Kolaborasi Chef Dua Benua Promosikan Kuliner Nusantara di Eropa, Menu Ini Paling Dicari 2026

Kolaborasi Chef Dua Benua Promosikan Kuliner Nusantara di Eropa, Menu Ini Paling Dicari 2026
Foto: Kolaborasi Chef Dua Benua Promosikan Kuliner Nusantara di Eropa, Menu Ini Paling Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Upaya memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia ke kancah internasional masih menjadi tantangan besar bagi para pelaku industri kuliner tanah air. Jika dibandingkan dengan hidangan dari negara Asia lain seperti Jepang, Thailand, Vietnam, atau India, cita rasa rempah khas Nusantara belum sepenuhnya dikenal luas di pasar Amerika Serikat maupun Eropa.

Kondisi inilah yang menggerakkan Semaja, sebuah restoran ternama di Menteng, Jakarta Pusat, untuk menjalin kolaborasi strategis dengan dua restoran Indonesia di Eropa. Melalui inisiatif ini, Semaja berharap dapat menjadi duta kuliner yang memperkenalkan kelezatan masakan Indonesia kepada warga asing secara lebih mendalam.

Kegiatan kolaborasi ini berlangsung dalam periode singkat mulai tanggal 6 hingga 14 Mei 2026 di dua kota besar di Eropa. Dua destinasi yang dipilih adalah Ron Gastrobar Indonesia yang berlokasi di Amsterdam, Belanda, serta Batavia Restaurant yang berada di Brussel, Belgia.

Meski beroperasi di benua yang berbeda, ketiga restoran tersebut memiliki filosofi yang serupa dalam mengolah hidangan Nusantara. Mereka tetap berpegang teguh pada akar tradisi namun mengemasnya dengan sentuhan modern yang artistik.

Pertemuan Dua Talenta Chef dari Dua Benua

Bram Hendrata selaku CEO Ismaya Group menjelaskan bahwa kolaborasi ini mempertemukan dua sosok hebat, yakni Chef Glenn Erari dan Chef Agus Hermawan. Keduanya merupakan pakar dalam menyajikan menu Indonesia modern yang telah diakui keahliannya.

Chef Glenn Erari yang menjabat sebagai Executive Chef Semaja membawa latar belakang budaya Papua dan Bangka ke dalam masakannya. Ia dikenal mahir menjaga esensi rasa asli namun mengeksekusinya dengan teknik memasak modern yang lebih halus atau refined.

Di sisi lain, Chef Agus Hermawan merupakan seorang diaspora yang telah lama menetap di Amsterdam dan didapuk sebagai Duta Kuliner Indonesia di Eropa. Reputasinya dibangun melalui pendekatan inovatif, penggunaan bahan alternatif, serta presentasi hidangan yang sangat artistik.

Kedua chef ini memiliki kecintaan yang sangat besar terhadap cita rasa Nusantara meskipun perjalanan karier mereka berbeda. Perpaduan pengalaman inilah yang kemudian melahirkan kreasi menu Indonesia yang unik dan mampu menggoda selera masyarakat di Eropa.

Variasi Menu dari Roti Abon hingga Klappertart

Selama berada di Amsterdam, tim dari Semaja dan Ron Gastrobar Indonesia menyajikan berbagai pilihan hidangan pembuka yang menggugah selera. Menu tersebut meliputi Roti Abon khas Manokwari, Ayam Pelalah Tartlet dari Bali, serta kesegaran Tuna Gohu asal Ternate.

Daftar hidangan utama yang disajikan kepada para pengunjung di Amsterdam antara lain :

  • Papeda Ikan Kuah Kuning yang autentik.
  • Bebek Bumbu Hitam dengan rasa rempah yang meresap.
  • Sate Maranggi khas Purwakarta yang legendaris.
  • Iga Konro Bakar yang menjadi andalan dari Makassar.

Sebagai penutup rangkaian makan malam tersebut, para tamu disuguhi Klappertart khas Manado. Kue kelapa ini menawarkan tekstur lembut yang berpadu sempurna dengan kenyalnya daging kelapa muda.

