Operasi TAVI: Prosedur Jantung Modern Tanpa Bedah Kini Hadir Resmi di Bali

Operasi TAVI: Prosedur Jantung Modern Tanpa Bedah Kini Hadir Resmi di Bali
Foto: Operasi TAVI: Prosedur Jantung Modern Tanpa Bedah Kini Hadir Resmi di Bali. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Layanan kesehatan jantung di Indonesia kini memasuki babak baru dengan hadirnya Sapporo Cardio Vascular Clinic (SCVC) di Bali. Melalui kemitraan strategis dengan Bali International Hospital (BIH), pusat layanan medis ini menawarkan teknologi jantung tercanggih bagi masyarakat luas.

Langkah perdana ini diawali dengan keberhasilan tindakan Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI) pertama di Bali pada 7 Maret 2026. Prosedur inovatif ini dilakukan untuk menangani pasien penderita stenosis aorta berat, sebuah kondisi penyempitan katup jantung yang berisiko fatal.

Solusi Jantung Tanpa Bedah Terbuka

Operasi bersejarah tersebut dipimpin langsung oleh Dr. I Made Junior Rina Artha dari SCVC. Beliau bekerja sama dengan tim ahli internasional, yakni Prof. Lam Yat Yin dan Prof. Su Xi dari Hong Kong Asia Medical Group (HKAMG).

Metode TAVI menjadi terobosan penting karena memungkinkan penggantian katup jantung tanpa perlu melakukan operasi bedah terbuka. Pendekatan ini dinilai jauh lebih aman dan memiliki efektivitas tinggi bagi pasien yang berada dalam kondisi kritis.

Dr. Rina Artha menjelaskan bahwa banyak pasien stenosis aorta datang dengan kondisi lanjut yang sangat berisiko jika harus dibedah konvensional. Melalui TAVI, tim medis dapat memberikan terapi alternatif dengan proses pemulihan yang jauh lebih singkat.

Menariknya, seluruh pembiayaan untuk prosedur perdana ini ditanggung sepenuhnya oleh HKAMG melalui program Surgery CSR. Inisiatif kemanusiaan ini bertujuan membuka akses bagi warga Indonesia agar bisa mencicipi teknologi medis kelas dunia secara gratis.

Keunggulan Prosedur TAVI

TAVI dikenal sebagai prosedur minimal invasif, di mana katup jantung baru dimasukkan ke tubuh pasien menggunakan selang kateter melalui arteri paha. Metode ini meminimalisir luka sayatan sehingga risiko komplikasi pasca-tindakan jauh lebih rendah dibandingkan operasi biasa.

Beberapa keuntungan utama dari prosedur TAVI adalah sebagai berikut:

  • Masa pemulihan pasien sangat singkat, rata-rata hanya membutuhkan waktu sekitar 48 hingga 72 jam saja.
  • Menjadi solusi medis paling aman bagi pasien lansia atau mereka yang memiliki risiko komplikasi tinggi pada bedah terbuka.
  • Mengurangi trauma fisik karena tidak memerlukan pembukaan tulang dada seperti pada operasi jantung tradisional.
  • Memberikan tingkat keberhasilan yang tinggi dalam memperbaiki kualitas hidup pasien dengan penyempitan katup jantung.

Berkat kehadiran teknologi ini di Bali, pasien lokal tidak perlu lagi repot pergi ke luar negeri untuk mencari perawatan serupa. Hal ini ditegaskan oleh Dr. Noel Yeo selaku Chief of Commercial & Operations BIH, yang menyebutkan bahwa penanganan standar internasional kini sudah tersedia di tanah air.

Kolaborasi Medis Berskala Internasional

Kehadiran SCVC bukan sekadar soal peralatan medis baru, melainkan juga tentang transfer ilmu antara tenaga ahli global dan dokter lokal. Diskusi kasus multidisiplin terus dilakukan guna memastikan standar layanan klinis di Indonesia setara dengan pusat jantung ternama di dunia.

Steven Tse, CEO HKAMG, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mengintegrasikan praktik medis, pendidikan, dan riset. Ia berharap inovasi kardiovaskular ini dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan medis kompleks.

Manfaat Kehadiran Layanan Jantung di Bali

Berikut adalah ringkasan manfaat yang diperoleh pasien melalui kolaborasi strategis antara SCVC dan Bali International Hospital:

Kategori Manfaat Penjelasan Detail
Aksesibilitas Pasien Indonesia bisa mendapatkan perawatan canggih tanpa harus ke luar negeri.
Kualitas Medis Tindakan dilakukan oleh kolaborasi dokter spesialis lokal dan ahli internasional.
Efisiensi Waktu Pemulihan yang cepat memungkinkan pasien kembali beraktivitas dalam hitungan hari.
Peningkatan Kapasitas Memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata medis atau Medical Tourism dunia.

Integrasi teknologi dan keahlian ini diharapkan mampu menekan angka kematian akibat penyakit jantung di Indonesia. Dengan tersedianya opsi pengobatan yang lebih ringan risikonya, harapan hidup pasien dengan masalah katup jantung pun semakin meningkat.

Dr. Rina Artha menutup dengan optimisme bahwa langkah ini akan meningkatkan standar kardiologi intervensi secara nasional. Harapannya, lebih banyak lagi prosedur kompleks yang bisa dilakukan secara mandiri di dalam negeri di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi