Kemenpar Pacu 10 Destinasi Wisata Prioritas 2026, Resmi Jadi Primadona Baru!

Kemenpar Pacu 10 Destinasi Wisata Prioritas 2026, Resmi Jadi Primadona Baru!
Foto: Kemenpar Pacu 10 Destinasi Wisata Prioritas 2026, Resmi Jadi Primadona Baru!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pulau Bali masih menjadi daya tarik utama bagi sektor pariwisata di Indonesia hingga saat ini. Walaupun begitu, pemerintah terus melakukan upaya serius agar para investor mulai melirik potensi luar biasa yang tersebar di berbagai wilayah lain di Nusantara.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kini membuka peluang selebar-lebarnya bagi para penanam modal untuk berinvestasi di sejumlah daerah potensial selain Pulau Dewata. Strategi ini diambil untuk mendorong pemerataan investasi sekaligus memperkuat pondasi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Visi Pemerataan Investasi Pariwisata Nasional

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa kekayaan pariwisata Indonesia tidak hanya terbatas pada wilayah Bali saja. Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Investor Roundtable 2026 yang berlangsung di Bali pada Sabtu (30/5).

Widiyanti menjelaskan bahwa banyak destinasi unggulan lain yang memiliki potensi investasi sangat besar. Destinasi-destinasi tersebut saat ini tengah menunggu sentuhan pengembangan yang bertanggung jawab dan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah secara aktif menyerap berbagai masukan dari para investor, pemerintah daerah, hingga asosiasi pelaku usaha. Dialog ini bertujuan untuk memetakan tantangan nyata yang sering dihadapi oleh para pelaku industri di lapangan.

Berbagai aspirasi yang terkumpul akan dijadikan landasan penting dalam merancang kebijakan investasi pariwisata ke depan. Pemerintah menargetkan terciptanya iklim investasi yang lebih hijau, inklusif, memiliki daya saing tinggi, dan tersebar secara merata.

Data Kunjungan dan Konsentrasi Wisatawan

Berdasarkan data terbaru, Indonesia berhasil mencatat angka kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 15,39 juta orang. Namun, dari total kunjungan tersebut, hampir 7 juta orang di antaranya masih terkonsentrasi di wilayah Bali saja.

Widiyanti menilai angka kunjungan ini merupakan bukti nyata meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap sektor pariwisata Indonesia. Bali diakui tetap menjadi jantung utama pertumbuhan pariwisata secara nasional dalam kurun waktu yang lama.

Meski demikian, penumpukan investasi di kawasan populer seperti Seminyak, Canggu, Ubud, dan Uluwatu dianggap perlu segera diseimbangkan. Distribusi modal yang lebih luas diharapkan dapat membawa manfaat ekonomi yang lebih adil bagi masyarakat di berbagai pelosok daerah.

Sebagai bentuk tindakan konkret, Kemenpar memprioritaskan pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP). Selain itu, pemerintah juga memperkenalkan konsep Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR) sebagai titik pertumbuhan ekonomi baru.

Fokus Pengembangan Destinasi Prioritas

Program pengembangan kawasan wisata ini dirancang untuk memperluas sebaran manfaat ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat di sekitar lokasi wisata.

Langkah strategis tersebut sejalan dengan tren global yang kini lebih menghargai pariwisata berkelanjutan dan wisata kebugaran atau wellness tourism. Wisatawan masa kini cenderung mencari pengalaman liburan yang lebih autentik serta memiliki makna mendalam bagi mereka.

Berikut adalah daftar 10 Destinasi Pariwisata Prioritas yang menjadi fokus pengembangan utama pemerintah saat ini:

  • Danau Toba: Terletak di Sumatera Utara, menawarkan keindahan alam dan budaya batak yang khas.
  • Borobudur: Candi megah di Jawa Tengah yang menjadi ikon sejarah dan spiritual Indonesia.
  • Mandalika: Kawasan pesisir di Nusa Tenggara Barat yang kini dikenal berkat sirkuit internasionalnya.
  • Labuan Bajo: Gerbang menuju Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur yang menawan.
  • Likupang: Destinasi bahari unggulan di Sulawesi Utara dengan kekayaan bawah laut yang asri.
  • Tanjung Kelayang: Pesona pantai dengan formasi batuan granit yang ikonik di Bangka Belitung.
  • Bromo Tengger Semeru: Keajaiban lanskap gunung berapi di Jawa Timur yang selalu memukau.
  • Wakatobi: Surga bagi para penyelam yang berada di wilayah Sulawesi Tenggara.
  • Morotai: Gugusan pulau bersejarah dengan keindahan alam di Maluku Utara.
  • Raja Ampat: Destinasi kelas dunia di Papua Barat Daya yang memiliki keanekaragaman hayati laut tertinggi.

Daftar destinasi di atas merupakan prioritas pemerintah untuk menjadi "Bali Baru" yang mampu menarik minat wisatawan serta investor secara luas. Selain fokus pada sepuluh titik tersebut, pemerintah juga menetapkan kategori khusus bagi tiga wilayah tertentu.

Pemerintah menetapkan tiga wilayah sebagai Destinasi Pariwisata Regeneratif yang berfokus pada pemulihan lingkungan:

Wilayah Destinasi Fokus Utama Pengembangan
Bali Pemulihan ekosistem dan penguatan budaya lokal.
Jakarta Revitalisasi kawasan urban dan pusat ekonomi kreatif.
Kepulauan Riau Optimalisasi pariwisata perbatasan dan keberlanjutan maritim.

Tabel di atas menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar pertumbuhan angka, tetapi juga kualitas lingkungan di destinasi yang sudah matang. Ketiga wilayah ini mendapatkan perhatian khusus agar dampak negatif pariwisata terhadap alam dapat diminimalisir.

Penguatan Tata Kelola Digital

Selain mendorong masuknya modal, pemerintah juga bekerja keras dalam memperkuat tata kelola sektor pariwisata nasional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pengembangan sistem verifikasi berbasis Application Programming Interface (API).

Sistem digital ini digunakan untuk memastikan bahwa setiap akomodasi yang dipasarkan lewat platform pemesanan daring telah memiliki Perizinan Berusaha yang sah. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan standar kualitas dan kepastian hukum di ekosistem pariwisata Bali dan sekitarnya.

Rizki Handayani, selaku Pelaksana Tugas Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, menambahkan bahwa forum diskusi investor merupakan wadah strategis. Forum ini membantu pemerintah mengidentifikasi tantangan sekaligus menggali peluang baru secara lebih mendalam.

Setiap masukan yang diterima dianggap sangat berharga, baik untuk memperkuat Bali maupun sebagai bahan pembelajaran bagi destinasi prioritas lainnya. Upaya pemerataan ini sebenarnya telah dimulai sejak masa pemerintahan sebelumnya dengan program yang serupa.

Melalui pendekatan yang lebih menekankan pada keberlanjutan dan keadilan ekonomi, pemerintah optimis bahwa pertumbuhan sektor pariwisata tidak akan lagi terpusat di satu titik. Dengan demikian, kekayaan alam Indonesia dapat memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat secara merata.

Artikel terkait

Rekomendasi