MUIS Minta Starbucks Singapura Cabut Pengumuman soal Belum Ajukan Sertifikasi Halal

MUIS Minta Starbucks Singapura Cabut Pengumuman soal Belum Ajukan Sertifikasi Halal
Foto: Ilustrasi MUIS Minta Starbucks Singapura Cabut Pengumuman soal Belum Ajukan Sertifikasi Halal.
Ukuran teks

Majelis Agama Islam Singapura (MUIS) baru-baru ini memberikan teguran keras kepada manajemen Starbucks Singapura. Otoritas keagamaan tersebut menyatakan bahwa hingga saat ini pihak Starbucks belum pernah mengajukan permohonan sertifikasi halal secara resmi.

MUIS juga meminta agar Starbucks segera menurunkan atau mengubah papan pengumuman yang mengindikasikan adanya proses transisi menuju status halal. Pernyataan resmi ini dikeluarkan oleh MUIS pada Kamis, 14 Mei 2026, guna menanggapi spekulasi yang berkembang di masyarakat.

Langkah tegas ini diambil menyusul sebuah unggahan di media sosial Facebook yang sempat menjadi pembicaraan hangat di kalangan netizen. Unggahan tersebut menampilkan foto pengumuman di salah satu gerai yang menyebutkan rencana perubahan operasional demi memenuhi syarat halal.

Juru bicara MUIS menekankan bahwa pihaknya memandang masalah ini dengan sangat serius demi menjaga kepercayaan publik. Segala bentuk penyebutan status halal atau klaim sedang dalam proses pengajuan sebelum ada izin resmi merupakan tindakan yang sangat dilarang.

Pernyataan tersebut dinilai berpotensi menyesatkan masyarakat luas yang mengandalkan sertifikasi resmi dalam memilih konsumsi harian. Selain itu, tindakan mengklaim status halal tanpa dasar hukum yang kuat dianggap melanggar Ketentuan Sertifikasi Halal (HCC) yang ditetapkan MUIS.

Instruksi lebih lanjut pun telah diberikan kepada Starbucks Singapura untuk membersihkan segala bentuk referensi tidak sah terkait halal. Hal ini mencakup semua media komunikasi publik, mulai dari materi promosi di dalam gerai hingga unggahan di akun media sosial mereka.

Pihak Starbucks juga diwajibkan untuk meninjau kembali seluruh pesan yang disampaikan kepada pelanggan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Semua informasi terkait progres sertifikasi harus ditarik hingga ada pengumuman resmi yang sah secara hukum dari pihak berwenang.

Kontroversi Larangan Hewan Peliharaan

Ketegangan ini bermula ketika sebuah unggahan Facebook pada Senin, 11 Mei 2026, mendadak viral dan memancing perdebatan publik. Foto tersebut memperlihatkan pengumuman di gerai Starbucks yang berlokasi di Parkland Green, kawasan East Coast Park.

Dalam pengumuman itu, disebutkan bahwa terhitung sejak 25 Mei 2026, hewan peliharaan tidak lagi diperbolehkan berada di area kafe. Kebijakan ini diklaim sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam melakukan transisi operasional untuk mendapatkan sertifikat halal.

Meski hewan peliharaan dilarang, pihak pengelola tetap memberikan pengecualian bagi penyandang disabilitas yang membawa anjing pemandu. Namun, tetap saja isi pengumuman tersebut memicu gelombang kritik dari para pelanggan setia Starbucks di Singapura.

Salah seorang pengguna Facebook bahkan mengecam keras kebijakan itu dengan menyebutnya sebagai langkah yang tidak masuk akal. Ia secara terbuka menyatakan niatnya untuk melakukan boikot terhadap seluruh jaringan kedai kopi asal Amerika Serikat tersebut di Singapura.

Respons dari masyarakat pun terbelah menjadi beberapa pendapat yang cukup kontras terkait isu pelarangan hewan peliharaan ini. Sebagian warga memberikan dukungan karena menganggap pemilik bisnis memiliki otoritas penuh untuk mengatur standar kebersihan di tempat usaha mereka.

Di sisi lain, banyak warga Muslim yang justru memberikan komentar bahwa keberadaan hewan di area luar kafe bukanlah suatu masalah besar bagi mereka. Mereka merasa tidak terganggu selama area makan utama tetap terjaga kebersihannya sesuai standar yang ada.

Klarifikasi dan Permintaan Maaf Starbucks

Menyadari situasi yang semakin memanas, Starbucks Singapura akhirnya merilis pernyataan resmi pada Rabu, 13 Mei 2026. Perusahaan bermaksud meluruskan informasi yang dianggap keliru dan menyebabkan kebingungan di tengah masyarakat terkait kebijakan ramah hewan.

