Insiden menegangkan terjadi di wilayah udara internasional di atas Laut Hitam saat jet tempur Rusia melakukan aksi pencegatan terhadap pesawat pengintai milik Inggris. Jet tempur jenis Su-27 tersebut bermanuver sangat dekat hingga nyaris memicu kecelakaan di udara.
Kementerian Pertahanan Inggris melaporkan bahwa jet tempur Rusia tersebut terbang hanya dalam jarak enam meter dari pesawat mata-mata Rivet Joint RAF. Kondisi ini dinilai sangat berisiko mengingat pesawat Inggris sedang melaju pada kecepatan sekitar 500 mil per jam.
Manuver Berbahaya Jet Rusia di Laut Hitam
Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, memberikan pernyataan tegas terkait tindakan provokatif dari militer Rusia tersebut. Ia melabeli manuver pilot jet tempur Su-27 itu sebagai tindakan yang sangat berbahaya dan sama sekali tidak dapat diterima.
Healey menjelaskan bahwa jet Rusia tersebut melakukan enam kali perlintasan tepat di bagian hidung pesawat Rivet Joint yang tidak memiliki persenjataan. Aksi ini sangat berisiko menyebabkan tabrakan fatal yang berpotensi memicu krisis diplomatik skala besar antara kedua negara.
Berikut adalah detail kronologi dan fakta terkait insiden pencegatan tersebut:
- Lokasi Kejadian: Wilayah udara internasional di atas kawasan strategis Laut Hitam.
- Jarak Terdekat: Jet tempur Su-27 Rusia mendekati pesawat Inggris hingga jarak kritis enam meter.
- Intensitas Manuver: Pilot Rusia melakukan enam kali lintasan agresif di depan jalur terbang pesawat RAF.
- Dampak Teknis: Pada insiden terpisah, manuver jet Rusia memicu alarm darurat dan mematikan fungsi autopilot pesawat Inggris.
Rincian di atas menunjukkan betapa tingginya risiko keamanan yang harus dihadapi oleh personel Angkatan Udara Kerajaan Inggris saat menjalankan misi rutin. Meskipun berada di wilayah internasional, gangguan semacam ini terus berulang dalam beberapa waktu terakhir.
Rentetan Insiden Udara di Bulan April
Peristiwa ini ternyata bukan satu-satunya gangguan yang dilakukan oleh militer Rusia terhadap pesawat Inggris sepanjang bulan April lalu. Laporan resmi mencatat ada dua kejadian menonjol yang melibatkan jet tempur canggih milik Kremlin.
Selain aksi Su-27, sebuah jet tempur Su-35 Rusia juga dilaporkan terbang terlalu dekat dengan pesawat mata-mata Inggris. Saking dekatnya jarak tersebut, sistem keamanan darurat pada pesawat Inggris otomatis aktif dan memaksa kendali autopilot berhenti bekerja secara mendadak.
Sebagai informasi, pesawat Rivet Joint yang menjadi sasaran pencegatan merupakan platform pengintai elektronik yang dioperasikan oleh hingga 30 awak personel. Pesawat ini memiliki kemampuan memantau aktivitas elektronik dalam radius sekitar 150 mil untuk mendukung operasi pengawasan NATO di kawasan tersebut.
Tindakan Rusia ini dipandang sebagai bentuk intimidasi terhadap patroli udara yang dilakukan aliansi NATO di dekat perbatasan mereka. Hingga saat ini, pihak Inggris terus memantau pergerakan militer Rusia guna menjamin keselamatan operasional penerbangan mereka di masa mendatang.