Melestarikan Tradisi Lisan, Festival Dongeng Legenda Banten 2026 Terbaru Banyak Dicari

Melestarikan Tradisi Lisan, Festival Dongeng Legenda Banten 2026 Terbaru Banyak Dicari
Foto: Melestarikan Tradisi Lisan, Festival Dongeng Legenda Banten 2026 Terbaru Banyak Dicari. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Tradisi lisan melalui mendongeng masih memegang peranan krusial sebagai sarana mendidik karakter anak di tengah gempuran zaman. Nilai-nilai moral dan etika dapat tersampaikan dengan cara yang menyenangkan melalui cerita-cerita yang diwariskan secara turun-temurun.

Di Provinsi Banten, upaya melestarikan kekayaan budaya ini diwujudkan melalui ajang Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten 2026. Acara yang berlangsung meriah ini bertujuan untuk memastikan legenda lokal tetap hidup di hati generasi muda.

Menanamkan Nilai Karakter Sejak Dini

Gubernur Banten, Andra Soni, menekankan bahwa budaya tutur merupakan fondasi utama dari identitas masyarakat Banten. Saat menghadiri babak final festival tersebut di Pendopo Gubernur Banten, Serang, ia menyebutkan bahwa mendengarkan cerita bukan sekadar aktivitas hiburan.

Menurutnya, melalui dongeng, orang tua dan pendidik sebenarnya sedang menanamkan benih moral bagi calon pemimpin masa depan. Pendidikan karakter yang dibungkus dalam narasi dongeng dinilai lebih efektif dan membekas pada ingatan anak-anak.

Andra Soni juga menambahkan bahwa keterampilan mendongeng sangat baik untuk mengasah berbagai aspek kognitif dan sosial anak. Dengan mendongeng, anak-anak belajar melatih daya ingat, mengatur intonasi suara, mengekspresikan emosi, hingga membangun kepercayaan diri.

Kemampuan untuk tampil di depan umum merupakan aset berharga yang bisa dipupuk sejak masa kanak-kanak melalui hobi ini. Selain itu, dongeng menjadi jembatan bagi anak-anak untuk lebih mengenal sejarah dan asal-usul daerah mereka sendiri.

Mempopulerkan Legenda Lokal Banten

Banten memiliki kekayaan cerita rakyat yang sangat beragam namun masih banyak yang belum dikenal luas oleh masyarakat umum. Beberapa di antaranya adalah kisah asal-usul Pandeglang dan legenda Batu Kuwung yang mengandung nilai religius dan kepahlawanan.

Melalui festival dongeng, cerita-cerita yang sarat akan makna kebersamaan ini diangkat kembali ke permukaan. Gubernur berharap kekayaan budaya ini terus dihidupkan agar tidak hilang ditelan waktu dan tetap menjadi bagian dari kebanggaan warga.

Festival bertajuk "Menghidupkan Legenda Banten, Menginspirasi Masa Depan" ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pemerintah daerah. Inisiatif yang digagas oleh Navaswara ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang resmi dalam perayaan HUT Provinsi Banten.

Kesinambungan acara semacam ini sangat penting untuk menjamin regenerasi pelestari budaya tutur di Banten. Dengan dukungan pemerintah, diharapkan gaung tradisi lisan ini bisa mencapai skala yang lebih luas di masa mendatang.

Antusiasme Peserta Melampaui Target

Cahaya Manthovani selaku Managing Director Navaswara dan ketua panitia pelaksana menyambut baik dukungan dari Gubernur Banten. Ia menjelaskan bahwa pemilihan Banten sebagai lokasi kedua setelah Jakarta pada 2025 didasari oleh potensi daerahnya yang strategis.

Secara letak geografis, Banten sangat dekat dengan ibu kota sehingga memudahkan akses koordinasi dan promosi. Namun, alasan utama lainnya adalah besarnya potensi bakat anak-anak dan masyarakat umum di wilayah ini yang ingin mereka gali lebih dalam.

Fakta mengenai partisipasi peserta dalam ajang Festival Storytelling Banten 2026 :

  • Jumlah peserta yang mendaftar mencapai angka sekitar 500 orang dari berbagai tingkatan usia.
  • Kategori lomba mencakup tingkat sekolah dasar (SD) hingga kategori umum atau mahasiswa.
  • Animo masyarakat Banten disebut jauh melampaui ekspektasi awal tim penyelenggara.
  • Para peserta menunjukkan persiapan yang matang, mulai dari kostum unik hingga properti pendukung yang kreatif.

