Misbakhun Optimistis Target Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai
Mukhamad Misbakhun dan Sufmi Dasco Ahmad melaksanakan kunjungan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 18 Maret 2025. Ketua Komisi XI DPR, M. Misbakhun, menyatakan keyakinan bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto dapat tercapai. Dengan strategi yang tepat serta dukungan kebijakan yang kuat, Misbakhun yakin Indonesia punya potensi besar untuk kembali mencapai pertumbuhan tinggi seperti pada masa lalu.
Komisi XI, menurut Misbakhun, akan berperan aktif dalam mempersiapkan Indonesia mencapai target ini. Dia mendukung koordinasi erat antara Bappenas, Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia (BI) untuk mensinergikan kebijakan fiskal dan moneter. Dengan upaya ini, stabilitas ekonomi diharapkan terjaga dan kepercayaan pasar pun meningkat.
Misbakhun memperingatkan agar Indonesia tidak tertinggal dari negara-negara lain seperti Vietnam dan Filipina. Saat ini, ekonomi Vietnam sudah tumbuh 6% dan diprediksi akan mencapai 7% dalam waktu dekat. Sementara itu, Filipina juga menunjukkan peningkatan positif dalam pertumbuhan ekonominya.
Dia mengingatkan kembali tentang keberhasilan Indonesia pada era Soeharto, di mana pertumbuhan ekonomi stabil di angka 7%-8%. Pada masa itu, meskipun ruang fiskal terbatas, pemerintah tetap mampu menggerakkan sektor ekonomi dengan optimal. Model kebijakan terintegrasi ini membuat Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang dihormati di Asia.
Misbakhun menekankan betapa pentingnya menciptakan lapangan kerja selain pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, target 8% bukan hanya angka semata, tetapi juga membuka peluang pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan pertumbuhan yang pesat, dunia usaha akan semakin bergairah, investasi meningkat, dan kesejahteraan rakyat diharapkan semakin merata.
Pada acara Capital Market Forum 2025 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, ia menyatakan perlunya konsolidasi ekonomi secara menyeluruh. Pemerintah dan sektor swasta harus bekerja sama dalam menciptakan ekosistem yang mendukung daya saing dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Misbakhun optimistis bahwa dengan komitmen dan kolaborasi berbagai pihak, target 8% dapat tercapai. Ia berharap kebijakan yang diambil tidak hanya fokus pada jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang kuat untuk masa depan Indonesia. Sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang lebih solid dinilai sebagai kunci utama dalam mencapai target ambisius ini.
Apabila semua sektor dapat bersinergi, Indonesia mungkin kembali menjadi kekuatan ekonomi utama di kawasan Asia.
```