Mengenal Tanaman Puring: Punya Corak Cantik dan Manfaat Kesehatan yang Banyak Dicari 2026

Mengenal Tanaman Puring: Punya Corak Cantik dan Manfaat Kesehatan yang Banyak Dicari 2026
Foto: Mengenal Tanaman Puring: Punya Corak Cantik dan Manfaat Kesehatan yang Banyak Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Tanaman puring yang memiliki nama ilmiah Codiaeum variegatum L. atau populer dengan sebutan kroton merupakan tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi cukup menjanjikan. Pada masa lalu, masyarakat sering kali hanya melihat puring sebagai tanaman pagar biasa atau tanaman yang banyak ditemukan di kawasan tempat pemakaman umum.

Namun, saat ini citra tanaman puring telah berubah drastis dan semakin diminati oleh para kolektor tanaman hias karena keunikan visualnya. Puring menawarkan variasi bentuk, warna, serta corak daun yang sangat beragam dan mampu menarik perhatian siapa pun yang melihatnya.

Berdasarkan informasi dari IPB Digitani pada Selasa, 12 Mei 2026, daya tarik utama dari tanaman ini memang terletak pada estetika daunnya yang sangat menawan. Karakteristik setiap jenis puring sangatlah unik, mulai dari bentuk daun yang memanjang, melengkung, hingga memiliki perpaduan warna seperti kuning, hijau, merah, oranye, dan ungu.

Selain berfungsi untuk mempercantik tata ruang, puring ternyata memiliki keunggulan ekologis karena kemampuannya dalam mendegradasi berbagai zat polutan di udara. Hal inilah yang membuat puring sering dipilih sebagai elemen pendukung program penghijauan, baik di lingkungan hunian pribadi maupun di area terbuka hijau perkotaan.

Kehadiran puring di halaman rumah tidak hanya memberikan nuansa yang asri bagi penghuninya, tetapi juga berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan kualitas udara sekitar. Hal yang menarik adalah puring juga menyimpan berbagai kandungan senyawa metabolit sekunder yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Beberapa senyawa penting yang terkandung di dalam tanaman ini antara lain adalah alkaloid, terpenoid, flavonoid, tanin, dan juga saponin. Berkat kandungan kimiawi tersebut, puring tidak sekadar berfungsi sebagai pemanis taman, namun juga dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan tradisional di berbagai belahan dunia.

Masyarakat di wilayah Pasifik Selatan, seperti di Papua Nugini, Fiji, Hawai, hingga ke beberapa daerah di Bangladesh, sudah lama mengenal khasiat puring. Mereka secara turun-temurun menggunakan bagian-bagian dari tanaman puring ini sebagai ramuan herbal untuk mengatasi berbagai jenis keluhan kesehatan.

Berikut adalah rangkuman mengenai beberapa manfaat kesehatan yang dipercayai ada pada tanaman puring:

  • Melancarkan Produksi Keringat: Daun puring yang masih muda sering kali diolah menjadi air rebusan untuk membantu mengeluarkan keringat agar tubuh terasa lebih segar.
  • Meredakan Sakit Perut: Tumbukan daun puring muda yang dibalurkan secara merata pada bagian perut dipercaya dapat meringankan rasa sakit atau mulas ringan.
  • Mengatasi Cacingan: Air rebusan dari bagian ranting muda puring digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu membasmi cacing di dalam tubuh.
  • Meningkatkan Nafsu Makan: Selain untuk cacingan, konsumsi air rebusan ranting muda juga diyakini efektif dalam meningkatkan kembali selera makan seseorang.
  • Melancarkan Pencernaan: Bagian akar puring yang diolah secara khusus dipercaya mampu mengatasi masalah sembelit atau kesulitan saat buang air besar.
  • Membantu Pengobatan Penyakit Tertentu: Secara tradisional, rebusan batang puring juga dimanfaatkan sebagai upaya tambahan dalam menangani penyakit menular seperti sifilis.

Berbagai manfaat tradisional tersebut menunjukkan bahwa bagian dari akar, batang, hingga daun puring memiliki potensi besar dalam dunia pengobatan herbal alami. Masyarakat biasanya mengolah bagian-bagian tersebut dengan cara yang sederhana namun tetap memperhatikan tradisi yang berlaku di wilayah masing-masing.

Manfaat untuk Keringat dan Sakit Perut

Daun puring yang masih muda dipercaya memiliki khasiat khusus untuk membantu memperlancar keluarnya keringat dari pori-pori kulit. Dalam prinsip pengobatan herbal, proses keluarnya keringat secara lancar dianggap sangat penting untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Oleh karena itu, banyak masyarakat yang mengonsumsi air rebusan daun puring secara rutin sebagai bentuk terapi alami bagi kesehatan fisik mereka. Selain untuk masalah keringat, puring juga menjadi solusi tradisional bagi mereka yang sering mengalami keluhan sakit perut ringan.

Metode penggunaan yang biasa dilakukan secara turun-temurun adalah dengan mengambil beberapa lembar daun puring muda, kemudian membersihkannya dengan air mengalir. Daun tersebut lalu ditumbuk hingga teksturnya menjadi halus, untuk kemudian dioleskan atau dibalurkan secara merata pada area perut yang terasa tidak nyaman.

