Lindungi Anak Sekolah, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Resmi Diperluas di Palembang 2026

Lindungi Anak Sekolah, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Resmi Diperluas di Palembang 2026
Foto: Lindungi Anak Sekolah, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Resmi Diperluas di Palembang 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Ancaman penyakit dengue masih menjadi persoalan serius bagi masyarakat Kota Palembang sepanjang tahun ini. Penyakit ini bukan lagi sekadar masalah kesehatan musiman yang muncul saat hujan, melainkan tantangan publik yang butuh penanganan berbasis data.

Hingga akhir tahun 2025, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mencatat ada 4.437 kasus dengue di seluruh wilayah Sumsel. Dari total kasus tersebut, terdapat 22 pasien yang dilaporkan meninggal dunia akibat komplikasi penyakit tersebut.

Kota Palembang mencatatkan angka kasus tertinggi di provinsi tersebut dengan total 968 pasien. Selain jumlah penderita yang banyak, wilayah ini juga melaporkan tiga kasus kematian yang mengkhawatirkan.

Anak Sekolah Jadi Kelompok Paling Rentan

Data selama lima tahun terakhir menunjukkan bahwa kelompok usia 15 hingga 44 tahun menyumbang 42 persen dari total kasus yang ada. Namun, risiko kematian tertinggi justru menyerang kelompok usia yang jauh lebih muda.

Dalam kurun tujuh tahun terakhir, sekitar 41 persen kematian akibat dengue dialami oleh anak-anak usia 5 hingga 14 tahun. Statistik ini menegaskan bahwa siswa sekolah dasar merupakan kelompok yang paling rawan menghadapi risiko fatal.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, dr. H. Trisnawarman, M.Kes., menekankan pentingnya kewaspadaan yang konsisten dari masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong pencegahan melalui gerakan 3M Plus dan penguatan peran juru pemantau jentik (jumantik).

Selain cara konvensional, pemerintah juga mulai memanfaatkan inovasi teknologi seperti pemasangan perangkat Ovitrap untuk menekan populasi nyamuk. Meski begitu, tantangan yang semakin kompleks memerlukan kolaborasi lintas sektor agar perlindungan masyarakat lebih maksimal.

Langkah Nyata Melalui Pemantauan Vaksinasi

Sebagai respons cepat, Dinas Kesehatan Palembang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya menggelar program Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue. Program strategis ini menyasar 7.500 siswa yang tersebar di 60 Sekolah Dasar di Kota Palembang.

Fokus utama kegiatan ini berada di wilayah kerja 10 puskesmas dengan laporan kasus dengue tertinggi. Sebanyak 5.000 anak di antaranya telah mendapatkan vaksinasi sebagai bentuk perlindungan tambahan terhadap infeksi virus tersebut.

Beberapa poin utama mengenai program pemantauan vaksinasi ini antara lain:

  • Sasaran Peserta: Melibatkan 7.500 siswa SD di zona merah dengue.
  • Cakupan Wilayah: Tersebar di 60 sekolah dasar dalam naungan 10 puskesmas prioritas.
  • Jumlah Penerima Vaksin: Sebanyak 5.000 anak mendapatkan dosis vaksinasi dengue.
  • Tujuan Utama: Memperoleh data kesehatan jangka panjang untuk kebijakan nasional.

Program pemantauan ini dirancang untuk melihat efektivitas vaksinasi dalam melindungi anak-anak secara nyata di lapangan. Hasil dari kegiatan ini nantinya akan menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan kesehatan publik.

Upaya Menuju Target Nol Kematian 2030

Ketua Pelaksana Program, dr. Ariesti Karmila, Sp.A(K)., menjelaskan bahwa dengue sering kali dianggap ringan padahal berisiko kematian. Menurutnya, vaksinasi hadir untuk melengkapi metode pencegahan yang sudah ada secara lebih menyeluruh.

Kegiatan di Palembang ini merupakan bagian dari studi multinegara yang juga dilakukan di Thailand dan Malaysia. Di Indonesia sendiri, program serupa juga tengah berjalan di kota besar lainnya seperti Jakarta dan Banjarmasin.

Berikut adalah ringkasan data penyebaran dengue di Sumatera Selatan hingga akhir 2025:

Kategori Data Jumlah / Keterangan
Total Kasus di Sumsel 4.437 Kasus
Total Kematian di Sumsel 22 Jiwa
Kasus Tertinggi (Kota Palembang) 968 Kasus
Kelompok Usia Paling Rentan (Kematian) 5 - 14 Tahun

Tabel tersebut menunjukkan besarnya beban kesehatan yang harus dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat saat ini. Diperlukan tindakan terukur untuk menekan angka kematian hingga mencapai target nol persen pada masa depan.

Penanggung jawab nasional, Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K), menyatakan bahwa vaksinasi adalah inovasi yang aman dan efektif. Ia berharap hasil pemantauan ini bisa memperkuat dasar pemberian vaksinasi dengue dalam program nasional.

Langkah besar ini diambil sebagai bagian dari visi besar pemerintah untuk mencapai target "Zero dengue death" pada tahun 2030 mendatang. Dengan pemantauan terstruktur, diharapkan perlindungan terhadap anak-anak sekolah dapat berjalan lebih optimal.

Artikel terkait

Rekomendasi