Kopitiam di Bogor Olah Ubi Cilembu Jadi Menu Viral yang Banyak Dicari 2026

Kopitiam di Bogor Olah Ubi Cilembu Jadi Menu Viral yang Banyak Dicari 2026
Foto: Kopitiam di Bogor Olah Ubi Cilembu Jadi Menu Viral yang Banyak Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Biasanya Bogor dikenal luas melalui olahan talasnya yang ikonik. Namun, sebuah kopitiam baru di area SKI Tajur, Katulamba, justru melakukan terobosan unik dengan menghadirkan ubi Cilembu asal Sumedang sebagai primadona menunya.

David Liu, pemilik kedai bernama Ethnic’a ini, menjelaskan bahwa ia sengaja mendatangkan ubi tersebut demi memberikan variasi produk yang lebih segar bagi pelanggan. Ia melihat potensi besar pada ubi Cilembu untuk dijadikan menu unggulan (signature menu) yang membedakan usahanya dari kompetitor lain.

Keputusan pemilihan bahan baku ini juga didasarkan pada riset mendalam mengenai perilaku konsumen saat ini. Menurut David, anak muda zaman sekarang memiliki kegemaran untuk mencoba makanan unik tanpa harus kehilangan rasa familiar di lidah mereka.

Fokus pada inovasi menu lokal yang dikemas modern:

  • Menyajikan rasa yang sudah akrab dengan masyarakat namun dalam bentuk yang lebih kekinian.
  • Membangun nilai tambah melalui pengalaman kuliner yang berbeda bagi setiap pengunjung.
  • Memanfaatkan tren kenyamanan makanan lokal (local comfort food) yang sedang naik daun.

David menceritakan bahwa tim Research & Development (R&D) miliknya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk mematangkan konsep menu ini. Tujuan utamanya adalah memastikan ubi Cilembu tetap menjadi karakter utama dalam setiap hidangan yang disajikan.

Proses pengembangan ini diakui memiliki tantangan tersendiri, terutama karena karakteristik ubi yang sangat bergantung pada kualitas panen. Jika pengolahannya tidak dilakukan secara presisi, maka kemanisan alami yang menjadi ciri khas ubi tersebut bisa menghilang begitu saja.

Setelah melalui serangkaian eksperimen yang panjang, kedai ini akhirnya meluncurkan dua hidangan utama, yaitu Toast Pumpkin dan Waffle Cilembu. Keduanya menonjolkan tekstur yang sangat lembut dengan dominasi rasa manis yang berasal dari bahan alami ubi berkualitas tinggi.

Demi menjaga kualitas yang konsisten, Ethnic'a menjalin kemitraan langsung dengan pemasok spesialis dari daerah asal ubi tersebut. Hal ini dilakukan agar stok ubi yang digunakan selalu berada dalam standar premium dan memiliki rasa madu yang autentik.

Mengenal Karakteristik Unik Ubi Cilembu

Secara historis, ubi Cilembu sejatinya berasal dari sebuah desa kecil di wilayah Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Di sana, para petani lokal secara turun-temurun membudidayakan varietas istimewa ini sehingga mampu menghasilkan cairan manis seperti madu.

Ubi ini memiliki ciri fisik yang cukup mencolok dengan kulit berwarna krem atau jingga muda dan bentuk yang terkadang tidak beraturan. Daging di dalamnya sangat padat dengan warna kekuningan yang menggugah selera saat sudah matang.

Detail karakteristik dan keunggulan ubi Cilembu meliputi:

  • Proses memasak terbaik adalah dengan cara dibakar pada suhu tinggi dalam waktu yang lama.
  • Keluarnya cairan kental kecokelatan saat dibakar yang memberikan rasa manis alami layaknya karamel.
  • Kandungan nutrisi yang lengkap, termasuk karbohidrat kompleks, serat, serta vitamin A dan C.
  • Memiliki mineral penting seperti kalium dan mangan yang sangat baik bagi kesehatan tubuh.