Sementara itu, saat beraksi di Brussel, Chef Glenn menghadirkan menu yang sedikit berbeda namun tetap istimewa. Sebagai hidangan penyambut atau amuse bouche, ia menyajikan pangsit udang kalio yang kaya rasa.

Perjalanan kuliner di Belgia berlanjut dengan martabak telur dan batagor sebagai menu pembuka bagi para tamu. Untuk hidangan utama, Chef Glenn menyajikan ayam opor wangi serta semur brisket, yang kemudian ditutup kembali dengan kelezatan klappertart.

Respon Positif dan Antusiasme Warga Lokal

Bram Hendrata mengungkapkan bahwa meskipun kedua chef memiliki sudut pandang berbeda, mereka mampu saling melengkapi dengan harmonis. Hasilnya adalah sebuah pengalaman bersantap yang menjadi jembatan budaya antara Jakarta dan Amsterdam dalam satu meja.

Antusiasme masyarakat lokal terhadap kolaborasi ini ternyata sangat luar biasa dan melampaui ekspektasi. Hal ini terlihat dari profil pengunjung yang datang memenuhi restoran selama acara berlangsung.

Berikut adalah persentase demografi pengunjung yang hadir dalam rangkaian acara makan malam tersebut :

  • 80 persen merupakan masyarakat lokal yang tinggal di Amsterdam.
  • 10 persen adalah warga diaspora Indonesia yang berada di luar negeri.
  • 10 persen sisanya berasal dari berbagai latar belakang lainnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa pasar internasional semakin terbuka dan tertarik dengan kekayaan rasa dari Indonesia. Pendekatan kuliner modern dianggap lebih relevan dengan selera global yang terus berkembang saat ini.

Bagi pihak Semaja, momentum ini bukan sekadar ajang unjuk gigi di luar negeri. Ini adalah langkah nyata untuk membawa identitas budaya Indonesia ke meja makan dunia dengan cara yang tetap tradisional namun modern.

Ekspansi RM Sederhana ke Singapura

Selain upaya dari Semaja di Eropa, kabar gembira bagi pecinta kuliner Indonesia juga datang dari negara tetangga, Singapura. Restoran legendaris RM Sederhana secara resmi membuka gerai pertamanya di sana pada 29 Mei 2026.

Lokasi yang dipilih cukup bersejarah, yakni menempati bekas unit Warong Nasi Pariaman di 738 North Bridge Road. Warung tersebut sebelumnya dikenal sebagai penyedia nasi padang tertua di Singapura sebelum akhirnya tutup pada awal tahun 2026.

Antrean panjang sudah terlihat sejak pukul 11 pagi saat hari pembukaan, menunjukkan betapa besarnya kerinduan warga setempat terhadap menu ini. Pengunjung yang datang rela menunggu demi bisa menikmati hidangan autentik khas RM Sederhana.

Beberapa poin penting mengenai pembukaan cabang RM Sederhana di Singapura ini meliputi :

  • Lokasi strategis di North Bridge Road yang mudah diakses.
  • Menyajikan lebih dari 100 pilihan hidangan dalam konsep lengkapnya.
  • Tahap awal peluncuran menghadirkan 30 menu andalan yang paling populer.
  • Semua bumbu dan rempah dibawa langsung dari Indonesia untuk menjaga keaslian rasa.

Pihak manajemen RM Sederhana menyatakan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman makan yang sama persis dengan di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat memperkuat posisi kuliner Nusantara sebagai primadona di kawasan Asia Tenggara.

Kehadiran berbagai restoran Indonesia di mancanegara, baik melalui kolaborasi chef maupun pembukaan cabang baru, menjadi angin segar bagi promosi budaya. Diharapkan ke depannya, cita rasa Indonesia semakin dikenal sejajar dengan kuliner global lainnya.

Rangkaian kegiatan ini membuktikan bahwa makanan bisa menjadi alat diplomasi budaya yang sangat efektif dan universal. Dengan sentuhan profesionalisme, kuliner lokal mampu bersaing dan mendapatkan tempat di hati masyarakat dunia.

Artikel terkait

Rekomendasi