Kisah Haru Lansia NTT Bisa Melihat Lagi Usai Operasi Katarak Gratis 2026 yang Resmi dan Aman

Kisah Haru Lansia NTT Bisa Melihat Lagi Usai Operasi Katarak Gratis 2026 yang Resmi dan Aman
Foto: Kisah Haru Lansia NTT Bisa Melihat Lagi Usai Operasi Katarak Gratis 2026 yang Resmi dan Aman. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Menjaga kesehatan mata hingga usia senja merupakan dambaan bagi setiap orang, termasuk bagi Oktovianus Klein. Namun, seiring bertambahnya usia, fungsi penglihatan pada kelompok lanjut usia (lansia) sering kali mengalami penurunan yang signifikan.

Kondisi ini dialami langsung oleh Oktovianus, pria kelahiran tahun 1963 asal Nusa Tenggara Timur. Ia bercerita bahwa mata kanannya mulai terserang katarak sejak beberapa tahun belakangan ini.

Oktovianus mengungkapkan bahwa pandangannya mulai terasa kabur dan tidak jelas sejak sekitar lima tahun yang lalu. Meskipun menyadari ada masalah pada matanya, ia tidak bisa langsung mencari bantuan medis.

Hambatan biaya menjadi alasan utama dirinya menunda pengobatan selama bertahun-tahun. Selain itu, akses terhadap pelayanan dokter spesialis mata di tempat tinggalnya, Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), masih sangat terbatas.

Perjuangan di Tengah Keterbatasan Penglihatan

Akibat kendala tersebut, Oktovianus terpaksa menjalani aktivitas sehari-hari dengan kondisi penglihatan yang terganggu. Ia bekerja sebagai pengemudi ojek dengan penghasilan yang tidak menentu setiap harinya.

Selain menarik ojek, ia juga sering membantu mengantarkan dagangan sayur-mayur ke pasar atau pedagang setempat. Pria berusia 62 tahun ini mengaku sangat tidak nyaman dengan gangguan pada matanya tersebut.

Oktovianus menceritakan pengalamannya saat bekerja, di mana cahaya lampu kendaraan lain terasa sangat menyilaukan. Pandangannya seringkali menjadi berkunang-kunang saat ia harus mengendarai sepeda motor di jalan raya.

Kondisi tersebut ia alami karena tidak punya pilihan lain untuk mendapatkan tindakan medis yang memadai. Faktor kurangnya edukasi mengenai kesehatan mata juga sempat menghambatnya untuk mencari solusi.

Sebelumnya, ia merasa sangat takut untuk menjalani operasi katarak karena mendapatkan informasi yang keliru. Ia mengira proses operasi tersebut dilakukan dengan cara mencungkil bola mata pasien.

Kekhawatiran itu muncul karena ia mendengar selentingan bahwa mata aslinya akan diganti dengan mata kucing. Ketakutan yang tidak beralasan ini sempat membuatnya enggan untuk berobat ke rumah sakit.

Edukasi dan Pelaksanaan Operasi Gratis

Namun, rasa takut Oktovianus akhirnya sirna setelah ia mendapatkan penjelasan dari pendamping PKH dan pihak terkait lainnya. Melalui edukasi yang tepat, ia pun akhirnya memberanikan diri untuk menjalani prosedur medis.

Oktovianus bersedia mengikuti operasi katarak gratis demi memulihkan penglihatannya agar bisa bekerja kembali dengan normal. Program ini merupakan inisiasi kolaboratif dari berbagai instansi terkait.

Pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program sosial ini antara lain:

  • Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) sebagai penyelenggara utama.
  • Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) sebagai tim medis ahli.
  • Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) yang memberikan dukungan sosial.
  • Pemerintah Kabupaten Kupang sebagai fasilitator di wilayah setempat.

Kerja sama lintas sektoral ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat lansia di NTT yang memiliki keterbatasan akses kesehatan. Program ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini terpaksa hidup dalam kegelapan akibat katarak.

Oktovianus menyatakan bahwa keinginannya untuk sembuh membuatnya berani menyerahkan segala proses medis kepada Yang Maha Kuasa. Tindakan operasi ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang jatuh pada akhir Mei.

Kegiatan bakti sosial tersebut dipusatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Naibonat, Kabupaten Kupang. Proses operasi berlangsung secara bertahap selama tiga hari, yakni mulai tanggal 29 hingga 31 Mei 2026.

Harapan Baru Bagi Lansia di NTT

Pasca menjalani tindakan operasi, Oktovianus merasa jauh lebih tenang dan bahagia dengan kondisi barunya. Kini, ia mulai bisa melihat dunia dengan lebih terang tanpa gangguan kabut yang menghalangi matanya.

Meskipun belum pulih secara total, ia merasakan perubahan yang sangat signifikan pada penglihatannya. Ia optimis bisa segera kembali beraktivitas dan bekerja sebagai pengemudi ojek dengan lebih aman.

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Orpan Nelci Sodak Manafe, seorang ibu rumah tangga berusia 69 tahun. Warga Kelurahan Naibonat ini sukses menjalani operasi katarak pada mata bagian kirinya.

Nelci harus berjuang menghidupi dirinya sendiri dengan berjualan sayur sejak suaminya meninggal dunia tiga tahun lalu. Meski anak-anaknya yang sudah berkeluarga turut membantu, ia tetap ingin mandiri dalam memenuhi kebutuhan harian.

Pemerintah juga telah memberikan dukungan rutin berupa bantuan sembako kepada Nelci semenjak ia menjanda. Namun, pemulihan penglihatan melalui operasi gratis ini dirasanya sebagai bantuan yang sangat luar biasa.

Berikut adalah ringkasan dampak positif dari program operasi katarak gratis bagi masyarakat:

Aspek Manfaat Dampak yang Dirasakan Penerima Manfaat
Kesehatan Fisik Penglihatan kembali jelas dan pandangan kabur akibat katarak menghilang.
Mobilitas Lansia dapat beraktivitas secara mandiri tanpa harus terus didampingi.
Ekonomi Penerima manfaat bisa kembali bekerja seperti menjadi tukang ojek atau berjualan.
Psikologis Meningkatkan rasa percaya diri dan ketenangan batin bagi kelompok lansia.

Melalui data tersebut, terlihat bahwa perbaikan fungsi penglihatan memberikan efek domino terhadap kualitas hidup lansia. Kemandirian menjadi poin utama yang ingin dicapai melalui program kesehatan ini.

Nelci menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pemerintah atas terselenggaranya operasi gratis ini. Baginya, program ini sangat membantu masyarakat di Kabupaten Kupang yang kesulitan mendapatkan layanan medis khusus mata.

Ia juga berharap agar kegiatan sosial semacam ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Nelci ingin agar rekan-rekannya sesama lansia yang belum mendapatkan kesempatan kali ini bisa merasakan manfaat serupa nantinya.

Program operasi katarak ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan bagi kelompok rentan. Dengan penglihatan yang lebih baik, para lansia di NTT diharapkan bisa menjalani masa tua mereka dengan lebih produktif dan bahagia.

Artikel terkait

Rekomendasi