Walaupun praktik ini sudah berlangsung lama di berbagai daerah, penting untuk diingat bahwa manfaat medis puring secara ilmiah masih membutuhkan riset lebih mendalam. Penggunaannya sebaiknya tetap dilakukan secara bijaksana dan tidak mengabaikan konsultasi medis profesional jika keluhan kesehatan yang dialami terus berlanjut.

Puring untuk Pencernaan dan Nafsu Makan

Bagian ranting muda dari tanaman puring juga memiliki kegunaan tradisional sebagai ramuan obat cacing dan pendorong nafsu makan. Cara mempersiapkannya cukup sederhana, yakni dengan merebus ranting muda tersebut hingga sari-sarinya keluar, lalu meminum airnya secara teratur dan berkala.

Ramuan alami ini dipercaya sangat efektif dalam menjaga stamina tubuh serta membangkitkan kembali keinginan untuk makan bagi mereka yang sedang lesu. Tak berhenti di situ, bagian akar tanaman puring juga diyakini memiliki manfaat besar bagi kelancaran sistem metabolisme pencernaan manusia.

Dalam praktik pengobatan tradisional, akar puring sering dijadikan andalan untuk mengatasi rasa mulas, sembelit, hingga gangguan buang air besar lainnya. Untuk mengolahnya, akar puring dihaluskan bersama tiga lembar daun dadap agar khasiatnya semakin maksimal bagi tubuh pemakainya.

Setelah dihaluskan, campuran tersebut diberi sedikit air dan diaduk hingga merata sebelum akhirnya disaring untuk diambil sarinya. Air hasil saringan itulah yang kemudian diminum oleh penderita gangguan pencernaan sebagai langkah penyembuhan secara alami dan tradisional.

Penggunaan Batang Puring dalam Pengobatan Sifilis

Selain daun, ranting, dan akar, bagian batang tanaman puring juga memegang peranan penting dalam khazanah pengobatan tradisional dunia. Salah satu manfaat yang dipercayai oleh sebagian masyarakat adalah kemampuannya dalam membantu mengatasi penyakit menular seksual seperti sifilis.

Proses pengolahannya melibatkan batang puring yang direbus bersama lima gelas air hingga mendidih dan volume airnya menyusut hingga tersisa setengahnya. Setelah suhunya mendingin, air rebusan batang puring tersebut biasanya diminum sebanyak tiga kali dalam sehari oleh orang yang membutuhkan.

Mengingat rasa dari air rebusan ini cenderung cukup pahit, beberapa orang sering menambahkan gula sebagai pemanis alami agar lebih mudah ditelan. Meskipun tanaman puring kaya akan potensi manfaat kesehatan, setiap orang diingatkan untuk selalu berhati-hati dalam melakukan pengolahan ramuan herbal ini.

Pengolahan tanaman obat tidak boleh dilakukan sembarangan karena memerlukan pengetahuan mendalam terkait jenis tanaman, cara pengolahan, hingga aturan pakainya. Berikut adalah beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan puring sebagai obat herbal tradisional.

Poin-poin penting dalam penggunaan puring sebagai tanaman obat:

  • Ketepatan Jenis Tanaman: Pastikan jenis puring yang digunakan adalah spesies yang benar-benar sesuai dengan referensi pengobatan tradisional yang ada.
  • Teknik Pengolahan: Proses pembersihan, penghalusan, dan perebusan harus dilakukan dengan higienis agar tidak menimbulkan kontaminasi bakteri jahat.
  • Aturan Konsumsi: Selalu ikuti dosis yang disarankan dalam praktik tradisional dan jangan mengonsumsinya secara berlebihan dalam jangka panjang.
  • Konsultasi Medis: Sangat disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional atau ahli herbal sebelum memulai pengobatan alternatif ini.

Hingga saat ini, efektivitas dan keamanan penggunaan puring sebagai obat medis masih terus memerlukan penelitian ilmiah yang lebih valid dan terukur. Masyarakat sangat dianjurkan untuk tetap waspada dan menjadikan ramuan tradisional ini sebagai pendukung, bukan pengganti utama dari pengobatan medis kedokteran.

Tabel Ringkasan Bagian Tanaman Puring dan Kegunaannya:

Bagian Tanaman Manfaat Tradisional Metode Penggunaan
Daun Muda Melancarkan keringat dan obat sakit perut Direbus atau ditumbuk untuk baluran
Ranting Muda Obat cacing dan penambah nafsu makan Direbus dan diminum airnya
Akar Melancarkan sembelit dan mulas Dihaluskan dengan daun dadap
Batang Membantu mengatasi gejala sifilis Direbus dalam waktu lama dan diminum

Tabel di atas merangkum bagaimana berbagai bagian dari tanaman puring dapat dimanfaatkan untuk keperluan kesehatan yang berbeda-beda sesuai tradisi setempat. Keindahan puring yang tampak dari luar ternyata sejalan dengan kekayaan kandungan kimiawi yang tersimpan di dalam jaringan tanamannya tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi