Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, baru saja melaporkan perkembangan signifikan terkait proyek Sekolah Rakyat (SR). Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, ia mengungkapkan bahwa saat ini sedang berlangsung pembangunan 93 gedung permanen untuk institusi pendidikan tersebut.
Laporan ini disampaikan langsung saat Presiden melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 di Tabanan, Bali, pada Minggu (7/6/2026). Langkah ini merupakan tindak lanjut konkret dari instruksi Presiden untuk memperkuat infrastruktur pendidikan di tanah air.
Transformasi Sekolah Rakyat dari Rintisan ke Bangunan Permanen
Gus Ipul menjelaskan bahwa saat ini terdapat 166 titik Sekolah Rakyat yang masih berstatus sebagai sekolah rintisan. Berdasarkan arahan Presiden Prabowo, pemerintah kini mulai membangun gedung-gedung permanen di seluruh wilayah Indonesia.
Salah satu proyek bangunan permanen yang tengah digarap berlokasi di Kabupaten Karangasem, Bali. Nantinya, para siswa yang saat ini menempati bangunan sementara akan dipindahkan ke fasilitas baru yang lebih kokoh dan memadai tersebut.
Fasilitas lengkap yang akan menunjang kegiatan belajar mengajar di gedung baru antara lain:
- Asrama khusus untuk tenaga pengajar atau guru.
- Perpustakaan modern dan laboratorium untuk praktek siswa.
- Sarana olahraga yang representatif.
- Ruang khusus untuk berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
Penyediaan fasilitas yang komprehensif ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan akademik maupun karakter para siswa. Pemerintah ingin memastikan setiap anak didik mendapatkan kualitas sarana yang setara dengan sekolah standar nasional.
Target Perluasan dan Daya Tampung Siswa
Pemerintah optimis bahwa proyek Sekolah Rakyat ini akan terus berkembang pesat dalam beberapa tahun ke depan. Gus Ipul menargetkan penambahan lebih dari 100 gedung permanen baru pada tahun mendatang untuk memperluas jangkauan pendidikan ini.
Dengan penambahan gedung tersebut, kapasitas tampung Sekolah Rakyat diperkirakan akan melonjak drastis hingga menyentuh angka 90.000 siswa. Hal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat menengah ke bawah.
Berikut adalah ringkasan perkembangan jumlah siswa Sekolah Rakyat dari tahun ke tahun:
| Periode Tahun Ajaran | Estimasi Jumlah Siswa | Status Jangkauan |
|---|---|---|
| 2025 - 2026 | 15.000 Siswa | 166 Sekolah Rintisan di 133 Kabupaten/Kota |
| 2026 - 2027 | 45.000+ Siswa | Proses pembangunan 93 gedung permanen |
| 2027 - 2028 | 100.000+ Siswa | Target penambahan 100+ gedung permanen |
Data di atas menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat sejak Sekolah Rakyat mulai beroperasi secara luas pada tahun 2025 lalu. Peningkatan alokasi kuota siswa dilakukan secara bertahap seiring dengan kesiapan infrastruktur fisik di lapangan.
Sebagai informasi tambahan, saat ini Sekolah Rakyat sudah tersebar di 133 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Kehadiran gedung permanen diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga memperkuat kualitas pendidikan bagi generasi penerus bangsa.