Kisah Pilu Mantan Ratu Kecantikan Singapura Lepas dari Suami Toksik, Kini Bangkit di 2026

Kisah Pilu Mantan Ratu Kecantikan Singapura Lepas dari Suami Toksik, Kini Bangkit di 2026
Foto: Kisah Pilu Mantan Ratu Kecantikan Singapura Lepas dari Suami Toksik, Kini Bangkit di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Momen perayaan Hari Ibu sering kali menjadi waktu untuk berefleksi bagi banyak orang, termasuk bagi Stephanie Teo. Mantan ratu kecantikan asal Singapura ini baru saja membagikan kisah menyentuh melalui akun media sosial pribadinya.

Melalui sebuah unggahan video di Instagram, fotografer profesional tersebut menceritakan kembali titik terendah dalam hidupnya. Ia mengenang masa-masa sulit saat harus berjuang sebagai ibu tunggal demi memberikan masa depan yang lebih baik bagi buah hatinya.

Keputusan Berani Meninggalkan Pernikahan Toksik

Melansir laporan dari CNA, Stephanie mengungkapkan sebuah fakta pahit bahwa dirinya pernah merasa kehilangan segalanya beberapa tahun silam. Ia secara berani memutuskan untuk keluar dari ikatan pernikahan yang diwarnai dengan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Keputusan besar tersebut ia ambil di saat yang sangat krusial, yakni ketika putrinya bahkan belum genap berusia satu bulan. Kondisi keuangannya saat itu pun sangat memprihatinkan karena ia hanya memiliki sisa uang di bank sebesar S$600 atau sekitar Rp8,2 juta.

Meskipun masa depannya tampak tidak pasti dan penuh tantangan, Stephanie tetap membulatkan tekad untuk pergi. Ia meyakini bahwa keselamatan dan ketenangan hidupnya bersama sang anak jauh lebih berharga daripada bertahan dalam hubungan yang merusak.

Pernyataan tegas Stephanie mengenai keputusannya memilih jalan sebagai ibu tunggal :

  • Ia percaya bahwa meninggalkan pasangan yang toksik adalah langkah paling tepat yang pernah ia ambil dalam hidupnya.
  • Stephanie menegaskan bahwa perjalanan hidupnya ini bukanlah sebuah cerita tentang kegagalan atau kekalahan dalam berumah tangga.
  • Baginya, ini adalah narasi tentang keberanian untuk bangkit dan membangun kembali segala sesuatu yang sempat hancur.

Stephanie merefleksikan kembali kondisinya pada tahun 2021, di mana ia sering kali menangis hingga terlelap karena kelelahan fisik dan mental. Namun, kini ia menyadari bahwa dirinya telah melangkah sangat jauh dari masa-masa kelam tersebut.

Kerja Keras dan Kebangkitan Ekonomi

Proses untuk menata ulang kehidupan bukanlah perkara yang instan bagi seorang mantan ratu kecantikan ini. Selama beberapa tahun, Stephanie harus melakoni tiga pekerjaan sekaligus setiap harinya demi memenuhi kebutuhan finansial keluarga kecilnya.

Waktu istirahatnya sangat terbatas karena ia hanya bisa tidur selama beberapa jam saja dalam sehari. Motivasi terbesarnya adalah putri kecilnya yang selalu menjadi penguat saat ia merasa ingin menyerah pada keadaan.

Perlahan tapi pasti, kerja keras yang ia lakukan mulai membuahkan hasil yang nyata bagi kesejahteraan mereka. Stephanie berhasil membeli mobil pertamanya, disusul dengan kepemilikan rumah pribadi, hingga mampu mendirikan bisnis sendiri dengan kantor yang mapan.

Tidak hanya fokus pada karier dan ekonomi, ia juga tetap memperhatikan pengembangan diri dengan melanjutkan pendidikan tinggi. Di sela kesibukannya, ia mengambil program sarjana paruh waktu untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitasnya.

