Banyak jemaah haji maupun umrah yang memimpikan momen menyentuh Ka'bah secara langsung saat melaksanakan tawaf di Baitullah. Keinginan ini sering kali membuat jemaah rela berdesakan di tengah kerumunan demi bisa menyentuh atau mencium bagian tertentu yang dianggap penuh keberkahan.
Meskipun keinginan tersebut sangat besar, tidak semua sudut atau dinding Ka'bah memiliki anjuran khusus untuk disentuh dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW hanya mencontohkan beberapa bagian tertentu saja yang memiliki keutamaan untuk didekati atau diusap saat sedang tawaf.
Daftar Bagian Ka'bah yang Utama untuk Disentuh
Berikut adalah beberapa area spesifik pada Ka'bah yang memiliki keutamaan berdasarkan tuntunan agama:
- Hajar Aswad: Batu hitam legam yang terletak di sudut timur ini merupakan titik awal sekaligus akhir dari setiap putaran tawaf.
- Rukun Yamani: Sudut yang posisinya tepat berada sebelum Hajar Aswad dan menjadi salah satu pilar penting bangunan Ka'bah.
- Multazam: Bagian dinding yang terletak di antara pintu Ka'bah dan posisi Hajar Aswad.
Setiap bagian tersebut memiliki cara penghormatan yang berbeda-beda sesuai dengan riwayat yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Pemahaman mengenai hal ini sangat penting agar jemaah dapat beribadah dengan tenang tanpa melakukan hal yang tidak disunahkan.
1. Keutamaan Hajar Aswad
Hajar Aswad adalah bagian yang paling diincar oleh jemaah dari seluruh dunia karena Rasulullah SAW diketahui mencium batu ini saat tawaf. Berdasarkan informasi dari Labbaik Hajj Umrah, mencium atau sekadar mengusap batu ini termasuk dalam amalan sunah.
Umar bin Khattab dalam sebuah riwayat Bukhari pernah menyampaikan sebuah pernyataan yang sangat terkenal mengenai batu ini. Ia menegaskan bahwa Hajar Aswad hanyalah sebuah batu yang tidak bisa memberikan manfaat maupun bahaya secara mandiri.
Umar berkata bahwa dirinya tidak akan pernah mencium batu tersebut jika bukan karena melihat Rasulullah SAW melakukannya. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan tersebut murni merupakan bentuk kepatuhan terhadap ajaran Nabi, bukan pemujaan terhadap benda.
Bagi jemaah yang menghadapi kondisi sangat padat, tidak perlu memaksakan diri untuk mendekat atau berdesakan hingga membahayakan diri. Cukup dengan memberikan isyarat tangan ke arah Hajar Aswad sambil mengucap takbir, maka hal itu sudah dianggap memadai.
2. Mengenal Rukun Yamani
Rukun Yamani adalah sudut Ka'bah yang posisinya berada tepat sebelum jemaah mencapai area Hajar Aswad. Berdasarkan berbagai riwayat, Rasulullah SAW terbiasa mengusap bagian ini ketika beliau sedang melaksanakan putaran tawaf.
Namun, terdapat perbedaan perlakuan antara Rukun Yamani dengan Hajar Aswad dalam praktik ibadah. Jemaah hanya dianjurkan untuk mengusapnya saja dengan tangan, tanpa perlu mencium bagian sudut tersebut.
Mengusap sudut ini hukumnya sunah, asalkan kondisi memungkinkan dan tidak sampai menyakiti atau mengganggu kenyamanan jemaah lain. Ibnu Umar pernah menyebutkan bahwa menyentuh Rukun Yamani dan Hajar Aswad memiliki keutamaan dalam menghapuskan dosa dan kesalahan.
Di sisi lain, tokoh ulama seperti Jabir bin Zaid senantiasa mengingatkan agar jemaah tetap menjaga ketertiban. Jemaah sangat disarankan untuk menghindari aksi saling dorong hanya demi bisa menjangkau sudut pilar ini.
3. Multazam sebagai Tempat Mustajab
Multazam dikenal sebagai area dinding Ka'bah yang berada tepat di antara pintu bangunan suci tersebut dan Hajar Aswad. Banyak jemaah yang berusaha mendekat ke sini untuk berdoa dengan menempelkan dada, tangan, atau wajah mereka ke dinding.
Keyakinan bahwa Multazam adalah tempat yang sangat mustajab untuk memanjatkan doa telah mengakar kuat di kalangan umat Muslim. Hal ini juga diperkuat dengan anjuran dari para ulama besar mengenai keberkahan di titik tersebut.
Mengutip laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Imam Syafi'i pernah memberikan anjuran terkait tempat istimewa ini. Beliau menyukai jika seseorang yang hendak berpisah dengan Baitullah atau saat tawaf wada' menyempatkan diri berdiri di Multazam.
Meskipun Multazam sangat istimewa, secara historis Rasulullah SAW lebih sering menyentuh Hajar Aswad dan Rukun Yamani secara rutin. Dalam hadis riwayat Muslim, disebutkan bahwa Nabi tidak pernah melewatkan untuk mengusap kedua sudut tersebut dalam kondisi apa pun.
Ringkasan Keutamaan Bagian Ka'bah
Tabel berikut merangkum perbedaan cara menyentuh bagian-bagian Ka'bah sesuai dengan sunah:
| Bagian Ka'bah | Anjuran Tindakan | Keterangan Tambahan |
|---|---|---|
| Hajar Aswad | Mencium atau Mengusap | Titik awal dan akhir tawaf; boleh isyarat tangan. |
| Rukun Yamani | Mengusap Saja | Tidak disunahkan untuk dicium; dilakukan jika longgar. |
| Multazam | Menempelkan Badan & Berdoa | Area antara pintu dan Hajar Aswad; tempat mustajab. |
Data di atas menunjukkan bahwa setiap bagian memiliki tata cara tersendiri yang perlu diperhatikan oleh jemaah. Dengan memahami tabel ini, diharapkan jemaah tidak salah kaprah dalam menjalankan ibadah sunah di sekitar Ka'bah.
Penting bagi jemaah untuk menyadari bahwa tidak seluruh bagian dinding Ka'bah memiliki keutamaan yang sama untuk disentuh. Menyentuh Ka'bah memang amalan yang baik, namun status hukumnya tetap sunah dan bukan merupakan kewajiban utama.
Terutama saat musim haji ketika kepadatan mencapai puncaknya, menjaga keselamatan diri adalah hal yang paling utama. Menghindari kerumunan yang berbahaya jauh lebih mulia daripada memaksakan diri menyentuh dinding Ka'bah sambil menyakiti orang lain.