Cahaya mengaku sangat terkesan dengan penampilan para peserta, terutama anak-anak yang mampu menghafal cerita dalam durasi yang cukup panjang. Ketangguhan mereka dalam menjaga atensi penonton selama tiga hingga tujuh menit adalah prestasi yang luar biasa.

Ia bahkan menyatakan banyak belajar dari semangat dan penguasaan panggung yang ditunjukkan oleh para pendongeng cilik tersebut. Hal ini membuktikan bahwa minat terhadap literasi dan seni tutur di Banten masih sangat tinggi.

Tahapan Seleksi dan Penilaian Kompetisi

Kompetisi mendongeng ini dirancang secara sistematis dengan pembagian kategori yang jelas untuk mengakomodasi berbagai jenjang pendidikan. Setiap kategori memiliki penamaan unik yang mencerminkan filosofi pertumbuhan generasi muda.

Berikut adalah klasifikasi kategori lomba yang dipertandingkan dalam festival tersebut :

  • Benih Nusantara: Ditujukan bagi siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI).
  • Tunas Nusantara: Dikhususkan bagi pelajar tingkat SMP atau Madrasah Tsanawiyah (MTs).
  • Kuntum Nusantara: Diikuti oleh siswa tingkat SMA, SMK, atau Madrasah Aliyah (MA).
  • Ranting Nusantara: Kategori yang diperuntukkan bagi mahasiswa serta masyarakat umum.

Proses seleksi dimulai sejak tanggal 1 April hingga 5 Mei 2026 melalui pengiriman video secara daring di media sosial Instagram. Setelah melalui penilaian ketat oleh dewan juri, para semifinalis terpilih tampil secara langsung pada 16 Mei 2026.

Puncak acara atau babak final digelar sehari setelahnya untuk menentukan siapa yang berhak menyandang gelar juara. Dewan juri terdiri dari para ahli di bidang dongeng, termasuk perwakilan dari komunitas Ayo Dongeng Indonesia.

Daftar Pemenang Festival Storytelling Banten 2026

Setelah melalui persaingan yang cukup sengit namun tetap menjunjung tinggi sportifitas, juri akhirnya memutuskan para pemenang. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras peserta dalam membawakan cerita rakyat dengan gaya yang paling memukau.

Daftar lengkap peraih juara berdasarkan masing-masing kategori lomba :

Kategori Nama Pemenang Asal Instansi / Sekolah
Benih Nusantara (SD) 1. Dira Maulida SDN Serang 13
Benih Nusantara (SD) 2. Akasha Aljazari Knizia SD Cikal Harapan BSD
Benih Nusantara (SD) 3. Ameera Khanza Ghassani SDN Bojonegara 1
Tunas Nusantara (SMP) 1. Salsabila Nur Afiyah MTSN 1 Kota Tangerang Selatan
Tunas Nusantara (SMP) 2. Mikaila Ladia Rumagit MTSN 1 Pandeglang
Tunas Nusantara (SMP) 3. Si Rista Maulida SMP Negeri 11 Kota Serang
Kuntum Nusantara (SMA) 1. Ridho Ardiansyah SMKN 6 Kota Tangerang Selatan
Kuntum Nusantara (SMA) 2. Dhiya Rohadatul 'Aisy SMAN 11 Tangerang Selatan
Kuntum Nusantara (SMA) 3. Kayla Rafa Nareswari SMAN 1 Kota Serang
Ranting Nusantara (Umum) 1. Dinda Eka Savitri Umum
Ranting Nusantara (Umum) 2. Maya Meliasari Universitas Bina Bangsa
Ranting Nusantara (Umum) 3. Refina Universitas Pamulang

Selain kategori utama, panitia juga memberikan penghargaan khusus untuk peserta favorit dan kostum terbaik. Gelar Juara Favorit berhasil diraih oleh Kyoren Rheandra Wicaksono dari SD IT Auliya, sedangkan kategori Kostum Terbaik dimenangkan oleh Refina dari Universitas Pamulang.

Keberhasilan acara di Banten ini menjadi pemacu semangat bagi Navaswara untuk melanjutkan estafet pelestarian budaya ke provinsi lain. Jawa Barat telah dipastikan menjadi destinasi berikutnya untuk perhelatan festival dongeng pada Juli 2026 mendatang.

Pihak penyelenggara menyatakan sangat terbuka bagi daerah-daerah lain di Indonesia yang ingin bekerja sama menjadi tuan rumah. Tujuannya adalah agar tradisi mendongeng kembali menjadi bagian gaya hidup masyarakat di seluruh penjuru Nusantara.

Artikel terkait

Rekomendasi