Singapore Airlines (SIA) dilaporkan tengah memulai pembicaraan awal dengan dua produsen pesawat raksasa, Airbus dan Boeing. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat armada mereka dengan mendatangkan sekitar 50 unit jet berbadan lebar.
Rencana pengadaan pesawat jumbo ini dipersiapkan untuk mendukung target pertumbuhan maskapai pada dekade mendatang. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa SIA sedang mempertimbangkan dua kandidat utama untuk memenuhi kebutuhan operasional mereka.
Dua Kandidat Jet Raksasa Menjadi Incaran
Maskapai nasional Singapura tersebut kabarnya melirik Boeing 777X yang dikenal sebagai jet komersial terbesar saat ini dengan kapasitas sekitar 400 kursi. Opsi lainnya adalah Airbus A350-1000 yang memiliki kapasitas sedikit di bawah pesaingnya tersebut.
Meskipun diskusi masih dalam tahap awal, kontrak ini diprediksi bisa mencakup opsi penambahan puluhan unit pesawat lagi di masa depan. Namun, baik pihak Airbus maupun Boeing hingga kini masih enggan memberikan komentar resmi terkait proses negosiasi tersebut.
Pihak Singapore Airlines juga memberikan tanggapan yang cukup diplomatis mengenai rencana besar ini. Mereka menyatakan bahwa peninjauan rencana pembaruan armada memang dilakukan secara rutin sebagai bagian dari strategi perusahaan.
Berikut adalah ringkasan perbandingan singkat dua model pesawat yang sedang dipertimbangkan oleh SIA:
| Spesifikasi | Boeing 777X | Airbus A350-1000 |
|---|---|---|
| Status Kapasitas | Sekitar 400 kursi (Jet terbesar saat ini) | Kapasitas lebih kecil dibandingkan 777X |
| Status Program | Mengalami beberapa kali penundaan signifikan | Sudah beroperasi secara luas |
| Fokus Utama | Penerbangan jarak jauh dengan kapasitas maksimal | Efisiensi bahan bakar untuk rute jarak jauh |
Tabel di atas merangkum gambaran umum armada yang menjadi bahan pertimbangan utama dalam diskusi awal tersebut. SIA sendiri dikenal sebagai salah satu pembeli pesawat jarak jauh paling berpengaruh di dunia aviasi global.
Strategi Pertumbuhan di Tengah Tantangan Ekonomi
Keputusan SIA untuk menambah armada terbilang berani karena dilakukan saat harga bahan bakar dunia masih terus merangkak naik. Saat banyak maskapai lain memilih mengurangi jadwal terbang, SIA justru tetap berkomitmen untuk terus memperluas kapasitas layanan mereka.
Selain rencana pembelian pesawat, maskapai ini juga baru saja melakukan berbagai penyesuaian kebijakan internal. Salah satunya adalah perubahan pada aturan pemilihan kursi di kelas bisnis yang kini bergantung pada jenis tarif dan status loyalitas pelanggan.
Peningkatan kualitas layanan tetap menjadi prioritas utama maskapai melalui beberapa program berikut:
- Peluncuran peningkatan layanan Wi-Fi gratis untuk seluruh kelas kabin yang dijadwalkan mulai kuartal pertama tahun 2027.
- Optimalisasi pengelolaan rute internasional untuk menjaga performa pendapatan tetap tinggi.
- Pembaruan interior kabin demi mempertahankan standar kenyamanan premium bagi para penumpang.
Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi SIA sebagai pemimpin pasar di industri penerbangan kelas atas. Fokus pada kenyamanan teknologi digital menjadi salah satu cara mereka untuk terus memanjakan pelanggan setianya.
Dari sisi finansial, Singapore Airlines menunjukkan performa yang cukup solid meskipun ada tantangan global. Pada Mei 2026, mereka berhasil mencatat total pendapatan yang memecahkan rekor perusahaan sepanjang sejarah.
Meski laba bersih sempat mengalami sedikit penurunan, SIA tetap mengantongi keuntungan bersih sebesar S$1,18 miliar. Angka tersebut menjadi modal kuat bagi perusahaan untuk merealisasikan rencana ekspansi besar-besaran mereka di masa depan.