Upaya konservasi harimau Sumatera di Inggris berbuah hasil yang menggembirakan. Pada 9 April 2026, empat bayi harimau Sumatera lahir dengan selamat di Howletts Wild Animal Park, dekat Canterbury, Inggris. Ini merupakan pertama kalinya harimau Sumatera lahir di taman satwa tersebut.
"Ini adalah momen yang sangat penting bagi Howletts dan konservasi spesies ini," ucap juru bicara taman, dikutip dari BBC, Rabu (27/5/2026). Kelahiran ini menjadi salah satu yang terbanyak dalam satu kali kelahiran.
Keempat anak harimau itu lahir dari induk bernama Tipah yang berusia 7 tahun. Tipah dipuji telah menjalankan peran sebagai ibu dengan sangat baik. Meski baru pertama kali menjadi ibu, Tipah terlihat tenang, penuh perhatian, dan sangat sayang terhadap anak-anaknya.
Bapak para bayi harimau itu adalah Nakal, yang dikenal sebagai harimau teritorial. Namun, sejak bergabung dengan taman satwa itu pada Juli 2025, Nakal kini lebih sabar. Para penjaga menyatakan bahwa keempat anak harimau ini sehat, berbulu lebat, dan berkembang dengan baik.
Taman belum mengonfirmasi jenis kelamin keempat anak harimau tersebut. "Saat ini, mereka tetap aman berada di sarang, namun pengunjung mungkin beruntung melihat mereka selama Springfest pertengahan semester ini," tambah juru bicara tersebut.
Kelahiran Dua Anak Harimau di Lampung
Di Lampung, Taman Satwa Lembah Hijau juga mengumumkan kelahiran dua bayi harimau Sumatera pada Februari 2026. Keduanya lahir dari pasangan harimau jantan Kyai Batua dan induk Sinta, keduanya hasil penyelamatan dari konflik dengan manusia dan jerat pemburu liar.
Kyai Batua diselamatkan pada Juli 2019, sementara Sinta diselamatkan pada Desember 2024, keduanya dari jerat liar. Perkawinan mereka mengikuti rekomendasi Global Species Management Plan (GSMP) dan diurus dengan pengawasan ketat.
Menurut Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung, Agung Nugroho, keberhasilan ini merupakan indikator positif pengelolaan konservasi ex situ. "Ini adalah hasil kolaborasi antara pemerintah, lembaga konservasi, dan para pihak yang terlibat," ujarnya.
Ia berharap keberhasilan ini memperkuat komitmen perlindungan satwa liar dan mengatasi ancaman jerat serta perburuan ilegal. Populasi harimau Sumatera di alam liar kini diperkirakan tinggal 400 ekor dan terancam punah.