Manajemen Starbucks menegaskan bahwa sebenarnya tidak ada perubahan pada kebijakan operasional mereka mengenai kehadiran hewan peliharaan di gerai. Mereka pun menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang timbul akibat kesalahan komunikasi pada papan pengumuman tersebut.

Daftar gerai Starbucks ramah hewan peliharaan yang populer di Singapura meliputi:

  • Gerai yang berlokasi di area hijau Jurong Lake Gardens.
  • Kedai kopi di kawasan wisata Bird Paradise.
  • Lokasi Starbucks di area terbuka Sentosa Sensoryscape.

Berdasarkan data di situs web resminya, Starbucks saat ini masih memiliki total 29 gerai yang tetap mengizinkan pengunjung membawa hewan peliharaan. Perusahaan berjanji akan memberikan informasi terbaru kepada pelanggan jika ada perubahan kebijakan operasional di masa mendatang.

Kepindahan Howard Schultz dari Seattle

Di tengah kabar operasional di Singapura, mantan CEO dan tokoh kunci Starbucks, Howard Schultz, dikabarkan sedang melakukan manuver pribadi. Schultz dilaporkan telah meninggalkan Seattle, Washington, untuk menetap di wilayah Florida yang dikenal dengan kebijakan pajak lebih rendah.

Schultz bersama istrinya dikabarkan telah membeli sebuah apartemen penthouse mewah di kawasan Surf Club, Surfside, Florida. Properti kelas atas yang berlokasi di dekat pesisir Miami tersebut ditaksir memiliki nilai fantastis mencapai USD 44 juta.

Keputusan pindah ini diduga kuat berkaitan dengan aturan pajak baru di negara bagian Washington yang menyasar individu-individu sangat kaya. Pemerintahan setempat baru saja menyetujui kebijakan pajak penghasilan bagi mereka yang berpenghasilan di atas USD 1 juta per tahun.

Beberapa poin penting mengenai aturan pajak baru di Washington adalah sebagai berikut:

  • Target subjek pajak adalah individu dengan penghasilan tahunan lebih dari Rp 17 miliar.
  • Besaran tarif pajak tambahan yang akan dikenakan mencapai sekitar 9,9 persen.
  • Kebijakan ini rencananya baru akan mulai diimplementasikan secara penuh pada tahun 2028 mendatang.

Dengan menetap di Florida, keluarga Schultz diperkirakan akan terhindar dari beban pajak tambahan yang cukup signifikan tersebut. Hal ini menarik perhatian publik karena kontras dengan pernyataan-pernyataan politik yang pernah ia sampaikan sebelumnya di hadapan media.

Saat sempat mempertimbangkan maju sebagai calon presiden Amerika Serikat pada 2019, Schultz vokal menyuarakan masalah ketimpangan ekonomi. Ia berjanji akan mengatasi jurang pemisah antara si kaya dan si miskin jika berhasil menduduki kursi kepemimpinan tertinggi.

Schultz bahkan pernah menyatakan bahwa pemerintah sudah seharusnya menaikkan beban pajak bagi kelompok masyarakat kelas atas untuk menunjukkan rasa keadilan. Namun, kepindahannya demi menghindari pajak lokal di Washington kini memicu diskusi mengenai konsistensi visi sosial dan kepentingan pribadinya.

Ringkasan Fakta Terkait Isu Starbucks

Berikut adalah tabel ringkasan mengenai poin-poin utama dari peristiwa yang melibatkan MUIS dan Starbucks Singapura untuk memudahkan pemahaman pembaca.

Aspek Informasi Keterangan Detail
Status Halal Belum ada pengajuan resmi yang diterima oleh pihak MUIS.
Tindakan MUIS Meminta Starbucks mencabut semua pengumuman proses transisi halal.
Lokasi Konflik Gerai Starbucks Parkland Green di kawasan East Coast Park.
Kebijakan Hewan Starbucks mengklarifikasi bahwa tidak ada perubahan kebijakan ramah hewan.
Isu Global Howard Schultz pindah ke Florida diduga untuk menghindari pajak kekayaan.

Tabel di atas merangkum dinamika yang terjadi, mulai dari teguran otoritas agama hingga pergeseran lokasi tinggal sang miliarder pemilik Starbucks. Hingga kini, masyarakat Singapura masih menunggu langkah nyata Starbucks dalam memenuhi standar yang diminta oleh MUIS.

Artikel terkait

Rekomendasi