Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP kembali membuka kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 melalui jalur beasiswa co-funding. Program ini menawarkan peluang menarik karena persaingannya yang dinilai lebih longgar dibandingkan jalur reguler, dengan lokasi studi yang mencakup universitas ternama di Indonesia, China, hingga Amerika Serikat.
Sebelum memutuskan untuk mendaftar, penting bagi calon pelamar untuk memahami karakteristik skema co-funding yang ditawarkan oleh LPDP. Berbeda dengan kategori reguler yang menanggung seluruh biaya secara penuh, skema ini menerapkan sistem pembagian pendanaan antara pihak LPDP dengan penerima beasiswa (awardee).
Dalam mekanismenya, biaya akan ditanggung bersama di mana LPDP mungkin membiayai dana pendidikan (tuition fee) sementara mahasiswa menanggung biaya hidup (living allowance), atau bisa juga berlaku sebaliknya. Melansir informasi dari akun Instagram resmi @lpdp_ri, terdapat tiga program beasiswa spesifik yang dibuka untuk tahun ini dengan skema pendanaan bersama tersebut.
Daftar Program Beasiswa LPDP Co-Funding Jenjang S2
Program pertama bekerja sama dengan Central South University di China yang memfokuskan pada bidang teknis dan ekonomi dengan persyaratan pengabdian yang ketat. Mahasiswa yang lulus dari program ini diwajibkan memberikan kontribusi di dalam negeri selama dua kali masa studi secara berturut-turut serta mendapat kesempatan berkarier di bidang metalurgi bersama GEM Co. Ltd.
Rincian program studi dan syarat pendaftaran di Central South University adalah sebagai berikut:
- Program Studi Materials and Chemicals: Terbuka untuk umum dan CPNS/PNS dengan batas usia mulai dari 35 hingga 42 tahun tergantung jabatan, serta syarat IPK minimal 3,00 dan kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni.
- Program Studi International Economics and Trade: Memiliki persyaratan usia dan akademik yang sama dengan prodi Materials, namun durasi studinya mencakup tiga tahun yang sudah termasuk dengan program magang industri.
Penjelasan mengenai persyaratan skor bahasa Inggris untuk kedua program di atas mencakup ambang batas IELTS minimal 6,0, TOEFL iBT 80, atau Duolingo English Test sebesar 80 poin. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi beasiswa terintegrasi milik Kementerian Keuangan.
Program Kerja Sama Georgetown SFS Asia Pasific
Pilihan selanjutnya adalah Georgetown SFS Asia Pasific yang menawarkan model perkuliahan unik di tiga lokasi berbeda, yakni Jakarta, Washington DC, dan Qatar. Program ini ditujukan bagi mereka yang ingin mendalami diplomasi dan hubungan internasional pada level eksekutif dengan kurikulum berstandar global.
Ketentuan untuk pelamar di Georgetown SFS Asia Pasific mencakup poin-poin di bawah ini:
- Prodi Executive Master's in Diplomacy and International Affairs: Kuota terbuka bagi masyarakat umum, PNS, TNI, hingga POLRI dengan batas usia maksimal 42 tahun.
- Standar Akademik: Calon mahasiswa harus mengantongi IPK minimal 3,25 dan skor bahasa Inggris yang cukup tinggi, seperti IELTS 7,0 atau TOEFL iBT minimal 80.
- Struktur Perkuliahan: Studi berlangsung selama satu tahun akademik, dimulai di Jakarta pada semester musim gugur, lalu berlanjut ke Amerika Serikat pada semester musim semi dengan tambahan modul pendek di Qatar.
Calon pendaftar wajib melakukan registrasi secara paralel melalui laman resmi Georgetown University dan portal pendaftaran LPDP untuk memastikan data tersinkronisasi dengan baik. Program ini menjadi salah satu pilihan favorit bagi para praktisi di bidang kebijakan publik dan keamanan internasional.
Kolaborasi King's College London di Malang
Bagi yang ingin mencicipi kualitas pendidikan Inggris tanpa harus menetap sepenuhnya di luar negeri, tersedia program dari King's College London yang berlokasi di Singosari, Malang. Fokus utama dari program yang ditawarkan di kampus ini adalah bidang ekonomi digital dan masa depan digital yang saat ini sedang berkembang pesat.
Informasi mengenai program studi di King's College London Singosari adalah sebagai berikut:
- Pilihan Program Studi: Tersedia jurusan MSc Digital Economics dan MA Digital Futures dengan masa studi masing-masing selama dua tahun.
- Kriteria Usia: Batas usia pelamar bervariasi antara 35 tahun untuk umum hingga 42 tahun bagi dosen atau PNS dengan jabatan fungsional tertentu.
- Syarat Bahasa Inggris: Membutuhkan kualifikasi tinggi seperti TOEFL iBT minimal 100 dengan sub-skor menulis 23, atau IELTS 6,5 dengan nilai setiap komponen minimal 6,0.
Pihak universitas menekankan bahwa pendaftaran juga harus dilakukan melalui dua pintu, yakni situs penerimaan mahasiswa King's College London dan sistem informasi LPDP. Kehadiran kampus ini di Jawa Timur diharapkan mampu mempercepat transformasi digital di kawasan Asia Tenggara melalui lulusan yang berkualitas.
Jadwal Penting Seleksi Beasiswa LPDP Co-Funding
Para calon pelamar harus memperhatikan lini masa pendaftaran dan seleksi agar tidak melewatkan tahapan penting yang telah ditentukan oleh panitia. Jadwal ini menjadi acuan utama bagi seluruh pelamar dalam menyiapkan dokumen serta kesiapan diri menghadapi tes substansi.
Berikut adalah estimasi jadwal pelaksanaan seleksi beasiswa LPDP co-funding untuk tahun 2026:
| Tahapan Seleksi | Jadwal Pelaksanaan |
|---|---|
| Masa Pendaftaran Online | 29 Mei - 31 Juni 2026 |
| Proses Seleksi Administrasi | 1 - 9 Juli 2026 |
| Pengumuman Administrasi | 10 Juli 2026 |
| Masa Sanggah | 10 - 12 Juli 2026 |
| Pengumuman Hasil Sanggah | 22 Juli 2026 |
| Seleksi Substansi (Wawancara) | 27 - 31 Juli 2026 |
| Pengumuman Kelulusan Akhir | 5 Agustus 2026 |
Tabel di atas merinci alur seleksi mulai dari pembukaan berkas hingga penetapan kelulusan yang dijadwalkan selesai pada awal Agustus. Jika dinyatakan lolos, para penerima beasiswa diharapkan sudah bisa memulai perkuliahan paling cepat pada bulan September 2026.
Pastikan semua dokumen persyaratan seperti sertifikat bahasa Inggris dan surat rekomendasi telah disiapkan sebelum batas waktu penutupan pendaftaran berakhir. Keberhasilan dalam seleksi ini akan membuka jalan bagi pengembangan karier profesional serta berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa di masa depan.