Stephanie menyatakan bahwa melalui proses yang panjang ini, ia berhasil membangun kembali rasa percaya diri yang sempat hilang. Ia merasa sangat bangga dengan sosok perempuan tangguh yang berhasil ia bentuk melalui segala tempaan ujian hidup.

Sejarah dan Perkembangan Kontes Mrs. World

Bicara mengenai ajang kecantikan bagi perempuan dewasa, Mrs. World memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak tahun 1984 di Queensland, Australia. Sejak tahun 1999, kontes berskala internasional ini secara khusus ditujukan bagi perempuan yang telah menikah.

Pada penyelenggaraan terbarunya di tahun 2025, ajang ini berjalan dengan sangat lancar tanpa adanya kontroversi yang menghebohkan. Chanita Seedaket Craythorne dinobatkan sebagai Mrs. World 2025 dalam acara puncak yang digelar di Westgate Las Vegas.

Kemenangan Chanita menjadi sangat istimewa karena ia mencatatkan sejarah sebagai perwakilan Thailand pertama yang meraih gelar prestisius tersebut. Ia berhasil mengungguli kontestan kuat lainnya yang masuk dalam jajaran finalis utama.

Daftar perwakilan negara yang masuk dalam posisi teratas pada ajang Mrs. World 2025 :

  • Thailand (Pemenang Utama/Mrs. World 2025).
  • Amerika Serikat (Mrs. America masuk dalam posisi tiga besar).
  • Sri Lanka (Mrs. Sri Lanka melengkapi jajaran tiga besar).
  • Negara lain yang masuk enam finalis terbaik adalah Uni Emirat Arab dan Irlandia.

Kemenangan Chanita dipuji sebagai representasi perempuan Thailand yang memiliki semangat kepemimpinan, tanggung jawab keluarga, serta tujuan hidup yang kuat. Perjalanannya dianggap sebagai bukti bahwa perempuan bisa berdiri teguh dengan martabat yang tinggi di panggung dunia.

Mengingat Kembali Insiden Mahkota di Sri Lanka

Penyelenggaraan yang damai pada tahun 2025 sangat kontras dengan kejadian dramatis yang sempat viral pada April 2021. Saat itu, dalam ajang Mrs. Sri Lanka, sebuah insiden mengejutkan terjadi tepat setelah penobatan pemenang di atas panggung.

Pushpika De Silva yang baru saja dinobatkan sebagai pemenang harus mengalami kejadian memalukan saat mahkotanya dicopot paksa. Pelakunya adalah Caroline Jurie, pemenang Mrs. World 2020, yang tiba-tiba naik ke panggung dan melakukan tindakan tersebut di depan kamera.

Caroline berdalih bahwa De Silva telah melanggar aturan kompetisi karena dianggap sudah berstatus janda atau bercerai. Ia bahkan secara sepihak mengumumkan bahwa gelar pemenang harus diberikan kepada kontestan yang berada di posisi kedua.

Akibat tindakan kasar tersebut, De Silva mengalami luka ringan pada bagian kepalanya dan harus mendapatkan perawatan medis. Insiden ini kemudian memicu perdebatan panjang mengenai etika di dalam ajang kontes kecantikan internasional.

Kronologi singkat penyelesaian drama perebutan mahkota tersebut :

Kejadian Keterangan Detail
Klarifikasi Status De Silva membantah tuduhan cerai dan menegaskan dirinya belum resmi berpisah secara hukum.
Tindakan Hukum Caroline Jurie sempat ditangkap oleh pihak kepolisian setempat atas laporan tindakan kekerasan.
Keputusan Akhir Caroline Jurie memutuskan untuk melepaskan mahkotanya sendiri sebagai bentuk tanggung jawab atas aksinya.

Cerita perjuangan Stephanie Teo dan dinamika di panggung Mrs. World menunjukkan bahwa di balik gemerlap dunia kecantikan, terdapat perjuangan nyata tentang harga diri. Setiap perempuan memiliki kekuatannya masing-masing untuk bangkit dari masa lalu yang menyakitkan demi masa depan yang lebih cerah.

Artikel terkait

Rekomendasi