Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, kembali menjadi magnet bagi para pecinta alam selama periode libur panjang pada pertengahan Mei 2026. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) melaporkan lonjakan signifikan jumlah pendaki yang menaklukkan gunung berapi aktif tersebut.
Tercatat sebanyak 1.505 pendaki memadati jalur pendakian selama tiga hari berturut-turut. Angka ini mencakup gabungan antara wisatawan domestik dan mancanegara yang ingin menikmati keindahan alam Rinjani.
Kepala Subbagian Tata Usaha Balai TNGR NTB, Astekita, merincikan bahwa lonjakan pengunjung terjadi mulai tanggal 14 hingga 16 Mei 2026. Pada hari pertama, tercatat 587 orang memulai pendakian, disusul 453 orang di hari kedua, dan 466 orang di hari ketiga.
Rincian komposisi pendaki yang berkunjung selama periode libur panjang tersebut adalah sebagai berikut:
- Wisatawan Lokal: Sebanyak 965 orang yang didominasi oleh pendaki nusantara.
- Wisatawan Mancanegara: Sebanyak 540 orang turis asing dari berbagai negara.
Data tersebut menunjukkan bahwa pesona Gunung Rinjani masih memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan internasional di samping pasar domestik. Seluruh pendaki tersebar melalui berbagai pintu masuk resmi yang dikelola oleh pihak taman nasional.
Jalur Pendakian dan Fasilitas Terbaru
Pihak pengelola memastikan bahwa para pendaki menggunakan jalur-jalur resmi yang telah disediakan. Beberapa titik keberangkatan yang menjadi favorit wisatawan meliputi jalur Senaru, Torean, Sembalun, Timbanuh, Tetebatu, hingga Aik Berik.
Peningkatan jumlah pengunjung ini sangat terasa jika dibandingkan dengan periode pekan sebelumnya. Pada minggu lalu, jumlah pendaki tercatat hanya 1.216 orang, yang berarti terjadi kenaikan yang cukup stabil saat akhir pekan panjang tiba.
Informasi mengenai perkembangan jumlah pengunjung Gunung Rinjani dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
| Periode Kunjungan | Jumlah Wisatawan Lokal | Jumlah Wisatawan Asing | Total Pendaki |
|---|---|---|---|
| Pekan Biasa (Minggu Lalu) | - | - | 1.216 Orang |
| Libur Panjang (14-16 Mei) | 965 Orang | 540 Orang | 1.505 Orang |
Tabel di atas memperlihatkan tren positif kunjungan wisata ke kawasan TNGR selama momen liburan. Pihak otoritas pun terus melakukan pembenahan infrastruktur untuk menunjang kenyamanan para pengunjung.
Pembangunan Rest Shelter Modern
Kepala Balai TNGR NTB, Budhy Kurniawan, mengungkapkan bahwa saat ini sedang dilakukan pembangunan rest shelter di sepanjang jalur pendakian. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen meningkatkan standar keselamatan bagi para pendaki.
Fasilitas tempat beristirahat ini dirancang dengan struktur yang sangat kokoh dan desain ergonomis yang menyesuaikan medan pegunungan. Menariknya, setiap bangunan akan dilengkapi dengan panel surya untuk menyediakan energi yang ramah lingkungan.
Kehadiran shelter ini diharapkan bisa menjadi lokasi berlindung yang aman saat cuaca ekstrem melanda secara tiba-tiba. Selain itu, para pendaki bisa memulihkan tenaga mereka sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak atau Danau Segara Anak.
Budhy menegaskan bahwa inovasi ini bertujuan menciptakan pengalaman mendaki yang lebih berkualitas tanpa merusak ekosistem asli. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan fasilitas yang telah dibangun demi kelestarian Gunung Rinjani.