Pelatih kawakan Lazio, Maurizio Sarri, melontarkan ancaman serius terkait jadwal pertandingan pekan ke-37 Serie A. Ia menyatakan keberatan jika timnya harus bertanding dalam laga bertajuk Derby Roma pada hari Minggu.
Situasi ini bermula dari ketidakpastian jadwal yang terjadi sejak awal pekan lalu. Penentuan waktu pertandingan menjadi rumit karena jadwal laga AS Roma melawan Lazio di Stadion Olimpico berdekatan dengan final turnamen tenis Italian Open.
Dampak Pergeseran Jadwal Terhadap Tim Lain
Masalah ini ternyata tidak hanya melibatkan dua klub ibu kota saja. Beberapa pertandingan lain seperti Juventus kontra Fiorentina dan Pisa melawan Napoli juga terpaksa harus menunggu kepastian jadwal.
Hal ini terjadi karena tim-tim tersebut tengah bersaing ketat memperebutkan tiket ke Liga Champions. Sesuai regulasi, pertandingan yang menentukan posisi krusial di klasemen idealnya digelar secara serentak untuk menjaga sportivitas.
Setelah melalui diskusi panjang selama empat hari, pengelola liga akhirnya mengambil keputusan resmi terkait waktu kick-off. Berikut adalah detail jadwal terbaru yang telah ditetapkan:
Rincian jadwal pertandingan penentu pekan ke-37 Serie A:
- Waktu Pelaksanaan: Minggu, 15 Mei 2026.
- Waktu Kick-off: Pukul 12.30 CEST atau 17.30 WIB.
- Kebijakan Venue: Final tenis Italian Open akhirnya digeser ke hari Senin untuk menghindari bentrokan.
Keputusan ini tetap menempatkan laga derbi pada hari Minggu, meskipun pihak penyelenggara tenis sudah bersedia mengalah dengan memindahkan jadwal final mereka.
Ancaman Boikot dari Maurizio Sarri
Menanggapi keputusan tersebut, Maurizio Sarri merasa sangat keberatan dan mengancam tidak akan membawa timnya ke stadion. Ia menilai bermain di hari Minggu merupakan keputusan yang tidak tepat bagi skuadnya.
Sarri mengungkapkan bahwa dirinya lebih memilih hadir jika pertandingan digelar pada hari Senin. Ia bahkan menyarankan kepada Presiden Lazio untuk tidak memberangkatkan tim meskipun risikonya adalah kehilangan poin akibat sanksi penalti.
Berikut adalah poin-poin keberatan yang disampaikan oleh Sarri:
- Menolak keras bertanding jika laga derbi dipaksakan berlangsung Minggu siang.
- Lebih memilih menerima sanksi pengurangan poin daripada harus mengikuti jadwal yang ada.
- Menilai jadwal tersebut merugikan tim yang baru saja berjuang di kompetisi lain.
Kekesalan Sarri ini diduga kuat berkaitan dengan kondisi fisik para pemainnya yang baru saja terkuras. Lazio baru saja melakoni partai final Coppa Italia melawan Juventus pada Kamis dini hari WIB yang berakhir dengan kekalahan 0-2.
Dengan jeda istirahat yang sangat singkat, Sarri merasa kebugaran pemainnya terancam jika harus kembali bertarung dalam intensitas tinggi di laga derbi. Kini publik menanti apakah ancaman boikot tersebut benar-benar akan dibuktikan oleh sang pelatih.