Mengejutkan, Agen Terlatih IRGC Incar Ivanka Trump dalam Rencana Pembunuhan 2026

Mengejutkan, Agen Terlatih IRGC Incar Ivanka Trump dalam Rencana Pembunuhan 2026
Foto: Mengejutkan, Agen Terlatih IRGC Incar Ivanka Trump dalam Rencana Pembunuhan 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pihak berwenang baru-baru ini menangkap seorang pria yang diduga menjadi agen terlatih Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) asal Irak. Pria bernama Mohammad Baqer Saad Dawood Al-Saadi tersebut dituding merencanakan pembunuhan terhadap putri Donald Trump, Ivanka Trump.

Melansir laporan dari New York Post, rencana keji ini diduga kuat merupakan aksi balas dendam atas kematian komandan militer Iran, Qasem Soleimani. Sebagaimana diketahui, Soleimani tewas dalam serangan pesawat tak berawak milik Amerika Serikat di Baghdad pada tahun 2020 silam.

Motif dan Detail Ancaman Terhadap Ivanka Trump

Al-Saadi yang kini berusia 32 tahun dilaporkan telah membuat komitmen atau janji untuk menghabisi nyawa Ivanka Trump. Ia bahkan diketahui sudah mengantongi denah terperinci mengenai kediaman pribadi Ivanka yang berlokasi di Florida.

Informasi mengenai ancaman ini diperkuat oleh pernyataan Entifadh Qanbar, mantan wakil atase militer di Kedutaan Besar Irak di Washington. Qanbar menyebutkan bahwa Al-Saadi secara terbuka sempat membicarakan niatnya untuk membunuh Ivanka segera setelah kematian Soleimani.

Berikut adalah beberapa bukti dan tindakan yang dilakukan oleh tersangka dalam menyusun rencana tersebut:

  • Mengunggah peta digital yang menunjukkan lokasi pemukiman elit di Florida, tempat Ivanka Trump dan Jared Kushner tinggal.
  • Menyertakan pesan ancaman dalam bahasa Arab melalui unggahan di media sosial pribadinya.
  • Memiliki data intelejen terkait struktur bangunan dan pengamanan rumah target.
  • Terhubung dengan jaringan operasi yang diduga berafiliasi dengan Pasukan Quds Iran.

Serangkaian bukti ini menunjukkan bahwa rencana tersebut bukan sekadar gertakan, melainkan sebuah operasi yang telah dipersiapkan secara matang. Pihak keamanan Amerika Serikat terus mendalami keterlibatan pihak lain dalam jaringan Al-Saadi ini.

Kronologi Penangkapan dan Rekam Jejak Tersangka

Pelarian Al-Saadi berakhir setelah ia berhasil diringkus oleh pihak keamanan di Turki pada tanggal 15 Mei. Tak lama setelah penangkapan tersebut, ia langsung diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Al-Saadi ternyata bukan pemain baru dalam dunia spionase dan terorisme internasional. Ia dituduh terlibat dalam belasan aksi kekerasan yang tersebar di berbagai wilayah strategis.

Rangkuman mengenai status hukum dan rekam jejak kejahatan Mohammad Baqer Saad Dawood Al-Saadi:

Kategori Informasi Detail Keterangan
Identitas Tersangka Mohammad Baqer Saad Dawood Al-Saadi (32 tahun)
Lokasi Penangkapan Turki (15 Mei)
Total Kasus 18 serangan dan percobaan serangan
Wilayah Operasi Eropa dan Amerika Serikat
Afiliasi Diduga agen IRGC / Pasukan Quds Iran

Data tersebut menunjukkan bahwa tersangka merupakan ancaman serius bagi keamanan global dengan jangkauan operasi yang sangat luas. Saat ini, Al-Saadi harus menghadapi berbagai tuntutan berat di pengadilan Amerika Serikat atas tindakan terorisme yang ia rencanakan.

Kasus ini kembali memicu ketegangan diplomatik antara Washington dan Teheran, mengingat status Al-Saadi yang disebut sebagai agen terlatih. Penjagaan terhadap keluarga mantan Presiden Donald Trump juga dilaporkan semakin diperketat guna mengantisipasi ancaman serupa di masa mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi