Mengenal Runner's Trot yang Sering Dialami Pelari Pace Lambat, Ini Kata Dokter 2026

Mengenal Runner's Trot yang Sering Dialami Pelari Pace Lambat, Ini Kata Dokter 2026
Foto: Mengenal Runner's Trot yang Sering Dialami Pelari Pace Lambat, Ini Kata Dokter 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Rasa mulas yang muncul tiba-tiba saat sedang mengikuti perlombaan lari merupakan salah satu tantangan paling menakutkan bagi para pelari. Kondisi ini sering kali memicu dilema besar, yakni memilih berhenti demi mencari toilet atau terus memacu kecepatan dengan risiko yang memalukan.

Fenomena ini dikenal luas di kalangan pelari sebagai runner's trot, sebuah gangguan saluran pencernaan yang kerap menyerang saat lari jarak jauh. Gejala yang muncul bisa bervariasi, mulai dari kram perut, rasa mual, keinginan untuk buang angin secara terus-menerus, hingga diare mendadak.

Memahami Penyebab Medis di Balik Runner's Trot

Secara medis, kondisi mulas di tengah perlombaan ini disebut sebagai exercise-induced gastrointestinal distress. Penjelasan ini disampaikan oleh dr. Antonius Andi Kurniawan, SpKO, seorang spesialis kedokteran olahraga yang menyoroti mekanisme tubuh saat melakukan aktivitas intens.

Penyebab utama dari gangguan ini adalah splanchnic ischemia, sebuah kondisi di mana tubuh mengatur ulang prioritas aliran darah. Saat seseorang berlari dengan intensitas tinggi, aliran darah akan dialihkan secara besar-besaran menuju otot-otot yang bekerja dan permukaan kulit untuk membantu pembuangan panas.

Akibatnya, aliran darah menuju usus dapat mengalami penurunan drastis hingga mencapai 80 persen dari volume normal. Usus yang kekurangan pasokan oksigen ini menjadi jauh lebih sensitif, sehingga pergerakan usus (motilitas) menjadi kacau dan menyebabkan rasa ingin buang air besar.

Mengapa Jarang Terjadi Saat Latihan?

Ada alasan kuat mengapa rasa mulas lebih sering muncul saat perlombaan dibandingkan ketika latihan biasa:

  • Intensitas Lari: Sebagian besar pelari memacu kecepatan saat race hingga di atas ambang batas 60-70 persen VO2max.
  • Ambang Batas Ischemia: Kondisi splanchnic ischemia mulai terasa signifikan ketika tubuh melewati ambang batas intensitas tersebut.
  • Redistribusi Darah: Semakin tinggi intensitas lari seseorang, semakin besar pula pengalihan darah dari sistem pencernaan menuju otot.
  • Faktor Psikologis: Ketegangan sebelum perlombaan juga dapat memperburuk sensitivitas usus bagi sebagian pelari.

Kondisi ini menjelaskan mengapa banyak peserta lari maraton merasa sehat saat sesi latihan harian, namun justru mengalami masalah pencernaan pada hari perlombaan. Hal ini membuktikan bahwa runner's trot adalah fenomena nyata yang dipicu oleh mekanisme fisiologis tubuh saat bekerja keras.

Ringkasan Fakta Medis Runner's Trot

Berikut adalah poin-poin utama yang menjelaskan gangguan pencernaan pada pelari sesuai dengan panduan medis:

Aspek Keterangan Medis
Nama Medis Exercise-induced gastrointestinal distress
Penyebab Utama Penurunan aliran darah ke usus (splanchnic ischemia)
Ambang Batas Intensitas lari 60-70% VO2max atau lebih tinggi
Gejala Umum Mulas, kram perut, kembung, dan diare

Data di atas menunjukkan bahwa risiko gangguan pencernaan berbanding lurus dengan seberapa keras seorang pelari memacu fisiknya. Memahami batas kemampuan tubuh dan mengatur strategi kecepatan dapat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko terjepit dalam situasi sulit ini.

Meskipun persiapan fisik dan latihan daya tahan sudah dilakukan berbulan-bulan, faktor biologis ini tetap bisa muncul secara tiba-tiba. Oleh karena itu, para pelari disarankan untuk memperhatikan asupan nutrisi dan pola makan sebelum lomba demi menjaga stabilitas sistem pencernaan mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi