Patriot Kehabisan Amunisi, Rudal Oreshnik Rusia Tembus Langit Kyiv secara Mengejutkan 2026

Patriot Kehabisan Amunisi, Rudal Oreshnik Rusia Tembus Langit Kyiv secara Mengejutkan 2026
Foto: Patriot Kehabisan Amunisi, Rudal Oreshnik Rusia Tembus Langit Kyiv secara Mengejutkan 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali menjadi sasaran serangan udara besar-besaran oleh Rusia pada Minggu (24/5/2026). Serangan mematikan ini melibatkan kombinasi drone serta rudal balistik hipersonik terbaru Rusia yang dikenal dengan nama Oreshnik.

Insiden tersebut tercatat sebagai penggunaan ketiga kalinya senjata mutakhir Oreshnik sejak konflik kedua negara meletus empat tahun lalu. Laporan awal menyebutkan sedikitnya dua orang tewas dan 83 warga lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan hebat tersebut.

Dampak Kerusakan dan Target Serangan

Daya hancur dari serangan ini terasa sangat masif di berbagai penjuru kota Kyiv. Ledakan merusak berbagai fasilitas penting mulai dari kawasan kantor pemerintahan hingga pemukiman padat penduduk.

Tidak hanya bangunan formal, fasilitas publik seperti sekolah dan pasar tradisional juga ikut luluh lantak. Rudal Oreshnik sendiri dikenal memiliki kemampuan fleksibel untuk membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, secara resmi mengonfirmasi titik hantaman rudal melalui saluran Telegram miliknya. Salah satu lokasi yang terdampak parah adalah wilayah Bila Tserkva di pinggiran Kyiv.

Rincian alutsista yang digunakan dalam serangan udara Rusia kali ini:

  • Drone Militer: Sebanyak 600 unit pesawat tak berawak dikerahkan untuk mengepung pertahanan udara.
  • Rudal Balistik: Sebanyak 90 rudal diluncurkan secara serentak melalui platform udara, laut, dan darat.

Data dari Angkatan Udara Ukraina menunjukkan intensitas serangan yang sangat tinggi untuk menguji ketahanan pertahanan ibu kota. Sebagian besar serangan memang difokuskan langsung ke pusat komando dan infrastruktur di Kyiv.

Kendala Sistem Pertahanan Udara Ukraina

Pasukan pertahanan udara Ukraina sebenarnya telah berupaya keras menghalau serangan masif tersebut. Mereka berhasil menjatuhkan atau mengacaukan sinyal 549 drone serta menghancurkan 55 unit rudal musuh.

Selain itu, terdapat sekitar 19 rudal lainnya yang dilaporkan gagal mencapai target yang ditentukan. Namun, Presiden Zelensky mengakui bahwa sistem pertahanan mereka belum mampu sepenuhnya membendung seluruh rudal balistik Rusia.

Kegagalan ini menyoroti masalah pelik yang dihadapi Ukraina, yakni keterbatasan alutsista untuk menangkal ancaman rudal balistik. Saat ini, Kyiv sangat mengandalkan sistem Patriot buatan Amerika Serikat yang stok amunisinya mulai menipis.

Berikut adalah ringkasan tantangan utama pertahanan udara Ukraina saat ini:

Aspek Pertahanan Kondisi Saat Ini
Stok Amunisi Patriot Sangat kritis dan menipis akibat penggunaan intensif.
Produksi Domestik Sedang diupayakan namun terkendala biaya dan waktu.
Target Prioritas Melindungi wilayah Kyiv dan infrastruktur pemerintahan.

Tabel di atas menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan bantuan militer dari sekutu Barat bagi militer Ukraina. Kelangkaan rudal pencegat menjadi alasan utama mengapa beberapa serangan balistik Rusia tetap bisa menembus benteng pertahanan.

Respons Moskow Terhadap Operasi Militer

Kementerian Pertahanan Rusia secara terbuka mengonfirmasi keterlibatan rudal Oreshnik dalam operasi serangan udara kali ini. Mereka menyebutkan bahwa pengerahan senjata tersebut merupakan bagian dari strategi serangan terpadu.

Pihak Rusia menyatakan penggunaan rudal hipersonik tersebut dilakukan bersamaan dengan jenis rudal taktis lainnya. Langkah ini diklaim sebagai bentuk balasan atas dinamika peperangan yang terus berkembang di garis depan.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Ukraina terus memutar otak untuk mempercepat produksi alat pertahanan secara mandiri. Meskipun menantang secara finansial, langkah ini dianggap krusial agar tidak terus bergantung sepenuhnya pada pasokan luar negeri.

Artikel terkait

Rekomendasi