Kim Jong Kook Ceritakan Momen Mengejutkan Nyaris Ditipu saat Liburan di Dubai 2026

Kim Jong Kook Ceritakan Momen Mengejutkan Nyaris Ditipu saat Liburan di Dubai 2026
Foto: Kim Jong Kook Ceritakan Momen Mengejutkan Nyaris Ditipu saat Liburan di Dubai 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Aktor sekaligus bintang ternama asal Korea Selatan, Kim Jong Kook, baru-baru ini berbagi pengalaman yang kurang menyenangkan saat sedang berlibur di Dubai, Uni Emirat Arab. Anggota tetap program Running Man tersebut mengungkapkan bahwa dirinya hampir saja menjadi korban penipuan oleh oknum staf di sebuah tempat wisata.

Kisah ini dibagikan oleh Kim Jong Kook melalui sebuah video blog (vlog) terbaru di kanal YouTube pribadinya yang bertajuk Gym Jong Kook. Dalam video tersebut, ia merinci bagaimana kronologi upaya penipuan itu terjadi saat dirinya sedang menikmati waktu luang bersama rekan-rekan kerjanya.

Pengalaman Tak Terduga di Dubai

Mengawali perjalanannya di Dubai, Kim Jong Kook menyempatkan diri mengunjungi sebuah pusat kebugaran eksklusif yang dilengkapi dengan fasilitas mewah. Ia sempat terpukau dengan peralatan olahraga kelas atas di sana, termasuk barbel yang dilapisi emas murni.

Namun, penyanyi bertubuh kekar ini dibuat terkejut saat mengetahui biaya akses harian di tempat fitnes tersebut mencapai 120.000 won atau setara Rp1,4 juta. Meski demikian, ia tetap melanjutkan rutinitas olahraganya sebelum beranjak menuju agenda wisata berikutnya menggunakan mobil buggy.

Masalah mulai muncul ketika Kim Jong Kook dan rombongannya tiba di lokasi penyewaan buggy yang sebelumnya telah mereka pesan secara daring. Seorang petugas di lokasi tersebut menghampiri mereka untuk melakukan verifikasi reservasi sekaligus menanyakan perihal pelunasan biaya sewa.

Petugas itu memberikan informasi yang membingungkan dengan menyebutkan angka pembayaran yang berbeda jauh dari kesepakatan awal di sistem reservasi. Staf tersebut bahkan mengklaim telah memberikan diskon khusus sehingga rombongan Kim Jong Kook diminta membayar sebesar 2.000 dirham atau sekitar Rp9,7 juta.

Poin penting terkait ketidaksesuaian harga yang ditemukan Kim Jong Kook dan timnya:

  • Jumlah total yang tertera pada sistem reservasi awal sebenarnya hanya sebesar 1.900 dirham (sekitar Rp9,2 juta).
  • Terdapat selisih harga yang tidak jelas asalnya meskipun staf tersebut mengklaim sudah memberikan potongan harga.
  • Petugas terus mendesak agar pembayaran dilakukan secara tunai atau melalui mesin gesek di lokasi saat itu juga.
  • Adanya upaya penggiringan opini oleh oknum staf agar wisatawan segera membayar tanpa melakukan pengecekan ulang.

Ketelitian salah satu rekan Kim Jong Kook menjadi penyelamat dalam situasi tersebut setelah ia menyadari adanya kejanggalan pada angka yang ditagihkan. Kim pun sempat mencoba mengonfirmasi perbedaan harga tersebut secara langsung kepada petugas yang bersangkutan.

Diselamatkan oleh Ketelitian Rekan Perjalanan

Meski sempat ragu, Kim Jong Kook pada awalnya sempat mengikuti arahan staf tersebut dan melakukan transaksi pembayaran menggunakan kartu kreditnya. Beruntung, salah satu temannya segera menyela proses tersebut dengan tegas dan memberikan peringatan tepat waktu.

