Menyusuri Lapangan Merah Rusia: Jejak Agung Tsar dan Ikon Soviet Terbaru 2026

Menyusuri Lapangan Merah Rusia: Jejak Agung Tsar dan Ikon Soviet Terbaru 2026
Foto: Menyusuri Lapangan Merah Rusia: Jejak Agung Tsar dan Ikon Soviet Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Bebatuan granit hitam kuno yang telah terpasang sejak tahun 1804 menjadi pijakan awal saat melangkah memasuki kawasan Lapangan Merah di Moskow, Rusia. Musim panas pada bulan Mei memberikan kenyamanan tersendiri bagi siapa pun yang ingin menikmati suasana kota ini tanpa harus terganggu udara dingin yang menusuk kulit.

Area seluas tujuh hektare ini bukan sekadar lapangan terbuka biasa, melainkan simbol sekaligus panggung utama bagi sejarah negara terbesar di dunia ini. Pengunjung dapat merasakan narasi panjang dari era Kekaisaran Tsar, ketegasan periode Uni Soviet, hingga wajah modern Rusia melalui deretan tembok bata merah yang menjulang tinggi.

Visualisasi sejarah tersebut semakin lengkap dengan kehadiran bangunan berarsitektur abad pertengahan dan keindahan gereja-gereja bersejarah yang ikonik. Atas undangan Pemerintah Rusia, Liputan6.com berkesempatan menyaksikan langsung lokasi yang setiap tahunnya menarik jutaan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pintu masuk menuju Lapangan Merah dimulai dari Gerbang Kebangkitan atau Voskresensky Gates yang menghubungkan Lapangan Manege dengan area utama. Tepat di depan gerbang tersebut, terdapat sebuah plakat perunggu yang menandai Titik Nol Kilometer dari seluruh jaringan jalan raya di Federasi Rusia.

Plakat ini dikelilingi oleh lingkaran kompas dengan simbol delapan penjuru mata angin, sementara Kapel Iverskaya berdiri kokoh tepat di hadapannya. Lokasi ini menjadi titik favorit bagi pengunjung untuk berfoto karena dipercaya memiliki tradisi unik untuk mewujudkan harapan agar bisa kembali lagi ke Moskow.

Para wisatawan biasanya berdiri di atas plakat perunggu tersebut sambil melemparkan koin dari balik bahu mereka sebagai simbol permohonan. Dahulunya, Lapangan Merah berfungsi sebagai lokasi sakral untuk upacara penobatan Raja dan Tsar Rusia yang penuh dengan kemegahan kerajaan.

Namun, fungsi lapangan ini telah bergeser menjadi pusat kegiatan masyarakat, mulai dari pidato kenegaraan, pelantikan presiden, hingga konser musik besar. Selain itu, lapangan ini juga menjadi saksi bisu parade militer kolosal yang tradisinya dimulai sejak era Uni Soviet dan tetap dilanjutkan oleh Federasi Rusia hingga saat ini.

Makna di Balik Nama Lapangan Merah

Banyak orang mungkin berasumsi bahwa nama Lapangan Merah berkaitan erat dengan ideologi komunisme atau peristiwa pertumpahan darah di masa lampau. Ada pula yang mengira nama tersebut merujuk pada warna dominan bata merah yang menyusun bangunan Kremlin di sekitarnya.

Padahal, secara historis, istilah "Merah" berasal dari kata dalam bahasa Rusia kuno yaitu Krasnaya yang memiliki makna yang sangat berbeda. Nama ini sudah digunakan jauh sebelum Revolusi Rusia terjadi atau sebelum paham komunisme menyebar di negara tersebut.

Pada abad ke-17, kata Krasnaya sebenarnya bermakna "cantik" atau "indah" untuk mendeskripsikan kekaguman masyarakat terhadap kemegahan lokasi ini. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan bahasa Rusia modern, arti kata tersebut perlahan bergeser menjadi warna "merah".

Jadi, penamaan tempat ini murni didasari oleh keindahannya yang memukau, bukan karena faktor politik atau warna fisik bangunan di sekitarnya. Kawasan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO ini dikelilingi oleh berbagai situs bersejarah yang sangat fenomenal.

Beberapa ikon utama yang berada di sekitar kawasan Lapangan Merah antara lain adalah:

  • Katedral Santo Basil: Gereja ortodoks dengan kubah warna-warni yang menjadi simbol visual Rusia di mata dunia.
  • Kremlin Moskow: Kompleks benteng bersejarah yang kini berfungsi sebagai istana kepresidenan dan pusat pemerintahan.
  • GUM (Glavny Universalny Magazin): Pusat perbelanjaan legendaris dengan arsitektur klasik yang mewah dan menawan.
  • Mausoleum Lenin: Bangunan monumen tempat disemayamkannya jasad pemimpin revolusi Uni Soviet, Vladimir Lenin.

