak berdasar.
Tanggapan Resmi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Pihak kampus ITS Surabaya juga turut angkat bicara mengenai pencantuman institusi mereka dalam jurnal yang diduga palsu tersebut. Melalui akun media sosial resminya, ITS mengklarifikasi bahwa identitas departemen yang tertulis dalam artikel tidaklah akurat.
Berikut adalah poin-poin penting yang disampaikan oleh pihak ITS untuk meluruskan informasi yang beredar:
Poin klarifikasi resmi dari manajemen ITS terkait dugaan riset palsu:
- ITS tidak memiliki departemen dengan nama resmi "School of Biomedical Engineering".
- Nama resmi yang digunakan secara nasional maupun internasional adalah Departemen Teknik Biomedik atau Biomedical Engineering.
- Dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, maupun fasilitas laboratorium ITS tidak terlibat dalam penelitian tersebut.
- Dimas Fajar Prasetyo memang alumnus Teknik Sistem Perkapalan ITS, namun namanya dicatut tanpa izin.
Penjelasan tersebut menegaskan bahwa tidak ada koordinasi antara penulis artikel dengan otoritas kampus di Surabaya. Hal ini memperkuat dugaan adanya manipulasi data afiliasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Komitmen terhadap Integritas Akademik
Rektor ITS, Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, menekankan pentingnya menjaga etika dalam dunia riset dan pendidikan tinggi. Ia menyatakan bahwa integritas akademik dan kejujuran ilmiah adalah prinsip utama yang harus dipegang teguh oleh seluruh sivitas akademika.
Pihak kampus mendukung penuh segala upaya investigasi dan verifikasi yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait. Langkah ini diambil untuk memastikan informasi yang sampai ke masyarakat benar-benar akurat dan berdasarkan fakta di lapangan.
Bambang juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menelusuri informasi agar tidak mudah mengambil kesimpulan yang salah. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap publikasi karya ilmiah di Indonesia.
Untuk memudahkan pemahaman, berikut adalah ringkasan mengenai status keterlibatan pihak yang dicatut dalam riset tersebut:
Tabel ringkasan klarifikasi status peneliti dan institusi terkait:
| Subjek Terkait | Bidang/Afiliasi Asli | Keterangan Klarifikasi |
|---|---|---|
| Dimas Fajar Prasetyo | Teknologi Hidrodinamika BRIN | Nama dicatut tanpa izin dan di luar bidang kepakaran. |
| Departemen Kampus | Departemen Teknik Biomedik ITS | Nama departemen dipalsukan dalam artikel yang beredar. |
| Status Peneliti | Alumnus ITS | Konfirmasi pribadi menyatakan tidak terlibat riset tersebut. |
Data di atas menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara identitas asli para pihak yang dicatut dengan informasi yang tertulis dalam artikel ilmiah tersebut. Skandal ini kini tengah menjadi perhatian luas di kalangan akademisi dan peneliti nasional.