Aktris berbakat Raline Shah kembali mencuri perhatian dunia saat menghadiri ajang bergengsi Festival Film Cannes ke-79. Kehadirannya pada 14 Mei 2026 tersebut dilakukan dalam rangka menghadiri acara Women in Cinema Gala.
Acara yang diprakarsai oleh Red Sea Film Foundation ini memiliki misi penting dalam industri sinema global. Fokus utamanya adalah merayakan dan meningkatkan eksistensi para sineas perempuan dari wilayah Arab, Afrika, dan Asia.
Para sineas ini dianggap sebagai penggerak perubahan positif melalui karya-karya naratif yang mereka hasilkan. Raline Shah sendiri tampil mempesona dengan pilihan busana yang menonjolkan identitas budaya Indonesia.
Bintang film 5cm tersebut memilih kebaya modern hasil rancangan desainer ternama Sapto Djojokartiko. Penampilannya semakin mewah dengan paduan perhiasan berkilau dari jenama perhiasan mewah, Chopard.
Detail Busana Kebaya Raline Shah
Raline tampil memukau mengenakan gaun kebaya berwarna putih yang dikombinasikan dengan bustier berwarna merah muda lembut. Bagian luarnya dihiasi sheer lace dengan bordir panjang yang menjuntai indah hingga menyentuh lantai.
Untuk bagian bawah, ia mengenakan rok berwarna pink bubble gum yang memberikan kesan segar. Penampilannya dipermanis dengan selendang berwarna senada yang melengkapi keanggunannya malam itu.
Raline menata rambutnya dengan gaya up do yang simpel namun tetap memberikan kesan formal dan elegan. Kehadirannya merupakan undangan resmi dari Red Sea Film Foundation sebagai bagian dari kampanye kegiatan tersebut.
Melalui keterangan resminya, Raline mengungkapkan rasa bangganya bisa menyaksikan langsung apresiasi terhadap perempuan di dunia film. Ia berharap ruang bagi sineas perempuan di forum internasional akan terus terbuka lebar.
Daftar peraih penghargaan dalam Women in Cinema Gala 2026:
- Kamila Andini, sutradara berbakat asal Indonesia.
- Laïla Marrakchi, sineas ternama dari Maroko.
- Genevieve Nnaji, aktris sekaligus produser dari Nigeria.
- Tara Sutaria, aktris dan penyanyi populer asal India.
Selain malam penghargaan, Red Sea Film Foundation juga menyelenggarakan berbagai agenda industri lainnya. Terdapat panel "Meet the Foundation" di Paviliun Saudi serta sesi jejaring bagi para pelaku film dunia.
Konsistensi Memperkenalkan Kebaya di Panggung Dunia
Ini bukanlah kali pertama Raline Shah memilih kebaya untuk tampil di karpet merah Festival Film Cannes. Pada tahun 2024 silam, ia juga mengenakan kebaya putih gading rancangan Sapto Djojokartiko yang diberi nama Yayi Darpana.
Kebaya tersebut memiliki desain unik off shoulder untuk memperlihatkan kalung berlian zamrud dari Chopard. Detail kancing bulat di bagian depan menambah kesan klasik namun modern pada busana tersebut.
Kala itu, Raline memadukan kebayanya dengan kain ulos motif tumtuman berwarna pastel dari Tobatenun. Dalam budaya Batak, tumtuman melambangkan keharmonisan dan kebahagiaan yang digenggam erat.
Raline menegaskan komitmennya untuk terus memperkenalkan keindahan busana tradisional Indonesia kepada dunia. Ia berharap kebaya bisa mendunia seiring dengan prestasi film-film karya anak bangsa di kancah internasional.
Informasi ringkas mengenai penampilan Raline Shah di Cannes dari tahun ke tahun:
| Tahun | Jenis Busana | Desainer / Jenama |
|---|---|---|
| 2026 | Kebaya Putih & Rok Pink | Sapto Djojokartiko |
| 2024 | Kebaya Yayi Darpana & Ulos | Sapto Djojokartiko |
| 2023 | Kebaya Janggan & Batik | Sapto Djojokartiko & Iwan Tirta |
| 2023 (Premier) | Kebaya Biru Safir | Maison Baaz Couture |
Tabel di atas menunjukkan konsistensi Raline Shah dalam mempromosikan wastra nusantara di setiap kehadirannya. Penggunaan desainer lokal menjadi bukti dukungannya terhadap industri mode dalam negeri.
Kenangan Penampilan di Cannes 2023
Pada Festival Film Cannes 2023, Raline juga menarik perhatian dengan kebaya janggan bordir putih mutiara. Busana tersebut dipadukan dengan jarik batik Iwan Tirta dalam acara Cinema of Indonesia.
Gaya yang simpel namun anggun membuatnya bebas bergerak dan berinteraksi dengan sineas lainnya. Raline mengaku selalu mendapatkan inspirasi baru setiap kali menghadiri festival film terbesar di dunia ini.
Momen ikonik lainnya terjadi saat ia menghadiri premier film Killers of The Flower Moon. Raline mengenakan kebaya Jawa berwarna biru safir dengan ekor panjang yang menyapu lantai karpet merah.
Ia memadukan kebaya megah tersebut dengan kain batik bermotif pucuk rebung yang kaya akan filosofi. Aksesori kalung dan cincin berlian safir dari Chopard menjadi pelengkap sempurna penampilannya yang glamor.
Raline sempat menyapa penggemarnya melalui media sosial dan mengungkapkan kegembiraannya bisa memakai batik saat cuaca cerah. Meski sebelumnya sempat diguyur hujan deras, semangatnya memperkenalkan budaya Indonesia tidak surut sedikit pun.
Artis berdarah Melayu ini terus membuktikan bahwa ia bukan sekadar tamu, melainkan representasi budaya di mata dunia. Kehadirannya selalu dinantikan oleh para pengamat mode dan pecinta film internasional.