Langka! Ikan Ini Terekam Berenang Mundur di Kedalaman Laut Arktik

Langka! Ikan Ini Terekam Berenang Mundur di Kedalaman Laut Arktik
Foto: Ilustrasi Langka! Ikan Ini Terekam Berenang Mundur di Kedalaman Laut Arktik.
Ukuran teks

Sebuah fenomena unik berhasil terekam di dasar laut fyord Greenland yang dingin saat tim peneliti mengabadikan momen seekor ikan melakukan gerakan tidak lazim. Ikan tersebut terlihat berenang mundur sembari hanyut mengikuti arus di kedalaman ratusan meter di bawah permukaan laut.

Melansir laporan dari IFL Science, rekaman ini merupakan bagian dari misi ilmiah untuk mempelajari berbagai makhluk yang mendiami wilayah terpencil di kawasan Arktik. Dengan mengandalkan teknologi kamera video dan hidrofon, para ilmuwan berhasil mendapatkan akses visual ke ekosistem yang selama ini sangat sulit dijangkau manusia.

Penemuan ini tidak hanya menambah koleksi data visual baru, tetapi juga membuka wawasan mendalam mengenai perilaku biota laut dalam yang jarang berinteraksi dengan dunia luar. Spesies yang tertangkap kamera tersebut adalah ikan siput atau snailfish, yang merupakan anggota dari keluarga besar Liparidae.

Keluarga Liparidae sering mendiami kawasan laut dalam, termasuk wilayah Monterey Canyon, dan memiliki keanekaragaman yang sangat besar dengan lebih dari 350 spesies. Meskipun jumlahnya banyak, sebagian besar dari spesies dalam sekitar 30 genus ini masih tergolong langka dan sangat sulit untuk ditemukan.

Kelompok ikan ini dikenal sebagai vertebrata yang paling ahli dalam beradaptasi pada lingkungan dengan kedalaman yang sangat ekstrem di samudra. Mereka bahkan memegang rekor sebagai jenis ikan terdalam yang pernah diketahui manusia karena mampu bertahan hidup hingga kedalaman 8.145 meter.

Dalam pengamatan terbaru tersebut, ditemukan sebuah perilaku spesifik yang membedakan mereka secara signifikan dari jenis ikan laut dalam lainnya. Jika ikan lain biasanya berenang mundur dengan gerakan tubuh yang bergelombang, snailfish dalam studi ini justru terlihat hanyut secara pasif.

Ikan ini mampu tetap diam mematung dalam durasi waktu yang cukup lama dengan posisi bagian ekor yang melingkar secara unik. Sebagian besar individu yang berhasil terekam memiliki ukuran tubuh kecil dengan karakteristik kepala bulat serta bentuk badan yang cenderung ramping.

Berdasarkan ciri-ciri fisik yang terlihat pada rekaman, para ahli menduga bahwa spesies tersebut kemungkinan besar termasuk ke dalam genus Osteodiscus. Lokasi pengambilan gambar berada di kedalaman sekitar 260 meter di bawah permukaan perairan Inglefield Bredning yang terletak di Greenland.

Pada tanggal 1 Agustus 2025, sistem kamera khusus dijatuhkan dari kapal hingga menyentuh dasar laut untuk memantau aktivitas biota selama tiga hari penuh. Kamera otomatis tersebut diatur untuk merekam video berdurasi 10 menit pada setiap interval 20 menit guna menangkap pergerakan di habitat terpencil.

Dari total 223 file video yang berhasil dikumpulkan, pemandangan yang paling menarik perhatian para peneliti adalah kemunculan seekor ikan snailfish tersebut. Berbeda dari gerakan ikan pada umumnya, snailfish ini menunjukkan perilaku unik dengan berenang mundur secara pasif mengikuti arus laut yang ada.

Ikan tersebut bahkan sempat terdiam tanpa melakukan gerakan sedikit pun selama 16 detik dengan posisi ekor yang melengkung sebelum akhirnya menghilang. Selain aksi unik dari snailfish, kamera penelitian juga berhasil mengabadikan keberagaman hayati lainnya yang ada di dasar laut Arktik yang dingin.

Tim peneliti menemukan berbagai biota menarik lainnya seperti ubur-ubur, cacing bristle, udang, hingga kelompok amphipod yang terlihat mengapung bersama secara berpasangan. Temuan ini sangat berharga bagi ilmuwan karena memberikan gambaran nyata mengenai perilaku ekosistem laut dalam yang selama ini sulit diamati langsung.

Data Teknis Pengamatan Snailfish

Parameter Pengamatan Detail Informasi
Lokasi Penelitian Inglefield Bredning, Greenland
Kedalaman Rekaman 260 Meter di bawah permukaan
Waktu Pengamatan 1 Agustus 2025 (selama 3 hari)
Durasi Diam Mematung 16 Detik
Jumlah File Video 223 File

Keluarga Liparidae memang memiliki keunggulan biologis yang luar biasa untuk bertahan dalam tekanan air yang sangat tinggi di dasar samudra. Rekaman terbaru ini memperkuat posisi mereka sebagai subjek penelitian yang penting dalam memahami evolusi kehidupan di lingkungan paling ekstrem di bumi.

Artikel terkait

Rekomendasi