Mayapada Hospital kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam dunia kesehatan internasional dengan menghadirkan standar medis terbaru di Indonesia. Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) kini menjadi fasilitas kesehatan pertama di tanah air yang menerapkan protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS®) untuk operasi penggantian lutut menggunakan teknologi robotik.
Langkah inovatif ini secara resmi membawa Mayapada Hospital Surabaya masuk ke dalam jaringan ERAS® Society, sebuah organisasi medis global yang fokus pada pengembangan standar pemulihan pascaoperasi berbasis data ilmiah. Pengakuan membanggakan ini diumumkan dalam ajang ERAS Congress 2026 yang berlangsung di Singapura pada pertengahan Mei lalu.
Penerapan program ERAS® sendiri merupakan sebuah metode multidisiplin yang dirancang khusus untuk meminimalkan dampak stres fisik akibat tindakan pembedahan. Fokus utama dari pendekatan ini adalah mempercepat proses penyembuhan pasien serta memastikan pengalaman perawatan yang jauh lebih nyaman dan aman.
Sistem ini telah menjadi standar emas di berbagai rumah sakit terkemuka di wilayah Amerika Serikat, Eropa, hingga Australia karena efektivitasnya dalam meningkatkan hasil klinis. Keberadaan protokol ini di Indonesia menandai transformasi besar dalam layanan bedah modern yang lebih berorientasi pada kebutuhan dan kenyamanan pasien.
Standar Baru dalam Bedah Penggantian Lutut
Chief Medical Officer Mayapada Healthcare, dr. Dini Handayani, MD, MARS, FISQua, FIPC, menjelaskan bahwa keberhasilan operasi lutut kini tidak hanya bergantung pada kecanggihan alat medis. Beliau menekankan bahwa faktor kunci sesungguhnya terletak pada seberapa efektif pasien dapat pulih kembali ke kondisi normal.
Dokter Dini mengungkapkan bahwa tujuan akhir dari layanan ini adalah agar pasien bisa beraktivitas kembali dalam waktu yang jauh lebih singkat. Dengan protokol ini, kepuasan pasien meningkat karena hasil klinis yang didapatkan lebih konsisten dibandingkan metode operasi tradisional.
Layanan Robotic Total Knee Replacement (TKR) di Mayapada Hospital berdiri di atas tiga landasan utama:
- Pemanfaatan teknologi robotik untuk menjamin tingkat presisi tindakan yang sangat tinggi.
- Implementasi protokol pemulihan intensif ERAS® yang terstandarisasi secara internasional.
- Sinergi dari berbagai disiplin ilmu kedokteran untuk menangani kondisi pasien secara menyeluruh.
Ketiga pilar di atas memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang akurat dan terintegrasi dari awal hingga masa rehabilitasi. Strategi ini dirancang untuk meminimalkan risiko kesalahan manusia serta memaksimalkan efektivitas setiap prosedur medis yang dilakukan.
Dukungan Teknologi dan Perluasan Layanan
Dalam menjalankan prosedur Robotic TKR, Mayapada Hospital Surabaya mengandalkan VELYS™ Robotic-Assisted Solution. Perangkat canggih ini berfungsi membantu tim dokter dalam memposisikan implan dengan akurasi yang hampir sempurna dan minim risiko pergeseran.
Setelah sukses di Surabaya, Mayapada Healthcare berencana memperluas penerapan protokol ERAS® ke jaringan rumah sakit mereka lainnya. Unit Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Mayapada Hospital Kuningan akan menjadi fokus pengembangan selanjutnya demi memberikan akses kesehatan yang merata.
Meski mengedepankan teknologi mutakhir, dr. Dini menegaskan bahwa peran manusia tetap menjadi yang utama dalam setiap keputusan medis. Teknologi canggih hanyalah alat bantu untuk meningkatkan akurasi, sementara keahlian klinis dokter tetap menjadi penentu utama dalam memberikan perawatan terbaik.
Berikut adalah ringkasan manfaat klinis dari kombinasi teknologi robotik dan protokol ERAS®:
| Indikator Pemulihan | Metode Konvensional | Metode ERAS® & Robotik |
|---|---|---|
| Durasi Rawat Inap | Sekitar 5 Hari | Hanya 2 Hari |
| Waktu Pemulihan Fisik | Standar Normal | 50% Lebih Cepat |
| Risiko Komplikasi | Standar Risiko | Menurun hingga 60% |
| Risiko Operasi Revisi | Tinggi | Turun lebih dari 30% |
Data di atas menunjukkan betapa signifikan perbedaan kualitas pemulihan yang dirasakan oleh pasien. Dengan efisiensi waktu rawat inap dan penurunan risiko komplikasi, beban biaya dan mental pasien pun dapat berkurang secara drastis.
Hasil Klinis yang Signifikan dan Terukur
Tim ahli di Mayapada Hospital Surabaya dipimpin langsung oleh Prof. Dr. dr. Dwikora Novembri Utomo, Sp.OT, Subsp.P.L(K). Tim ini melibatkan dokter spesialis ortopedi, anestesi, hingga spesialis rehabilitasi medis yang bekerja dalam satu koordinasi yang ketat.
Profesor Dwikora menjelaskan bahwa penggunaan bantuan robotik VELYS™ dari J&J MedTech sangat efektif dalam mengurangi risiko ketidaksejajaran implan. Selain itu, metode ini terbukti mampu meminimalkan rasa nyeri yang biasanya sangat dikeluhkan pasien pascaoperasi lutut.
Dampak nyata dari integrasi teknologi ini adalah kemampuan pasien untuk segera bergerak setelah tindakan operasi selesai dilakukan. Gerakan motorik yang lebih cepat membantu mencegah kekakuan sendi dan mempercepat kembalinya mobilitas fisik dalam aktivitas sehari-hari.
Catatan medis menunjukkan hasil yang sangat positif selama periode evaluasi berlangsung di rumah sakit tersebut. Tidak ditemukan adanya kasus komplikasi serius seperti penggumpalan darah di kaki (DVT) ataupun infeksi paru-paru (pneumonia) pada pasien yang ditangani.
Selain itu, tidak ada pasien yang perlu kembali menjalani perawatan inap di rumah sakit (readmission) setelah mereka dinyatakan pulang. Hal ini membuktikan bahwa protokol pemulihan yang diterapkan sangat stabil dan menjamin keamanan jangka panjang bagi setiap pasien.
Pendiri ERAS® Society, Prof. Olle Ljungqvist, menyatakan kebanggaannya atas kemitraan ini dalam upaya menaikkan standar layanan bedah global. Beliau optimis bahwa kolaborasi multidisiplin berbasis data akan membawa dunia kedokteran ke level yang lebih tinggi demi keselamatan pasien.
Bergabungnya Mayapada ke dalam ekosistem global ini berarti rumah sakit tersebut akan terus dipantau berdasarkan hasil klinis yang objektif. Komitmen ini memastikan bahwa masyarakat Indonesia kini bisa mendapatkan layanan medis kelas dunia tanpa harus bepergian ke luar negeri.