Katedral Santo Basil atau dalam bahasa lokal disebut Sobor Vasiliya Blazhennogo memiliki bentuk yang unik dengan kubah menyerupai bawang yang cerah. Bangunan ini didirikan pada abad ke-16 atas perintah Tsar Ivan IV, atau yang dikenal sebagai Ivan the Terrible, antara tahun 1555 hingga 1561.

Arsitektur katedral ini merupakan perpaduan harmonis antara gaya Bizantium dan tradisi lokal Rusia yang sangat kuat. Olga, seorang pemandu wisata yang menemani rombongan, menjelaskan bahwa bangunan ini didirikan sebagai bentuk perayaan atas kemenangan militer di wilayah Kazan.

Kemegahan Arsitektur dan Jantung Pemerintahan

Struktur Katedral Santo Basil sebenarnya terdiri dari sembilan gereja berbeda yang disatukan dalam satu bangunan utama yang megah. Kesembilan bagian tersebut dilambangkan melalui bentuk kubah yang memiliki motif beragam, mulai dari pola spiral hingga bentuk yang menyerupai kobaran api.

Warna-warna yang digunakan sangat mencolok seperti merah, kuning, biru, dan hijau, sehingga sekilas terlihat menyerupai tumpukan permen lolipop raksasa. Detail ornamen putih pada dinding bata merahnya memberikan kontras yang indah, dengan menara tertinggi di tengah sebagai titik fokus utama arsitekturnya.

Tidak jauh dari situ, berdiri Kremlin yang telah dikenal luas oleh masyarakat internasional sebagai simbol kekuasaan Rusia. Kremlin merupakan benteng kuno yang dibangun sejak tahun 1500-an dan dianggap sebagai jantung spiritual serta administratif kota Moskow.

Di dalam kompleks benteng ini terdapat berbagai istana dan katedral penting yang dilindungi oleh tembok tinggi dengan menara-menara pengawas yang kokoh. Salah satu yang paling terkenal adalah Menara Spasskaya yang dilengkapi dengan jam besar bergaya klasik dan bintang merah khas Soviet di puncaknya.

Katedral-katedral di dalam kompleks Kremlin memiliki kubah emas yang akan berkilau dengan sangat indah saat terpapar sinar matahari. Di sisi lain lapangan, berdiri mal GUM yang merupakan pusat perbelanjaan tertua dan paling prestisius di Rusia dengan atap kaca yang sangat estetik.

Berikut adalah beberapa fakta penting mengenai bangunan bersejarah lainnya di sekitar Lapangan Merah:

Nama Bangunan Tahun Berdiri Fungsi Utama
Museum Sejarah Negara 1872 Pusat penyimpanan artefak prasejarah dan karya seni nasional Rusia.
Mausoleum Lenin 1924 Tempat peristirahatan terakhir dan pengawetan jenazah Vladimir Lenin.
Makam Tentara Tak Dikenal 1966 Monumen peringatan bagi prajurit Soviet yang gugur di Perang Dunia II.

Museum Sejarah Negara yang dirancang oleh Vladimir Sherwood tampil dengan gaya Kebangkitan Rusia yang menyerupai sebuah kastil megah. Museum nasional terbesar di negara ini menyimpan lebih dari 4,5 juta koleksi berharga yang menggambarkan perjalanan panjang bangsa Rusia dari masa ke masa.

Bagi pengunjung yang tertarik dengan sejarah politik, Mausoleum Lenin menjadi destinasi wajib yang memperlihatkan gaya arsitektur Soviet awal yang monumental. Bangunan berbentuk piramida bertingkat ini didominasi material granit serta marmer dengan nuansa warna gelap seperti abu-abu dan hitam.

Terakhir, terdapat Monumen Makam Tentara Tak Dikenal yang terletak di Taman Alexander, tepat di luar dinding Kremlin. Monumen ini memiliki api abadi yang terus menyala sebagai simbol penghormatan bagi pahlawan yang identitasnya tidak diketahui namun berjasa besar bagi negara.

Setiap harinya, pasukan Resimen Kremlin berdiri tegak menjaga lokasi ini dengan sangat disiplin dan penuh wibawa. Jika datang pada waktu yang tepat, para wisatawan dapat menyaksikan prosesi pergantian penjaga yang menjadi tontonan menarik di tengah sejarah Moskow.

Artikel terkait

Rekomendasi