Penyanyi internasional Shakira baru saja meraih kemenangan besar dalam persidangan melawan otoritas pajak Spanyol. Pengadilan Tinggi Nasional Spanyol telah memberikan instruksi resmi kepada pemerintah untuk mengembalikan dana yang jumlahnya sangat fantastis.
Jumlah uang yang harus dikembalikan kepada pelantun lagu "Hips Don't Lie" tersebut mencapai lebih dari 55 juta euro atau sekitar Rp1,13 triliun. Putusan hukum ini resmi dikeluarkan setelah Shakira berhasil memenangkan gugatan terkait sengketa pajak yang terjadi pada tahun 2011 silam.
Berdasarkan salinan putusan pengadilan yang dirilis pada 18 Mei, hakim menyimpulkan bahwa otoritas pajak tidak mampu membuktikan klaim mereka. Pihak pemerintah gagal menunjukkan bukti kuat bahwa Shakira menetap di Spanyol selama lebih dari 183 hari pada tahun tersebut.
Angka 183 hari merupakan batasan hukum yang krusial karena menentukan kewajiban seseorang menjadi wajib pajak residen di Spanyol. Jika seseorang tinggal kurang dari durasi tersebut, maka mereka tidak diwajibkan membayar pajak penghasilan pribadi secara penuh di sana.
Hasil persidangan justru mengungkap fakta bahwa Shakira hanya menghabiskan waktu selama 163 hari di negara tersebut. Pengadilan menilai pemerintah tidak memiliki dasar hukum yang kuat untuk menyatakan bahwa pusat kepentingan ekonomi sang penyanyi berada di Spanyol.
Keputusan ini mewajibkan badan pajak Spanyol untuk mengembalikan seluruh uang yang telah dibayarkan oleh Shakira. Selain nilai pokok, pemerintah juga harus menyertakan bunga hukum sebagai kompensasi atas dana yang sempat tertahan.
Rincian pengembalian dana yang akan diterima oleh Shakira:
- Dana pajak penghasilan sebesar 24 juta euro atau setara dengan Rp493,9 miliar.
- Denda atas dugaan pelanggaran hukum yang mencapai hampir 25 juta euro atau sekitar Rp514,7 miliar.
- Pembatalan total seluruh sanksi finansial lainnya yang sebelumnya dijatuhkan oleh otoritas pajak.
Pihak otoritas awalnya mengategorikan kasus Shakira sebagai pelanggaran yang sangat serius sehingga memberikan denda dalam jumlah besar. Namun, dengan adanya putusan terbaru ini, status Shakira sebagai wajib pajak residen untuk periode 2011 dinyatakan tidak berlaku.
Kabar kemenangan hukum ini datang di saat sang diva sedang mempersiapkan diri untuk menutup rangkaian tur dunia miliknya. Tur bertajuk "Women Don't Cry Anymore" tersebut dijadwalkan akan mengadakan konser residensi di Madrid mulai September mendatang.
Kehidupan pribadi Shakira di Spanyol memang telah menjadi sorotan publik sejak ia menjalin hubungan dengan mantan bintang sepak bola, Gerard Pique. Keduanya tinggal bersama di Barcelona selama lebih dari sepuluh tahun sebelum akhirnya memutuskan berpisah pada tahun 2022.
Kisah cinta mereka sendiri bermula saat pertemuan di lokasi syuting video klip lagu resmi Piala Dunia 2010, "Waka Waka". Setelah mengakhiri hubungan tersebut, penyanyi yang memiliki nama lengkap Shakira Isabel Mebarak Ripoll ini memilih untuk pindah ke Miami.
Shakira kini menetap di Amerika Serikat bersama kedua putranya untuk memulai lembaran hidup yang baru. Sejak kasus ini bergulir, ia secara konsisten memberikan pembelaan mengenai status kependudukannya di hadapan hukum.
Ia menegaskan bahwa dirinya baru benar-benar menetap secara permanen di Barcelona pada akhir tahun 2014. Domisili pajaknya pun secara resmi baru dipindahkan dari Bahama ke Spanyol pada tahun 2015 setelah pertimbangan matang.
Sengketa tahun 2011 ini sebenarnya hanya satu bagian dari rangkaian masalah hukum panjang yang ia hadapi di Spanyol. Otoritas pajak setempat diketahui juga sempat mengincar penghasilan sang artis untuk periode tahun 2012 hingga 2014.
Selain itu, terdapat pula sengketa terpisah pada tahun 2018 yang menuduh adanya kejanggalan dalam pelaporan pajak rutinnya. Untuk menghindari proses persidangan yang melelahkan dalam kasus penipuan pajak yang lebih luas, ia sempat menyepakati perdamaian pada 2023.
Dalam proses penyelidikannya, kantor pajak Spanyol dikenal sangat agresif dalam memburu bukti-bukti keberadaan Shakira. Mereka bahkan memantau seluruh unggahan media sosial sang bintang untuk melacak lokasinya sehari-hari.
Upaya investigasi intensif yang dilakukan oleh otoritas pajak Spanyol meliputi:
- Pemanggilan puluhan saksi mulai dari penata rambut pribadi hingga orang-orang yang tinggal di sekitar rumahnya.
- Pelacakan transaksi keuangan harian untuk membuktikan aktivitas ekonomi di wilayah Spanyol.
- Analisis mendalam terhadap dokumentasi perjalanan internasional yang dilakukan selama masa sengketa.
Shakira sempat menyampaikan rasa frustrasinya dan menyamakan pemeriksaan ketat tersebut dengan proses pengadilan kuno yang kejam. Dalam sebuah surat terbuka pada tahun 2024, ia mengkritik tajam sikap pihak berwenang yang ia anggap tidak objektif.
Ia merasa bahwa otoritas pajak lebih berambisi untuk merusak reputasi publiknya daripada mendengarkan argumen hukum yang sah. Baginya, tindakan agresif tersebut seolah-olah dilakukan hanya untuk menjadikannya contoh publik tanpa memperhatikan fakta yang ada.
Kemenangan di Pengadilan Tinggi Nasional ini menjadi bukti kuat bagi tim hukum Shakira bahwa klaim mereka selama ini benar. Keputusan ini diharapkan dapat menutup satu babak kelam dalam perjalanan hukumnya selama tinggal di Benua Biru.