Kisah inspiratif datang dari Muhammad Badar Agung, seorang pemuda asal Kebumen yang baru saja dinobatkan sebagai lulusan terbaik Angkatan ke-VI SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo. Meski tumbuh dalam keterbatasan ekonomi, Badar membuktikan bahwa kerja keras mampu membuka pintu menuju pendidikan kelas dunia.
Putra dari seorang pedagang jajanan kaki lima ini berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan diterima di dua universitas ternama sekaligus. Kampus tersebut adalah Wageningen University di Belanda dan Monash University di Australia.
Perjuangan di Tengah Kesulitan Ekonomi
Perjalanan Badar menuju keberhasilan tidaklah mudah karena keluarganya sempat mengalami masa sulit setelah sang ayah menderita stroke pada tahun 2020. Sebelumnya, sang ayah bekerja sebagai pedagang tasbih, namun kondisi kesehatan tersebut membuat ekonomi keluarga mereka sempat terpuruk.
Kesempatan emas muncul ketika Badar berhasil meraih beasiswa penuh untuk menempuh pendidikan di SMA Unggulan CT ARSA Foundation. Program beasiswa ini sangat meringankan beban finansial keluarganya, mengingat seluruh biaya operasional sekolah ditanggung sepenuhnya.
Namun, untuk mendapatkan beasiswa tersebut, Badar harus melewati serangkaian seleksi yang sangat ketat. Proses ini mencakup ujian kemampuan akademik hingga tahap survei kondisi rumah tinggal untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Prestasi Internasional dan Inovasi
Selama duduk di bangku sekolah, Badar tidak menyia-nyiakan fasilitas yang ada dan aktif mengukir prestasi di level global. Salah satu pencapaian tertingginya adalah meraih medali emas pada ajang Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIFF) 2026.
Bersama timnya, ia berhasil mengembangkan inovasi berupa katalis solar panel menggunakan biofilm yang memanfaatkan limbah kulit buah naga. Penemuan ini membuktikan bahwa siswa SMA mampu menghasilkan solusi lingkungan yang kreatif dan aplikatif.
Badar mengakui bahwa lingkungan sekolah sangat mendukung perkembangan pola pikir serta ambisinya dalam mengejar mimpi besar. Fasilitas pendidikan yang mumpuni membantunya bertransformasi menjadi pribadi yang lebih kompetitif dalam bidang akademik.
Persiapan Menuju Universitas Luar Negeri
Pihak sekolah telah mempersiapkan para siswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri sejak mereka menginjak kelas satu. Bimbingan rutin diberikan oleh para guru serta alumni guna memberikan gambaran mengenai sistem perkuliahan di mancanegara.
Beberapa program persiapan yang diikuti Badar selama di sekolah meliputi:
- Pembinaan studi lanjut yang dilakukan secara intensif sejak kelas 10 untuk memetakan minat dan bakat siswa.
- Ekstrakurikuler khusus persiapan IELTS dan SAT pada kelas 11 untuk memenuhi standar kemampuan bahasa Inggris internasional.
- Pelatihan organisasi untuk mengasah tanggung jawab dan jiwa kepemimpinan tanpa mengesampingkan tugas utama sebagai pelajar.
Program-program tersebut dirancang secara sistematis agar siswa siap bersaing di kancah global. Persiapan yang matang ini menjadi kunci utama kesuksesan Badar menembus universitas top di Belanda dan Australia.
Memilih Belanda Demi Cita-Cita Agrikultur
Setelah menimbang berbagai pilihan, Badar akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Wageningen University, Belanda. Ia mengambil jurusan Teknik Lingkungan atau Environmental Engineering untuk mendalami solusi keberlanjutan pangan.
Keputusan ini selaras dengan cita-citanya yang ingin menjadi seorang pebisnis agrikultur di masa depan. Ia bertekad membantu masyarakat dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga bahan pangan yang sering kali fluktuatif.
Berikut adalah ringkasan informasi studi lanjut dan pilihan kampus Badar:
| Kategori Informasi | Keterangan Detail |
|---|---|
| Nama Lengkap | Muhammad Badar Agung |
| Kampus yang Dipilih | Wageningen University, Belanda |
| Jurusan Studi | Environmental Engineering (Teknik Lingkungan) |
| Target Karier | Pebisnis Agrikultur |
| Prestasi Utama | Gold Medal GYIFF 2026 |
Tabel di atas merangkum profil akademik dan rencana masa depan Badar setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Unggulan CT ARSA Foundation. Fokus studinya diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi konsumsi rumah tangga dan sektor UMKM di Indonesia.
Inspirasi dari Sang Pendiri
Badar menganggap Chairul Tanjung dan Anita Ratnasari Tanjung sebagai sosok inspiratif atau role model dalam hidupnya. Melalui yayasan tersebut, ia merasa diperkenalkan dengan dunia profesional melalui interaksi dengan berbagai civitas akademika.
Rasa terima kasih yang mendalam ia sampaikan karena bantuan ekonomi yang diberikan sangat berarti bagi keluarganya. Dukungan penuh dari yayasan memungkinkan anak-anak berprestasi dari latar belakang sederhana untuk mendapatkan pendidikan terbaik tanpa terkendala biaya.