Mengunjungi Raudhah merupakan salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para jemaah haji ketika mereka sedang berada di kota suci Madinah. Namun, sejak diterapkannya sistem pengaturan kunjungan yang baru, jemaah tidak lagi bisa masuk secara bebas karena harus melalui proses pendaftaran resmi untuk mendapatkan tasreh atau izin masuk.
Raudhah sendiri merupakan sebuah area yang sangat istimewa di dalam Masjid Nabawi, tepatnya terletak di antara mimbar dan makam Nabi Muhammad SAW. Lokasi ini dikenal luas sebagai tempat yang sangat mustajab untuk memanjatkan doa, sehingga selalu menjadi destinasi utama bagi setiap jemaah yang datang berkunjung.
Metode Pendaftaran Melalui Sistem Kolektif
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, terdapat dua metode pendaftaran yang dapat ditempuh agar jemaah bisa masuk ke area Raudhah. Cara pertama adalah melalui sistem pendaftaran kolektif yang difasilitasi langsung oleh pemerintah untuk jemaah haji asal Indonesia sebagaimana dilansir dari laman NU Online.
Dalam mekanisme ini, para petugas akan memasukkan data jemaah secara berkelompok untuk mendapatkan tasreh yang biasanya mencakup sekitar 40 hingga 50 nama dalam satu lembar izin. Hal ini dilakukan demi menyesuaikan dengan ketersediaan kuota yang telah ditetapkan oleh otoritas setempat agar proses kunjungan tetap tertib.
Melalui prosedur ini, jemaah tidak perlu lagi merasa repot untuk melakukan pendaftaran secara mandiri. Ketua rombongan (karom) serta ketua regu (karu) memegang peranan penting dalam melakukan pendataan, sementara jemaah hanya perlu menunggu jadwal kunjungan yang telah ditetapkan oleh pihak terkait.
Setiap jemaah haji umumnya akan diberikan fasilitas minimal satu kali kesempatan untuk masuk dan beribadah di area Raudhah selama masa tinggal mereka. Jadwal kunjungan tersebut akan diatur secara sistematis oleh masing-masing sektor guna memastikan tidak ada jadwal yang bentrok dengan agenda lainnya, seperti kegiatan ziarah di wilayah Madinah.
Pendaftaran Mandiri Menggunakan Aplikasi Nusuk
Selain melalui skema kolektif, jemaah juga memiliki pilihan untuk melakukan pendaftaran secara mandiri dengan memanfaatkan aplikasi resmi bernama Nusuk. Aplikasi tersebut dapat diunduh langsung melalui ponsel pintar, di mana jemaah cukup memilih menu Raudhah dan menentukan jadwal waktu kunjungan yang masih tersedia di sistem.
Terdapat beberapa langkah teknis yang perlu diikuti oleh jemaah untuk mendaftar melalui aplikasi Nusuk ini sebagaimana diinformasikan oleh KBIH Al Manar. Proses dimulai dengan mengunduh aplikasi di Google Play Store, membuka aplikasi, kemudian memilih menu pendaftaran akun baru dengan kategori Pengguna Internasional bagi mereka yang berasal dari luar Arab Saudi.
Jemaah diharuskan mengisi data pribadi secara lengkap, mulai dari nomor paspor, negara asal, jenis visa, tanggal lahir, alamat email, hingga nomor telepon yang masih aktif. Setelah membuat kata sandi dan melakukan verifikasi melalui email atau SMS, jemaah dapat segera masuk ke akun mereka untuk memilih slot waktu kunjungan ke Raudhah.
Penerapan kedua sistem pendaftaran ini diharapkan dapat membantu jemaah mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dengan baik agar kunjungan berlangsung lancar. Dengan adanya regulasi ini, akses menuju area mustajab tersebut dapat berjalan lebih tertib dan memberikan kesempatan yang merata bagi seluruh jemaah dari berbagai belahan dunia.