Upaya pencarian jenazah turis asal Italia yang mengalami kecelakaan saat menyelam di perairan Maladewa terus dilakukan dengan melibatkan bantuan internasional. Italia secara khusus telah mendatangkan sejumlah tenaga ahli dari Finlandia guna mempercepat proses evakuasi yang penuh tantangan tersebut.
Juru bicara kepresidenan Maladewa, Mohamed Hussain Shareef, mengonfirmasi bahwa tiga pakar dari DAN (Jaringan Peringatan Penyelam) Finlandia telah tiba pada Minggu, 17 Mei 2026. Para ahli yang ditugaskan oleh pemerintah Italia tersebut dijadwalkan mulai bergabung dalam operasi pencarian di lokasi pada hari Senin.
Selain bantuan dari Italia, negara-negara lain seperti Inggris dan Australia juga turut memberikan dukungan teknis untuk mencari empat warga Italia yang masih hilang. Kondisi medan yang sulit dan berbahaya di kawasan tersebut menjadi hambatan utama bagi tim penyelamat di lapangan.
Amerika Serikat juga dilaporkan telah menawarkan bantuan dalam misi pemulihan ini guna memperkuat armada yang ada. Seluruh bantuan asing dikoordinasikan secara langsung oleh organisasi DAN bersama Penjaga Pantai Maladewa yang telah mengerahkan kapal terbesarnya.
Insiden tragis ini bermula pada Kamis, 14 Mei 2026, ketika lima turis Italia dilaporkan hilang saat mengeksplorasi gua bawah laut di wilayah perairan terpencil. Satu jenazah korban telah berhasil ditemukan oleh tim penyelamat lokal pada hari yang sama di kedalaman sekitar 60 meter.
Meski identitas resmi jenazah tersebut belum dirilis secara global, media lokal Maladewa menyebutkan bahwa korban adalah Monica Montefalcone. Namun, kantor berita Italia ANSA memberikan keterangan berbeda dan menyatakan bahwa korban yang ditemukan adalah instruktur selam bernama Gianluca Benedetti.
Duka Mendalam Atas Gugurnya Penyelamat Maladewa
Operasi pencarian ini juga diwarnai kabar duka setelah salah satu anggota tim penyelamat militer Maladewa, Sersan Staf Mohamed Mahudhee, dinyatakan meninggal dunia. Penghormatan terakhir melalui upacara pemakaman militer telah dilaksanakan pada Sabtu malam, 16 Mei 2026.
Mohamed Hussain Shareef menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas tragedi yang menimpa warga Italia sekaligus kehilangan personel terbaik mereka. Ia menegaskan bahwa saat ini Maladewa dan Italia berada dalam ikatan duka yang sama akibat peristiwa memilukan tersebut.
Presiden Maladewa, Mohamed Muizzu, juga menyampaikan pernyataan resmi terkait gugurnya Sersan Staf Mohamed Mahudhee dalam menjalankan tugas mulia ini. Beliau menyebut insiden ini sebagai kabar yang sangat menyedihkan bagi dirinya dan seluruh rakyat Maladewa.
Proses pencarian sempat dihentikan untuk sementara waktu sebagai bentuk penghormatan dan evaluasi setelah kematian Mahudhee. Menurut keterangan juru bicara pemerintah, Mahudhee mengalami gejala dekompresi berat saat menyelam yang mengakibatkan nyawanya tidak tertolong.
Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, memberikan apresiasi tinggi terhadap keberanian prajurit Maladewa yang berkorban demi mencoba menolong warga negaranya. Ia menyatakan bahwa pengabdian tersebut akan selalu dihormati oleh pemerintah dan rakyat Italia.
Tajani juga menegaskan komitmen pemerintah Italia untuk terus berupaya membawa pulang seluruh jenazah korban ke tanah air mereka. Ia berharap kolaborasi antara kedua negara dapat menyelesaikan proses evakuasi ini dengan sebaik mungkin.
Data Identitas Korban dan Detail Kejadian
Daftar identitas lima warga negara Italia yang menjadi korban dalam tragedi penyelaman di Vaavu Atoll:
- Monica Montefalcone: Seorang profesor biologi laut yang berasal dari Universitas Genoa.
- Giorgia Sommacal: Putri dari Monica Montefalcone yang baru menginjak usia 20 tahun.
- Muriel Oddenino: Wisatawan yang berasal dari wilayah Turin, Italia.
- Gianluca Benedetti: Warga Padua yang bertugas sebagai instruktur selam sekaligus kapten kapal.
- Federico Gualtieri: Wisatawan yang berasal dari daerah Borgomanero.
Para korban diketahui berada di kedalaman sekitar 160 kaki di bawah permukaan laut sebelum akhirnya dilaporkan hilang secara misterius. Tim penyelamat mulai dikerahkan ke lokasi populer di dekat Pulau Alimatha segera setelah menerima laporan pada siang hari.
Berdasarkan laporan media lokal The Edition, rombongan turis ini berangkat menggunakan kapal pesiar mewah Duke of York pada Kamis pagi. Mereka berencana mengunjungi salah satu titik penyelaman paling tersohor yang ada di kepulauan Maladewa.
Penyelidikan dan Sanksi Operasional Kapal
Menindaklanjuti kecelakaan tersebut, pemerintah Maladewa mengambil langkah tegas dengan menangguhkan izin operasional kapal pesiar MV Duke of York. Penangguhan ini dilakukan sejak Sabtu, 16 Mei 2026, sebagai bagian dari prosedur investigasi yang sedang berjalan.
Fokus utama penyelidikan saat ini adalah mencari tahu alasan mengapa kelompok penyelam tersebut berada di kedalaman yang melebihi batas resmi. Sebagai informasi, batas kedalaman yang diizinkan untuk aktivitas penyelaman rekreasi di wilayah tersebut adalah 30 meter.
Informasi mengenai status dan kebijakan operasional terkait kapal pesiar MV Duke of York:
| Kategori Informasi | Detail Keterangan |
|---|---|
| Nama Kapal | MV Duke of York |
| Spesifikasi Kapal | Kapal mewah sepanjang 36 meter dengan kapasitas 25 tamu |
| Status Izin | Ditangguhkan tanpa batas waktu oleh Kementerian Pariwisata |
| Penyebab Sanksi | Investigasi pelanggaran batas kedalaman penyelaman |
Kementerian Pariwisata dan Penerbangan Sipil Maladewa menegaskan bahwa sanksi ini akan terus berlaku hingga hasil investigasi keluar secara transparan. Hal ini dilakukan demi menjamin keselamatan para wisatawan yang berkunjung ke wilayah kepulauan tersebut di masa depan.
Maladewa sendiri merupakan negara kepulauan di Samudra Hindia yang sangat bergantung pada sektor pariwisata bahari kelas atas. Kecelakaan fatal seperti ini tergolong jarang terjadi, mengingat standar keamanan yang biasanya diterapkan sangat ketat bagi para penyelam.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, beberapa insiden serupa tetap dilaporkan terjadi sehingga memicu evaluasi menyeluruh terhadap regulasi olahraga air. Pihak berwenang berharap kehadiran tim ahli internasional dapat memberikan titik terang atas penyebab pasti tragedi ini.