Teman Kim menjelaskan bahwa seluruh biaya sebenarnya sudah dibayar lunas melalui platform reservasi sebelumnya sehingga tidak perlu ada biaya tambahan. Terungkap kemudian bahwa staf tersebut diduga sengaja mengincar turis yang terlihat bingung untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Hal yang lebih mengejutkan adalah fakta bahwa bisnis yang diwakili oleh petugas tersebut ternyata tidak memiliki kaitan dengan perusahaan tempat Kim memesan jasa. Mengetahui dirinya hampir tertipu, Kim Jong Kook dengan tenang meminta pembatalan transaksi dan pengembalian uangnya saat itu juga.

Staf tersebut sempat mencoba membela diri dengan dalih bukan merupakan kesalahannya, namun ia akhirnya tetap memproses pengembalian dana tersebut. Kejadian ini menyisakan rasa tidak percaya bagi Kim Jong Kook karena modus penipuan yang dilakukan terbilang cukup berani dan rapi.

Beberapa fakta mengejutkan di balik upaya penipuan yang dialami Kim Jong Kook:

  • Oknum staf tetap membawa rombongan ke area mereka meski tahu reservasi dilakukan di perusahaan yang berbeda.
  • Upaya penarikan biaya tambahan dilakukan meskipun pelanggan sudah menunjukkan bukti pelunasan secara digital.
  • Pihak pengelola tidak memberikan penjelasan logis mengenai perbedaan harga yang ditagihkan kepada wisatawan.
  • Modus ini diduga memanfaatkan ketidaktahuan wisatawan asing terhadap sistem pembayaran lokal yang berlaku.

Kim Jong Kook pun memberikan peringatan keras kepada para pengikutnya dan wisatawan lain agar selalu waspada saat berada di luar negeri. Ia menekankan bahwa keramahan penduduk lokal tidak boleh membuat turis lengah dalam melakukan verifikasi dokumen dan transaksi keuangan.

Tren Penurunan Tarif Hotel di Uni Emirat Arab

Di sisi lain, bagi wisatawan yang berencana mengunjungi Uni Emirat Arab, saat ini terdapat fenomena menarik terkait harga akomodasi. Dilaporkan bahwa tarif menginap di hotel-hotel berbintang di Dubai dan Abu Dhabi mengalami penurunan drastis hingga 75 persen.

Berdasarkan data analisis dari kantor berita RIA Novosti, penurunan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk. Penurunan harga ini mencakup berbagai kategori hotel, mulai dari hotel bintang empat hingga hotel bintang lima yang sangat mewah.

Sebagai ilustrasi, hotel bintang empat di Abu Dhabi yang biasanya mematok harga sekitar USD 200 kini bisa dipesan dengan harga USD 54 saja. Hal serupa terjadi di Dubai, di mana banyak hotel mewah menawarkan diskon besar-besaran untuk menarik kembali minat kunjungan para pelancong.

Berikut adalah daftar perbandingan harga hotel di Dubai dan Abu Dhabi yang mengalami penurunan signifikan:

Nama Hotel Lokasi Kategori Harga Mulai (USD)
Mercure Abu Dhabi Abu Dhabi Bintang 4 54
Rixos Marina Abu Dhabi Bintang 5 225
Stella di Mare Dubai Bintang 4 50 - 60
Dusit Thani Dubai Bintang 5 95
Pullman Jumeirah Dubai Bintang 5 90

Data di atas menunjukkan bahwa sektor pariwisata di wilayah tersebut tengah melakukan penyesuaian harga yang sangat kompetitif bagi wisatawan global. Penurunan harga ini terjadi di berbagai jaringan hotel internasional ternama seperti Hilton, Radisson, hingga Movenpick.

Meski harga penginapan sedang sangat terjangkau, para wisatawan tetap diharapkan mengikuti saran Kim Jong Kook untuk selalu teliti. Memeriksa detail pesanan dan tidak mudah percaya pada penawaran tambahan di lokasi adalah kunci agar liburan tetap aman dan menyenangkan.

Artikel terkait

Rekomendasi