Korea Hybrid Travel Fair 2026: Strategi Bidik Wisatawan di Tengah Kenaikan Fuel Surcharge

Korea Hybrid Travel Fair 2026: Strategi Bidik Wisatawan di Tengah Kenaikan Fuel Surcharge
Foto: Ilustrasi Korea Hybrid Travel Fair 2026: Strategi Bidik Wisatawan di Tengah Kenaikan Fuel Surcharge.
Ukuran teks

Korea Hybrid Travel Fair 2026 resmi dibuka di Gandaria City, Jakarta Selatan, mulai Kamis, 15 Mei 2026. Perhelatan ini tetap optimistis mampu menarik minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Korea Selatan.

Meskipun saat ini industri penerbangan tengah dibayangi kenaikan fuel surcharge global, semangat promosi wisata tetap tinggi. Kenaikan biaya tambahan bahan bakar ini diakui berdampak langsung pada harga tiket pesawat internasional.

Inovasi Konsep Hybrid dalam Pameran Wisata

Korea Tourism Organization (KTO) mengusung terobosan baru melalui konsep hybrid travel fair yang pertama kali diterapkan tahun ini. Konsep ini memadukan pengalaman interaktif secara luring dengan kemudahan akses layanan agen perjalanan daring (OTA).

Sejumlah platform besar seperti Traveloka dan Tiket.com turut berpartisipasi dalam mendukung ekosistem digital ini. Selain itu, KTO menjalin kolaborasi erat dengan berbagai maskapai penerbangan internasional ternama.

Daftar maskapai yang berpartisipasi memberikan promo menarik antara lain:

  • Korean Air dan Asiana Airlines sebagai maskapai utama Korea.
  • Malaysia Airlines dan Philippine Airlines.
  • Thai Airways serta Vietnam Airlines.

Keterlibatan banyak maskapai ini bertujuan untuk memberikan beragam pilihan harga kepada calon pelancong. Penawaran promo tiket menjadi magnet utama di tengah tren kenaikan biaya operasional penerbangan.

Tantangan Industri dan Dampak Kenaikan Fuel Surcharge

Anton Sumarli, selaku Head of Organization and Inter Institution di Astindo, menyampaikan pandangannya terkait dinamika industri pariwisata saat ini. Ia menyebutkan bahwa kenaikan fuel surcharge menempatkan pelaku usaha pada situasi yang cukup sulit.

Di satu sisi, perusahaan maskapai harus menyesuaikan tarif demi menutupi lonjakan biaya operasional akibat harga bahan bakar dunia. Namun di sisi lain, harga tiket yang melonjak tajam berisiko menurunkan daya beli masyarakat luas.

Anton menegaskan bahwa kondisi konflik global sangat memengaruhi sektor penerbangan, terutama karena mahalnya harga bahan bakar. Ia berharap pihak maskapai tetap bijak dalam menghitung kenaikan tarif dan tidak menaikkan harga secara berlebihan.

Selain itu, ia memberikan saran agar pemerintah mempertimbangkan perluasan insentif bagi sektor transportasi udara. Menurutnya, penerbangan adalah sarana mobilitas vital yang menjadi tulang punggung pertumbuhan industri pariwisata nasional.

Korea Selatan Tetap Jadi Destinasi Favorit

Meski ada tantangan biaya, Direktur KTO Jakarta, Kim Jisun, tetap yakin bahwa daya tarik Korea Selatan bagi turis Indonesia tidak akan pudar. Keyakinan ini diperkuat oleh data dari ASTINDO mengenai pola perjalanan wisatawan lokal.

Korea Selatan secara konsisten menduduki posisi lima besar sebagai destinasi internasional yang paling diminati masyarakat Indonesia. Negara ini bersaing ketat dengan destinasi populer lainnya seperti Jepang, China, dan Taiwan.

