Jepang Uji Coba Pesawat Hipersonik Terbaru, Tokyo ke AS Cuma 2 Jam di 2026

Jepang Uji Coba Pesawat Hipersonik Terbaru, Tokyo ke AS Cuma 2 Jam di 2026
Foto: Jepang Uji Coba Pesawat Hipersonik Terbaru, Tokyo ke AS Cuma 2 Jam di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Dunia penerbangan global sedang bersiap memasuki era baru yang jauh lebih cepat. Badan Penjelajahan Antariksa Jepang (JAXA) kini tengah mengembangkan pesawat penumpang hipersonik yang memiliki kecepatan luar biasa.

Teknologi ini diklaim mampu melesat hingga dua setengah kali lebih cepat dibandingkan Concorde, pesawat supersonik legendaris yang pernah ada. Inovasi ini diprediksi akan mengubah total cara manusia bepergian antarbenua.

Keberhasilan Uji Coba Kecepatan Mach 5

Baru-baru ini, tim peneliti dari JAXA sukses melakukan simulasi penerbangan pada kecepatan Mach 5. Angka tersebut setara dengan lima kali kecepatan suara, sebuah pencapaian yang mengejutkan industri dirgantara internasional.

Mengutip laporan dari Interesting Engineering melalui Mirror, pengujian dilakukan di Pusat Antariksa Kakuda, Prefektur Miyagi. Lokasi ini merupakan fasilitas khusus milik JAXA untuk menguji mesin ramjet yang sangat canggih.

Dalam pengujian tersebut, model pesawat eksperimental harus menghadapi tekanan atmosfer yang sangat ekstrem. Hasilnya dinyatakan sukses besar karena pesawat mampu mempertahankan fungsinya meski berada di bawah suhu tinggi.

Gesekan udara pada kecepatan Mach 5 menyebabkan suhu melonjak hingga mendekati 1.000 derajat Celsius. Namun, pesawat tersebut terbukti memiliki stabilitas aerodinamis yang baik dan sistem pembakaran mesin yang tetap stabil.

Terbang Sangat Cepat di Lapisan Stratosfer

Pesawat masa depan ini memiliki spesifikasi teknis yang jauh melampaui standar penerbangan komersial saat ini. Ada beberapa faktor utama yang memungkinkan pesawat ini mencapai performa yang begitu impresif.

Berikut adalah beberapa fakta teknis mengenai performa pesawat hipersonik Jepang tersebut:

  • Pesawat mampu melesat dengan kecepatan sekitar 3.300 mph atau setara 5.310 km/jam.
  • Kecepatan tersebut mencapai enam kali lipat lebih cepat dibandingkan pesawat penumpang konvensional.
  • Ketinggian jelajah mencapai 27 kilometer di atas permukaan bumi atau berada di lapisan stratosfer.
  • Posisi terbang yang tinggi bertujuan untuk menghindari hambatan udara tebal agar efisiensi terjaga.

Sebagai perbandingan, pesawat Concorde yang telah pensiun pada 2003 hanya mampu mencapai kecepatan Mach 2. Dengan teknologi terbaru ini, perjalanan jarak jauh akan terasa jauh lebih singkat dan efisien bagi para penumpang.

Perbandingan Waktu Tempuh Perjalanan

Kehadiran pesawat hipersonik ini akan membawa dampak signifikan bagi sektor pariwisata dan bisnis global. Waktu yang biasanya dihabiskan berjam-jam di udara kini bisa dipangkas secara drastis.

Tabel berikut menunjukkan perbedaan durasi perjalanan antara pesawat biasa dengan pesawat hipersonik:

Rute Perjalanan Pesawat Komersial Biasa Pesawat Hipersonik JAXA
Tokyo ke Amerika Serikat Sekitar 12 Jam Hanya 2 Jam

Data di atas memperlihatkan betapa revolusionernya teknologi ini jika nantinya sudah mulai beroperasi secara komersial. Namun, masyarakat masih harus bersabar karena proses pengembangannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Target Operasional dan Persaingan Global

Pengembangan pesawat hipersonik memerlukan dua tahap demonstrasi besar sebelum benar-benar siap digunakan. Tahapan tersebut meliputi pengujian pesawat eksperimental diikuti oleh pengembangan unit pesawat penumpang utuh.

Profesor Hideyuki Taguchi dari Tokyo University of Science memperkirakan proyek ini baru akan selesai dalam 20 tahun ke depan. Hal ini dikarenakan kompleksitas teknologi yang jauh lebih tinggi dibandingkan pembuatan pesawat penumpang standar.

Jepang bukanlah satu-satunya negara yang berlomba dalam menciptakan transportasi udara super cepat. Amerika Serikat melalui NASA juga sedang mengembangkan pesawat eksperimental X-59 untuk mengatasi masalah dentuman sonik.

Selain NASA, perusahaan Boom Supersonic dengan jet XB-1 juga ikut bersaing dalam kompetisi ini. Fokus utama para pengembang adalah meningkatkan efisiensi bahan bakar serta meredam suara bising yang selama ini menjadi kendala pesawat supersonik.

Artikel terkait

Rekomendasi