Jembatan Labuan Bajo Ambruk Tewaskan 2 Turis, Kelalaian Pengelola Jadi Sorotan Terbaru 2026

Jembatan Labuan Bajo Ambruk Tewaskan 2 Turis, Kelalaian Pengelola Jadi Sorotan Terbaru 2026
Foto: Jembatan Labuan Bajo Ambruk Tewaskan 2 Turis, Kelalaian Pengelola Jadi Sorotan Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kawasan wisata populer Air Terjun Cunca Wulang di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah menjadi sorotan akibat insiden mematikan. Sebuah jembatan gantung kayu di lokasi tersebut ambruk dan mengakibatkan dua wisatawan mancanegara asal Austria kehilangan nyawa.

Kedua korban diidentifikasi sebagai Jurgen Perjul (55) dan Astrid Perjul (57), pasangan suami istri yang tengah berlibur. Mereka terjatuh dari ketinggian sekitar 20 meter setelah struktur kayu jembatan yang mereka lintasi mendadak patah dan runtuh total.

Kronologi Jatuhnya Wisatawan di Cunca Wulang

Peristiwa nahas ini bermula ketika kedua turis tersebut tiba di lokasi wisata sekitar pukul 09.20 WITA didampingi sopir pribadi mereka. Setelah melakukan registrasi di pos tiket, mereka melanjutkan perjalanan menuju air terjun dengan dipandu oleh seorang pemandu wisata setempat, Muhamad Muhardin.

Setibanya di jembatan gantung yang membentang di atas sungai berbatu, pasangan ini berniat mengabadikan momen melalui sebuah video pendek. Mereka meminta pemandu untuk merekam aksi mereka saat berjalan menyeberangi jembatan kayu tersebut dari arah belakang.

Nahas, saat baru berjalan sekitar 10 meter, terdengar suara kayu patah yang sangat keras hingga jembatan tersebut langsung ambruk. Akibatnya, Jurgen dan Astrid jatuh bebas ke dasar jurang yang dipenuhi bebatuan sungai besar tanpa sempat menyelamatkan diri.

Rincian informasi mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam insiden ini:

  • Korban Meninggal: Jurgen Perjul (55) dan Astrid Perjul (57), wisatawan berkebangsaan Austria.
  • Saksi Mata: Muhamad Muhardin (pemandu wisata) dan Julius Mam (sopir pribadi korban).
  • Lokasi Kejadian: Jembatan akses menuju Air Terjun Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat.
  • Waktu Kejadian: Selasa pagi, sekitar pukul 09.20 WITA di kawasan wisata setempat.

Informasi di atas merangkum identitas utama serta saksi yang berada di lokasi saat kecelakaan tragis tersebut berlangsung.

Evakuasi dan Tindakan Aparat Kepolisian

Proses evakuasi jenazah berlangsung dramatis karena Tim SAR gabungan harus melewati medan sungai yang sempit, terjal, dan licin. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah kedua korban segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menegaskan bahwa pihaknya telah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Langkah ini diambil dengan memasang garis polisi guna menjaga keaslian bukti fisik serta mempertahankan status quo di lokasi kejadian.

Kepolisian saat ini tengah menyelidiki dugaan kelalaian pengelola terkait aspek keselamatan dan perawatan infrastruktur jembatan tersebut. Tim Identifikasi Sat Reskrim Polres Manggarai Barat juga telah diterjunkan untuk memeriksa secara teknis kelayakan material kayu jembatan yang digunakan.

Langkah hukum dan koordinasi yang dilakukan oleh Polres Manggarai Barat:

Jenis Tindakan Keterangan Penanganan
Pemeriksaan SOP Pemanggilan pengelola di bawah naungan Dinas Pariwisata terkait standar keselamatan.
Uji Material Pengecekan teknis terhadap kelayakan dan kekuatan kayu jembatan gantung.
Koordinasi Luar Negeri Berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Austria untuk proses dokumen dan repatriasi.
Fasilitasi Logistik Pengamanan barang pribadi korban di penginapan sebelum dikirim ke negara asal.

Tabel ini menunjukkan keseriusan pihak berwenang dalam mengusut tuntas penyebab kecelakaan dan memfasilitasi kebutuhan para korban.

Dampak Terhadap Pariwisata Labuan Bajo

Insiden ini menjadi perhatian serius karena Air Terjun Cunca Wulang merupakan salah satu destinasi alam terpopuler yang berjarak 1,5 jam dari kota. Kerusakan infrastruktur yang mengakibatkan korban jiwa dikhawatirkan dapat mencoreng citra pariwisata daerah di mata dunia.

AKBP Christian Kadang menyatakan tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah hukum tegas jika terbukti ada unsur kelalaian pengelola. Keselamatan wisatawan tetap menjadi prioritas utama demi menjaga kepercayaan publik terhadap pariwisata di Manggarai Barat.

Artikel terkait

Rekomendasi