Aktor senior Surya Saputra resmi mengambil langkah hukum dengan melaporkan sebuah akun media sosial X (Twitter) ke Polda Metro Jaya pada Sabtu, 6 Juni 2026. Laporan ini dipicu oleh tindakan pemilik akun yang mencatut nama dan foto pribadinya untuk melontarkan makian serta kata-kata kasar di jagat maya.
Surya merasa sangat dirugikan karena identitasnya disalahgunakan untuk menghujat berbagai pihak secara agresif. Ia menegaskan bahwa perilaku akun tersebut telah mencoreng nama baiknya di mata publik maupun rekan sejawat.
Kronologi Pencatutan Nama Surya Saputra
Dalam keterangannya di markas kepolisian, Surya Saputra mengungkapkan rasa herannya terhadap motif sang pelaku. Berdasarkan penelusuran, akun tersebut diduga kuat merupakan penggemar fanatik atau "fans garis keras" dari aktor Arya Saloka.
Surya merasa janggal mengapa pelaku justru memilih menggunakan wajah dan namanya, alih-alih identitas idolanya sendiri. Ia menduga oknum tersebut adalah penonton setia sinetron yang pernah ia bintangi bersama Arya di masa lalu.
Keresahan Surya semakin memuncak saat sejumlah kerabat dan teman dekat mulai mempertanyakan keaslian komentar penuh amarah tersebut. Banyak rekan yang merasa asing dengan gaya bicara Surya yang tiba-tiba berubah menjadi kasar di platform X.
Pesinetron "Ikatan Cinta" ini mengaku merasa sangat terganggu dengan banyaknya konfirmasi yang masuk dari lingkungan sosialnya. Hal inilah yang menjadi alasan utama baginya untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.
Harapan Surya Saputra Terkait Tindakan Hukum
Meski sebelumnya pernah memaafkan warganet yang merundung anaknya, Surya merasa kali ini batas kesabarannya sudah habis. Ia ingin memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Laporan yang diajukan Surya kini telah diterima oleh pihak Polda Metro Jaya dengan mencantumkan beberapa pasal pelanggaran. Aktor berusia 50 tahun ini ingin mengetahui secara pasti siapa sosok di balik akun tersebut dan apa motif di balik tindakannya.
Berikut adalah poin utama yang menjadi alasan Surya Saputra menindaklanjuti kasus ini:- Identitas berupa nama dan foto digunakan untuk menghujat orang lain tanpa izin.
- Munculnya pertanyaan dari rekan-rekan dekat yang merasa terganggu dengan komentar kasar akun tersebut.
- Pelaku diduga merupakan penggemar fanatik Arya Saloka yang menyamar menjadi dirinya.
- Keinginan Surya untuk memberikan edukasi mengenai konsekuensi hukum dalam bermedia sosial.
Penjelasan di atas merangkum faktor pendorong Surya untuk tidak lagi tinggal diam menghadapi penyalahgunaan identitas digital. Ia menegaskan bahwa setiap orang harus bertanggung jawab atas tindakannya, baik itu anak di bawah umur maupun orang dewasa.
Surya menambahkan, jika pelaku terbukti masih anak-anak, ia mungkin akan memberikan teguran dan edukasi secara persuasif. Namun, jika pelakunya adalah orang dewasa, ia menekankan pentingnya mengikuti prosedur hukum sesuai konsekuensi yang berlaku.