Mengenal Brain Freeze, Ini Fakta Mengejutkan saat Tubuh Mengonsumsi Es Krim 2026

Mengenal Brain Freeze, Ini Fakta Mengejutkan saat Tubuh Mengonsumsi Es Krim 2026
Foto: Mengenal Brain Freeze, Ini Fakta Mengejutkan saat Tubuh Mengonsumsi Es Krim 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Menikmati es krim atau minuman dingin saat cuaca terik memang terasa sangat menyegarkan. Namun, bagi sebagian orang, kesegaran tersebut justru diikuti oleh rasa nyeri tajam yang tiba-tiba muncul di bagian kepala.

Fenomena medis ini sering disebut dengan istilah brain freeze atau sensasi kepala membeku. Meski terkesan mengkhawatirkan, kondisi ini sebenarnya merupakan reaksi alami tubuh yang umum terjadi pada banyak orang.

Mengenal Mekanisme Brain Freeze

Rasa sakit yang muncul setelah mengonsumsi sesuatu yang dingin merupakan bentuk pertahanan tubuh untuk menjaga suhu jaringan tetap stabil. Fokus utamanya berada pada langit-langit mulut bagian belakang yang dikenal sebagai ganglion sphenopalatine.

Area ini sangat sensitif karena dipenuhi oleh pembuluh darah dan ujung saraf. Ketika suhu dingin ekstrem menyentuh area tersebut, pembuluh darah akan menyempit secara mendadak sebagai respons awal.

Otak kemudian menganggap penurunan suhu drastis ini sebagai ancaman yang perlu segera diatasi. Untuk menormalkan suhu, otak secara otomatis mengirimkan aliran darah dalam jumlah besar ke area tersebut.

Proses ini menyebabkan pembuluh darah melebar kembali dengan sangat cepat setelah sebelumnya menyempit. Perubahan ukuran pembuluh darah yang terjadi secara instan inilah yang akhirnya memicu sinyal rasa sakit.

Mengapa Kepala yang Terasa Sakit?

Muncul pertanyaan mengapa rasa nyeri justru terasa di dahi atau pelipis, padahal pemicunya berada di dalam mulut. Hal ini berkaitan erat dengan letak ganglion sphenopalatine yang berdekatan dengan saraf trigeminal.

Saraf trigeminal merupakan salah satu jaringan saraf terbesar yang mengirimkan sinyal dari area dahi dan wajah ke otak. Akibat kedekatan ini, otak sering kali salah dalam menafsirkan asal datangnya sinyal nyeri tersebut.

Kondisi ini dalam dunia medis disebut sebagai "nyeri beralih" atau referred pain. Otak menangkap sinyal nyeri dari mulut namun memproyeksikannya ke area dahi, sehingga kita merasa sakit kepala.

Beberapa faktor dan kelompok yang lebih rentan mengalami sensasi ini antara lain:

  • Individu yang memiliki riwayat sering mengalami migrain atau sakit kepala sebelah.
  • Mengonsumsi makanan beku seperti es krim dengan cara digigit dalam potongan besar.
  • Meminum minuman dingin atau es serut secara terburu-buru dalam waktu singkat.

Berdasarkan laporan medis, penderita migrain cenderung memiliki saraf yang lebih sensitif terhadap perubahan suhu mendadak. Hal ini membuat mereka lebih sering merasakan sensasi kepala membeku dibandingkan orang lain.

Langkah Penanganan dan Pencegahan

Meskipun rasa nyerinya cukup intens, brain freeze biasanya bersifat sementara dan akan hilang dalam hitungan detik. Mengutip dari John Hopkins Medicine, durasi rasa sakit ini umumnya hanya berlangsung sekitar 20 hingga 30 detik saja.

Anda tidak perlu mengonsumsi obat pereda nyeri untuk mengatasi kondisi ini. Sering kali, efek obat baru bekerja saat rasa sakit tersebut sudah hilang dengan sendirinya seiring stabilnya pembuluh darah.

Berikut adalah cara praktis untuk meredakan nyeri saat mengalami brain freeze:

  • Segera tempelkan lidah atau ibu jari ke langit-langit mulut untuk memberikan suhu hangat.
  • Hentikan sementara konsumsi makanan atau minuman dingin yang sedang dinikmati.
  • Minumlah sedikit air hangat untuk membantu menyeimbangkan kembali suhu di area mulut.
  • Bernapaslah melalui mulut dan arahkan udara hangat ke bagian atas rongga mulut.

Langkah-langkah di atas bertujuan untuk mengembalikan suhu ganglion sphenopalatine ke kondisi normal dengan lebih cepat. Dengan suhu yang kembali stabil, pembuluh darah tidak akan lagi mengalami kontraksi yang memicu nyeri.

Cara terbaik untuk mencegahnya di kemudian hari adalah dengan menikmati es krim secara perlahan. Biarkan makanan dingin tersebut mencair sedikit di bagian depan mulut sebelum menyentuh bagian langit-langit belakang.

Artikel terkait

Rekomendasi