Kombinasi rasa yang menyerupai madu dan manfaat kesehatannya membuat ubi ini menjadi komoditas unggulan. Keunikan cairan karamel alaminya bahkan diakui sulit ditemukan atau ditiru oleh jenis ubi lainnya dari daerah yang berbeda.

Menawarkan Suasana Nongkrong yang Lebih Tenang

Selain daya tarik dari segi kuliner, Ethnic'a juga menaruh perhatian besar pada desain interior dan atmosfer tempatnya. David ingin menciptakan ruang yang lebih hangat dan intim bagi pengunjung, jauh dari kebisingan pusat kota yang biasanya sangat padat.

Tempat ini menggabungkan konsep minimalis pada bagian dalam ruangan dengan sentuhan tropis di area semi-terbuka. Perpaduan ini menghasilkan suasana tenang yang sangat mendukung produktivitas maupun relaksasi bagi siapa saja yang datang berkunjung.

Lokasinya yang berada di jalur menuju Puncak menjadikannya pilihan strategis bagi para pelancong untuk sekadar beristirahat. Udara sejuk khas Bogor yang menyelimuti area ini menambah kenyamanan pengunjung saat menikmati waktu bersantai mereka.

Belakangan, tempat ini mulai populer di kalangan mahasiswa dan pekerja muda sebagai lokasi untuk bekerja atau berdiskusi kreatif. Area duduk yang didesain ergonomis serta konsep ruang terbuka membuat para tamu merasa betah untuk berlama-lama melakukan rapat santai.

David berharap tempat miliknya bukan sekadar tempat untuk mengisi perut, melainkan menjadi ruang publik yang inklusif. Ia menginginkan setiap orang yang datang merasa disambut dengan hangat untuk berbagi cerita dan menikmati momen kebersamaan dengan santai.

Manfaatkan Libur Panjang di Akhir Mei 2026

Bagi Anda yang berencana mengunjungi Bogor, akhir Mei 2026 ini menawarkan kesempatan emas untuk menikmati libur panjang. Ada beberapa momen hari besar yang bisa dimanfaatkan untuk melepas penat bersama keluarga atau teman terdekat.

Rangkaian libur ini diawali pada Rabu, 27 Mei 2026, yang merupakan hari peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Momen libur nasional ini biasanya digunakan masyarakat untuk beribadah dan berkumpul merayakan hari raya kurban bersama keluarga besar.

Pemerintah juga telah menetapkan jadwal cuti bersama sebagai pendamping hari raya tersebut. Berikut adalah rincian hari libur yang bisa Anda manfaatkan untuk merencanakan perjalanan wisata ke kawasan Bogor dan sekitarnya.

Jadwal Libur dan Cuti Bersama Akhir Mei 2026:

Hari dan Tanggal Keterangan Libur
Rabu, 27 Mei 2026 Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah
Kamis, 28 Mei 2026 Cuti Bersama Idul Adha
Jumat, 29 Mei 2026 Potensi Cuti Pribadi (Long Weekend)
Minggu, 31 Mei 2026 Hari Raya Waisak 2570 BE
Senin, 1 Juni 2026 Hari Lahir Pancasila

Berdasarkan jadwal di atas, masyarakat memiliki kesempatan untuk mendapatkan libur panjang yang cukup signifikan jika mengambil cuti pada hari Jumat. Apalagi pada tanggal 1 Juni juga merupakan hari libur nasional untuk memperingati Hari Lahir Pancasila.

Meskipun tidak ada cuti bersama khusus untuk Hari Raya Waisak karena jatuh di hari Minggu, namun rentetan hari libur lainnya tetap menarik. Posisi tanggal merah yang saling berdekatan ini tentu menjadi kabar baik bagi sektor pariwisata, termasuk bagi kedai kopi dan kopitiam di Bogor.

Dengan berbagai pilihan menu inovatif seperti olahan ubi Cilembu dan suasana alam yang mendukung, Bogor tetap menjadi destinasi favorit. Wisatawan kini memiliki lebih banyak opsi kuliner unik yang menggabungkan tradisi lokal dengan kemasan yang lebih modern dan menarik.

Artikel terkait

Rekomendasi