Beberapa faktor yang mendukung tingginya minat kunjungan ke Korea Selatan:

  • Pengaruh kuat tren budaya pop Korea atau K-Pop dan drama Korea.
  • Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas penerbangan dari Indonesia.
  • Promosi wisata yang gencar dilakukan secara berkelanjutan.
  • Kemudahan proses perjalanan dan pengurusan dokumen bagi wisatawan.

Anton menambahkan bahwa promosi destinasi yang aktif dan keterhubungan jalur udara merupakan kunci utama. Negara yang mampu menjaga aksesibilitas dan aktif berpromosi di media sosial cenderung tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

Mempromosikan Sisi Lain Korea Selatan

Melalui tema "Explore Korea Regions", KTO berupaya memperluas wawasan wisatawan Indonesia tentang keindahan Korea. Mereka ingin menunjukkan bahwa Korea Selatan bukan hanya tentang kota besar seperti Seoul, Busan, atau Pulau Jeju.

Tujuan utama dari tema ini adalah memperkenalkan berbagai permata tersembunyi atau hidden gems di berbagai daerah. Strategi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi wisatawan yang sudah pernah berkunjung sebelumnya.

Kim Jisun menyatakan bahwa kolaborasi antara agen perjalanan, OTA, dan maskapai sangat krusial saat ini. Kemitraan strategis ini menjadi kunci utama untuk menjaga posisi Korea Selatan sebagai destinasi unggulan di mata turis Indonesia.

Pameran ini juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan pengalaman budaya Korea secara langsung. Sembari menikmati suasana, mereka tetap bisa melakukan transaksi promo perjalanan secara digital yang lebih praktis.

Beragam Penawaran dari Mitra Perjalanan dan Perbankan

Para mitra yang terlibat dalam Korea Hybrid Travel Fair 2026 berlomba-lomba memberikan keuntungan lebih bagi pengunjung. Traveloka, misalnya, menyediakan diskon tiket pesawat yang cukup signifikan bagi para pelanggannya.

Menurut Stevens Hendrajaya, Head of Partnership Traveloka, saat ini banyak pelanggan yang lebih mandiri dalam merencanakan perjalanan. Mereka cenderung mencari penawaran terbaik dan ingin mengeksplorasi tempat-tempat baru yang belum banyak dikunjungi.

Di sisi lain, Tiket.com juga tidak ketinggalan dengan menghadirkan ekosistem perjalanan yang lengkap dan praktis bagi pengguna. Selain potongan harga tiket, mereka juga menawarkan paket penginapan dan atraksi wisata yang menarik.

Rincian promo yang tersedia selama pameran berlangsung:

Penyedia Layanan Jenis Promo Utama Nilai Maksimal / Fasilitas
Traveloka Diskon Tiket Pesawat Hingga Rp2.000.000
Tiket.com Potongan Tiket Pesawat Hingga Rp2.500.000
BRI (Kartu Kredit) Cashback Eksklusif Hingga Rp4.000.000
BRI (Fasilitas) Cicilan 0 Persen Tenor hingga 36 bulan

Dukungan dari sektor perbankan seperti BRI diharapkan dapat meringankan beban biaya bagi para pelancong. Dengan adanya opsi cicilan ringan, minat masyarakat untuk berwisata diharapkan tetap terjaga di tengah tekanan kenaikan biaya bahan bakar.

Reda Abdul Rasyid dari Tiket.com menekankan pentingnya membangun ekosistem perjalanan yang terintegrasi. Hal ini dilakukan agar wisatawan mendapatkan kemudahan dalam satu pintu, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga tiket masuk objek wisata.

Secara keseluruhan, sinergi antara berbagai pihak dalam pameran ini merupakan langkah strategis untuk menghadapi tantangan ekonomi global. Ketersediaan promo yang beragam menjadi solusi agar tren wisata ke luar negeri, khususnya Korea Selatan, tetap bertumbuh positif.

Artikel terkait

Rekomendasi