Bagi beberapa orang, memilih kursi pesawat mungkin dianggap tidak terlalu penting. Selama bisa duduk di dekat jendela atau lorong, perjalanan mungkin terasa sudah nyaman. Namun, seorang istri pilot yang kerap membagikan tips perjalanan di media sosial, memiliki pandangan lain. Ia berpendapat bahwa ada beberapa kursi yang sebaiknya dihindari untuk pengalaman terbang yang lebih menyenangkan.
Perempuan bernama Laurie, dikenal lewat akun TikTok travelby_laurie, mengatakan posisi kursi di pesawat dapat secara signifikan mempengaruhi kenyamanan penumpang. Menurutnya, ada area di kabin pesawat yang dapat membuat penerbangan lebih melelahkan.
"Kalau ingin perjalanan lebih nyaman, hindari duduk di barisan paling belakang pesawat," ungkap Laurie dalam salah satu videonya yang dikutip dari Mirror. Posisi tersebut kurang ideal karena kursi tidak bisa direbahkan sepenuhnya akibat berbatasan dengan dinding kabin belakang. Hal ini menyulitkan penumpang untuk beristirahat, terutama dalam penerbangan jarak jauh.
Selain itu, duduk di bagian belakang juga membuat penumpang menjadi yang terakhir keluar dari pesawat. Keadaan ini bisa menjadi masalah bagi mereka yang memiliki jadwal transit singkat.
Tantangan Transit dan Situasi Kabin
Laurie menjelaskan bahwa beberapa maskapai sering menwarkan jadwal transit yang ketat, misalnya sekitar 50 menit. Waktu tersebut bisa jadi tidak cukup untuk berpindah terminal atau menuju gerbang berikutnya. "Kalau punya connecting flight, jangan duduk di belakang pesawat," sarannya.
Di area belakang, kebisingan lebih banyak terdengar. Dekatnya dengan toilet dan dapur pesawat atau galley membuat area ini ramai. Aroma tidak sedap dari toilet juga bisa menjadi gangguan, terutama dalam penerbangan panjang.
Lihat Juga : Thailand Resmi Pangkas Aturan Bebas Visa 60 Hari untuk 93 Negara
Kursi Depan Baris Pintu Darurat
Sebagian besar kursi di depan baris pintu darurat juga disarankan untuk dihindari. Seperti kursi belakang, posisi ini tidak bisa direbahkan karena akan menghalangi jalur evakuasi darurat. Meski alasan ini penting demi keselamatan, tetap saja dapat menambah ketidaknyamanan dalam penerbangan panjang.
Layanan makanan biasanya dimulai dari depan pesawat. Penumpang di belakang mungkin mendapatkan menu yang terbatas jika stok habis lebih dulu. Namun saat penerbangan tidak penuh, kursi belakang bisa menjadi pilihan karena lebih lengang dan harganya kadang lebih murah.
Secara keseluruhan, banyak penumpang tetap menganggap tempat duduk di bagian ini sebagai lokasi kurang nyaman. Pemilihan kursi yang cermat bisa memberikan pengalaman terbang yang lebih menyenangkan, terutama bagi mereka yang menempuh perjalanan jauh atau memiliki waktu transit pendek.