Jokowi Cek Gigi di Klinik Keponakan Solo, Momen Langka yang Banyak Dicari 2026

Jokowi Cek Gigi di Klinik Keponakan Solo, Momen Langka yang Banyak Dicari 2026
Foto: Jokowi Cek Gigi di Klinik Keponakan Solo, Momen Langka yang Banyak Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, baru-baru ini terlihat melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara rutin di Solo, Jawa Tengah. Pria yang akrab disapa Jokowi ini menyambangi klinik milik keponakannya sendiri, yakni drg Adinda Istiqfarina Arif.

Jokowi menegaskan bahwa kunjungannya tersebut bukan karena adanya keluhan medis atau rasa sakit tertentu. Ia hanya ingin memastikan kondisi giginya tetap sehat melalui pemeriksaan rutin yang biasa dilakukan masyarakat pada umumnya.

Proses Pembersihan Karang Gigi yang Singkat

Pemeriksaan kesehatan gigi mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut berlangsung cukup singkat, yakni hanya sekitar 15 menit. Menurut keterangan drg Adinda, Jokowi menjalani prosedur pembersihan karang gigi atau yang secara medis dikenal dengan istilah scaling.

Dokter Adinda mengungkapkan bahwa proses scaling tersebut berjalan cepat karena kondisi kesehatan mulut Jokowi yang sangat terjaga. Ia menjelaskan bahwa tumpukan karang gigi pada pasiennya tersebut tidak terlalu banyak, sehingga penanganan tidak membutuhkan waktu lama.

Pentingnya Cek Rutin bagi Orang Dewasa dan Lansia

Menanggapi hal ini, drg Usman Sumantri selaku Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menekankan pentingnya pemeriksaan rutin bagi orang dewasa. Menurutnya, kunjungan ke dokter gigi setidaknya setiap enam bulan sekali sangat dianjurkan untuk mendeteksi masalah sejak dini.

Pemeriksaan berkala ini bertujuan untuk mencegah kelainan serius seperti lubang gigi (karies), radang gusi, hingga gusi berdarah. Bagi individu yang memiliki riwayat perawatan gigi kompleks, kunjungan ke klinik bahkan mungkin diperlukan lebih sering sesuai arahan dokter.

Beberapa manfaat utama melakukan pemeriksaan gigi rutin secara berkala antara lain:

  • Mendeteksi adanya karies atau lubang gigi sebelum bertambah parah.
  • Mencegah terjadinya peradangan pada jaringan gusi.
  • Membersihkan plak dan karang gigi yang tidak bisa hilang hanya dengan menyikat gigi biasa.
  • Memastikan setidaknya 20 gigi tetap berfungsi optimal bagi kelompok lansia di atas 60 tahun.

Upaya menjaga jumlah gigi yang berfungsi bagi lansia sangat krusial agar kualitas hidup dan asupan nutrisi tetap terjaga dengan baik. drg Usman menambahkan bahwa edukasi mengenai kesehatan mulut masih menjadi tantangan besar di tengah masyarakat Indonesia.

Tips Sederhana Menjaga Kesehatan Mulut

Langkah paling mendasar dalam menjaga kesehatan gigi sebenarnya cukup sederhana, yaitu rutin menyikat gigi dengan teknik yang benar. Kunci utamanya adalah memastikan sikat gigi menjangkau seluruh permukaan gigi, baik pada bagian atas maupun bawah.

Waktu yang disarankan untuk menyikat gigi adalah dua kali sehari, yakni setelah sarapan pagi dan malam sebelum beranjak tidur. Jika seseorang baru saja mengonsumsi makanan yang bersifat lengket, frekuensi menyikat gigi bisa ditambah sesuai dengan kebutuhan.

Berikut adalah ringkasan panduan dasar perawatan gigi secara mandiri di rumah:

Aktivitas Perawatan Waktu yang Disarankan Tujuan Utama
Menyikat Gigi Pagi Setelah sarapan Membersihkan sisa makanan agar tidak menempel saat beraktivitas.
Menyikat Gigi Malam Sebelum tidur Mencegah aktivitas bakteri yang merusak gigi selama tidur.
Scaling Gigi 6 bulan sekali Mengangkat karang gigi yang mengeras dan memicu radang gusi.

Melalui rutinitas sederhana dan pemeriksaan berkala seperti yang dicontohkan Jokowi, risiko masalah kesehatan mulut yang serius dapat diminimalisir. Disiplin dalam menjaga kebersihan mulut akan berdampak besar pada kesehatan tubuh secara keseluruhan di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi