Suwon FC Women harus menelan pil pahit setelah dikalahkan klub asal Korea Utara, Naegohyang Women’s FC, dalam babak semifinal Liga Champions Wanita Asia. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kompleks Olahraga Suwon pada Rabu (20/5/2026) itu berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan tim tamu.
Kekalahan ini terasa semakin menyesakkan bagi pelatih Suwon, Park Kil-young. Ia mengungkapkan bahwa mental anak asuhnya sempat terguncang akibat atmosfer di stadion yang dianggap kurang memberikan dukungan penuh bagi tuan rumah.
Dukungan Penonton yang Terbagi
Park Kil-young menyatakan bahwa besarnya perhatian publik terhadap tim Korea Utara memberikan tekanan psikologis bagi para pemain Suwon. Ia merasa seolah-olah identitas timnya sebagai perwakilan Korea Selatan sedikit terlupakan dalam euforia tersebut.
“Kami adalah Suwon FC Women dari Republik Korea,” tegas Park dengan nada emosional seperti dilaporkan oleh AFP. Ia menambahkan bahwa sepanjang laga, seluruh jajaran staf dan pemain merasa sangat terluka dengan situasi di lapangan.
Kondisi ini dipicu oleh kehadiran kelompok sipil yang mendapat dukungan dari kementerian unifikasi Seoul. Kelompok tersebut sengaja hadir di tribun untuk memberikan semangat kepada kedua tim yang bertanding.
Antusiasme publik memang sudah terlihat sejak rombongan Naegohyang tiba di Bandara Internasional Incheon pada Minggu (17/5/2026). Saat itu, kedatangan mereka disambut oleh kerumunan media dan pendukung yang membawa berbagai poster sambutan.
Meskipun tidak ada pendukung resmi dari Korea Utara karena aturan perjalanan yang ketat, Suwon sebenarnya tetap mendapatkan dukungan dari suporter mereka. Para penggemar tuan rumah terus menabuh drum dan menyuarakan yel-yel penyemangat selama pertandingan berlangsung.
Park mengakui bahwa intensitas perhatian media dan jumlah penonton sebanyak ini merupakan pengalaman baru bagi timnya. Ia berharap momentum ini bisa menjadi titik balik bagi perkembangan sepak bola wanita di Korea Selatan.
“Kami sangat ingin menang agar masyarakat lebih tertarik pada sepak bola wanita. Pemain kami sudah berjuang sangat keras dengan membawa motivasi tersebut di kepala mereka,” jelas Park.
Ia tetap optimis bahwa pertandingan bersejarah ini akan mengundang lebih banyak orang untuk datang ke stadion di masa depan. Park ingin olahraga ini mendapatkan tempat yang lebih spesial di hati masyarakat luas.
Statistik dan Jalannya Pertandingan
Laga antara dua klub dari semenanjung Korea ini memang menyedot perhatian luar biasa dari publik. Ribuan tiket yang disediakan penyelenggara habis terjual dalam waktu singkat setelah dirilis ke pasar.
Berikut adalah beberapa poin menarik terkait penyelenggaraan pertandingan tersebut:
- Penjualan Tiket: Sebanyak 7.087 tiket kategori umum ludes terjual hanya dalam hitungan jam pada pekan lalu.
- Jumlah Penonton Riil: Meski tiket habis, tercatat hanya 5.763 penonton yang hadir langsung di stadion karena kendala cuaca.
- Kondisi Cuaca: Pertandingan berlangsung di bawah guyuran hujan yang sangat deras di wilayah Suwon.
Data tersebut menunjukkan betapa besarnya daya tarik pertandingan ini bagi pecinta sepak bola, meski kondisi cuaca tidak mendukung kehadiran penuh di stadion.
Kegagalan Penalti Suwon FC
Naegohyang berhasil membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal lebih dulu dari tuan rumah. Kemenangan ini memastikan langkah mereka menuju partai final untuk berhadapan dengan klub Jepang, Tokyo Verdy Beleza.
Suwon sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan pada sepuluh menit terakhir pertandingan. Sayangnya, kapten tim Ji So-yun tidak berhasil menjalankan tugasnya dengan baik saat mengeksekusi tendangan penalti.
Pelatih Naegohyang, Ri Yu Il, mengakui bahwa tensi pertandingan memang sangat tinggi dan emosional. Sebagai mantan pelatih timnas wanita Korea Utara, ia melihat semangat juang yang luar biasa dari kedua belah pihak.
“Pertandingan berjalan sangat intens hingga kami tidak terlalu fokus pada sorakan penonton di tribun,” ujar Ri Yu Il. Namun, ia tetap memuji tingginya tingkat ketertarikan masyarakat Korea Selatan terhadap olahraga sepak bola.
Laga final Liga Champions Wanita Asia sendiri dijadwalkan akan tetap berlangsung di Suwon pada hari Sabtu mendatang. Naegohyang akan berjuang memperebutkan gelar juara melawan wakil dari Negeri Sakura.