Langka! BRIN Temukan 10 Spesies Anggrek Baru, Ada Koleksi Australia

Langka! BRIN Temukan 10 Spesies Anggrek Baru, Ada Koleksi Australia
Foto: Ilustrasi Langka! BRIN Temukan 10 Spesies Anggrek Baru, Ada Koleksi Australia.
Ukuran teks

Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara resmi mengumumkan penemuan sepuluh spesies anggrek baru yang tersebar di wilayah Nusantara. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal internasional Lankesteriana volume 26 (1) tahun 2026 ini semakin mempertegas status Indonesia sebagai salah satu negara pemilik megabiodiversitas anggrek terbesar di tingkat global.

Dalam menjalankan misi eksplorasi ini, BRIN tidak bekerja sendirian melainkan menggandeng berbagai mitra strategis untuk memperkuat basis data botani nasional. Institusi yang terlibat mencakup Yayasan Tumbuhan Asli Nusantara, Yayasan Konservasi Biota Lahan Basah, Universitas Samudra, serta dukungan dari pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Aninda Retno Utami Wibowo selaku peneliti dari PRBE BRIN memberikan penjelasan bahwa temuan ini menjadi indikator kuat bahwa potensi keanekaragaman hayati anggrek di Indonesia masih sangat luas untuk digali lebih dalam. Kurangnya dokumentasi ilmiah selama ini menyebabkan banyak kekayaan alam yang belum terdata secara resmi, terutama pada daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau.

Secara spesifik, Aninda menyoroti bahwa Kawasan Wallacea dan wilayah bagian timur Indonesia masih menyimpan rahasia alam yang luar biasa dan belum sepenuhnya terdokumentasi dalam catatan sains. Menurut penuturannya yang dikutip dari laman resmi BRIN, kegiatan eksplorasi lapangan dan studi mendalam terhadap koleksi herbarium sangat krusial untuk terus diperkuat guna memperkaya basis data biodiversitas nasional.

Daftar Sebaran 10 Spesies Anggrek Terbaru

Hingga saat ini, estimasi total spesies anggrek yang ada di seluruh daratan Indonesia diperkirakan mencapai angka sekitar 5.000 jenis yang berbeda. Meski angkanya sangat besar, proses dokumentasi secara optimal masih terus diperjuangkan oleh para ilmuwan agar seluruh data spesies tersebut dapat teridentifikasi dengan valid.

Berikut adalah rincian data mengenai sepuluh spesies anggrek yang baru saja berhasil diidentifikasi oleh tim peneliti BRIN beserta wilayah asalnya masing-masing di Indonesia:

Wilayah Asal Nama Spesies Anggrek
Sumatera Bulbophyllum nematocaulon, Bulbophyllum sanguineomaculatum, Cleisomeria lanatum, Corybas calopeplos, Corybas holttumii
Jawa Acanthophippium bicolor, Anoectochilus papuanus
Kepulauan Nusa Tenggara Dendrobium teretifolium
Kalimantan Bulbophyllum thiurum
Sulawesi Aerides augustiana

Temuan Unik dari Sebaran Biogeografi Australia

Proses penelitian terhadap sepuluh spesies anggrek tersebut dilakukan melalui serangkaian eksplorasi lapangan intensif yang melibatkan tenaga ahli dari berbagai latar belakang akademis. Peneliti utama yang terlibat langsung di antaranya adalah Yuda Rehata Yudistira yang mewakili dua yayasan konservasi, serta Wendy A. Mustaqim yang berasal dari Departemen Biologi Universitas Samudra.

Kegiatan eksplorasi ini berlangsung dalam kurun waktu empat tahun, terhitung sejak tahun 2020 hingga berakhir pada tahun 2024, dengan jangkauan wilayah meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara. Selama proses di lapangan, tim melakukan tahapan pengambilan spesimen, dokumentasi struktur morfologi, pengawetan spesimen dalam herbarium, hingga analisis komparatif dengan koleksi herbarium nasional maupun internasional.

Hasil penelitian ini mengungkap sebuah fakta yang sangat menarik bagi dunia ilmu pengetahuan terkait pola persebaran biogeografi spesies anggrek tertentu. Salah satu contoh mencolok adalah spesies Anoectochilus papuanus yang semula hanya tercatat berada di Papua dan Kepulauan Solomon, namun justru ditemukan tumbuh di wilayah Jawa Timur.

Keunikan serupa juga ditemukan pada spesies Dendrobium teretifolium yang dalam literatur sebelumnya hanya dikenal sebagai tumbuhan asli yang berasal dari benua Australia. Namun, melalui kerja keras tim di lapangan, keberadaan anggrek tersebut kini resmi tercatat dan dikonfirmasi kehadirannya di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Melalui publikasi ilmiah ini, para peneliti BRIN bersama mitra juga menyertakan detail informasi mendalam mengenai aspek habitat, ekologi, fenologi, serta karakter fisik morfologi dari setiap spesies. Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa spesies-spesies ini mendiami lingkungan yang sangat spesifik, mulai dari hutan pegunungan yang lembap, kawasan rawa di dataran rendah, hingga habitat hutan lumut.

Pihak BRIN menaruh harapan besar agar seluruh data yang dihasilkan dapat menjadi fondasi krusial bagi upaya pelestarian flora di Indonesia di masa depan. Fokus utama konservasi ini diharapkan menyasar kawasan-kawasan yang selama ini masih minim mendapatkan perhatian atau belum pernah dieksplorasi secara mendalam oleh para peneliti.

Dokumentasi spesies yang dilakukan secara akurat merupakan langkah awal yang sangat diperlukan untuk mendukung skema perlindungan habitat alam yang tersisa di Indonesia. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan kebijakan konservasi nasional yang didasarkan sepenuhnya pada bukti-bukti ilmiah dan data lapangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Artikel terkait

Rekomendasi