Mengejutkan, Tulsi Gabbard Resmi Mundur dari Kepala Intelijen Trump 2026

Mengejutkan, Tulsi Gabbard Resmi Mundur dari Kepala Intelijen Trump 2026
Foto: Mengejutkan, Tulsi Gabbard Resmi Mundur dari Kepala Intelijen Trump 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kabar mengejutkan datang dari jajaran pemerintahan Donald Trump setelah Tulsi Gabbard memutuskan untuk menanggalkan jabatannya. Gabbard secara resmi mengundurkan diri dari posisi Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Gabbard melalui surat pengunduran diri yang diunggah di akun media sosial X pribadinya. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kepercayaan yang diberikan Presiden Trump selama ini.

Gabbard tercatat telah memimpin Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) selama satu setengah tahun terakhir. Ia merasa terhormat telah diberikan kesempatan untuk memimpin lembaga krusial tersebut di bawah kepemimpinan Trump.

Alasan di Balik Pengunduran Diri

Faktor keluarga menjadi alasan utama di balik keputusan besar yang diambil oleh Tulsi Gabbard. Ia mengungkapkan bahwa sang suami baru saja didiagnosis menderita kanker tulang yang tergolong langka.

Kondisi kesehatan suaminya membuat Gabbard memilih untuk fokus memberikan pendampingan selama masa pengobatan. Hal ini menjadi pertimbangan utama mengapa ia tidak bisa melanjutkan tugasnya sebagai kepala intelijen.

Donald Trump sendiri telah memberikan tanggapan resmi mengenai mundurnya Gabbard melalui platform Truth Social miliknya. Trump mengonfirmasi bahwa Gabbard akan meninggalkan jajaran administrasi pemerintahan secara efektif pada 30 Juni mendatang.

Presiden Trump memuji kinerja Gabbard yang dinilai sangat luar biasa selama menjalankan tugasnya. Ia mengaku sangat menyayangkan kepergian Gabbard dan menyatakan bahwa pemerintah akan merasa kehilangan sosoknya.

Transisi Kepemimpinan di Badan Intelijen

Untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan Gabbard, Trump telah menyiapkan langkah transisi agar operasional tetap berjalan. Nama Aaron Lukas muncul sebagai sosok yang akan memegang kendali sementara.

Berikut adalah detail mengenai transisi kepemimpinan di Kantor Direktur Intelijen Nasional:

  • Tanggal Efektif Mundur: Tulsi Gabbard resmi berhenti pada 30 Juni 2026.
  • Pejabat Pelaksana Tugas: Aaron Lukas akan menjabat sebagai Plt Direktur Intelijen Nasional.
  • Jabatan Sebelumnya: Aaron Lukas saat ini merupakan Wakil Direktur Utama Intelijen Nasional.

Langkah ini diambil agar koordinasi antarlembaga intelijen di Amerika Serikat tetap solid selama masa transisi. Aaron Lukas diharapkan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dengan baik hingga ada penunjukan resmi selanjutnya.

Profil dan Perjalanan Politik Tulsi Gabbard

Tulsi Gabbard memiliki latar belakang karier yang cukup berwarna dalam kancah politik Amerika Serikat. Sebelum bergabung dengan pemerintahan Trump, ia sempat menjabat sebagai anggota Kongres AS dari Partai Demokrat selama delapan tahun.

Kariernya di Kongres berlangsung sejak tahun 2013 hingga berakhir pada 2021. Pada pemilu 2020, Gabbard bahkan sempat mencoba peruntungannya dengan mencalonkan diri sebagai bakal calon presiden AS.

Selain berkiprah di politik, Gabbard juga merupakan mantan anggota Garda Nasional Hawaii yang pernah dikirim ke medan perang. Pengalamannya saat invasi AS ke Irak sangat memengaruhi pandangannya yang menentang keras campur tangan militer di luar negeri.

Setelah keluar dari Partai Demokrat, Gabbard akhirnya berlabuh dan memberikan dukungan kepada Donald Trump. Padahal, sebelumnya ia dikenal sebagai salah satu kritikus yang paling vokal terhadap kebijakan-kebijakan Trump.

Keputusannya mendukung Trump didasari oleh janji sang presiden untuk mengakhiri keterlibatan militer AS dalam berbagai konflik internasional. Bagi Gabbard, visi anti-intervensionis tersebut sangat sejalan dengan prinsip yang ia pegang selama ini.

Artikel terkait

Rekomendasi