Menjelajahi seluruh penjuru dunia merupakan impian banyak orang, namun pengalaman seorang pelancong muda asal Jerman menunjukkan bahwa tidak semua destinasi populer memberikan kepuasan maksimal. Luca Pferdmenges, yang telah berhasil menuntaskan misinya berkeliling dunia di usia 23 tahun, baru-baru ini membagikan daftar negara yang dianggapnya paling menyebalkan dan tidak sesuai ekspektasi.
Melalui media sosial dan wawancaranya yang dikutip dari Glasgow Live, petualang muda ini mengidentifikasi sejumlah destinasi yang menurutnya terlalu dilebih-lebihkan atau overrated oleh publik. Pferdmenges menyebutkan bahwa realitas yang ditemukan di lapangan seringkali berbanding terbalik dengan reputasi besar yang selama ini digembar-gemborkan dalam promosi pariwisata internasional.
Daftar lokasi yang dianggapnya kurang menarik mencakup Mesir, Prancis, Maladewa, Mauritius, Seychelles, hingga sebagian besar gugusan pulau kecil yang berada di wilayah Karibia. Ia berpendapat bahwa tempat-tempat tersebut cenderung sangat padat oleh turis, namun sebenarnya tidak menawarkan daya tarik yang signifikan selain pemandangan pantai yang indah semata.
Secara spesifik, Pferdmenges memberikan predikat sebagai negara paling menyebalkan bagi para wisatawan kepada Mesir karena berbagai alasan kenyamanan selama kunjungan. Selain itu, ia juga menyoroti destinasi di kawasan Karibia yang dinilainya terlalu menonjolkan popularitas tanpa memberikan nilai pengalaman yang sebanding bagi pelancong mancanegara.
Berbanding terbalik dengan tempat populer tersebut, Pferdmenges justru mengaku jauh lebih terpesona oleh negara-negara tersembunyi yang selama ini sering kali diremehkan oleh dunia internasional. Ia menyebut Bhutan dan Myanmar sebagai destinasi yang memiliki keindahan luar biasa dan sukses memberikan kesan mendalam selama perjalanan keliling dunianya.
Beralih ke Benua Biru, ia memberikan penilaian kritis terhadap Belgia yang dianggapnya memiliki suasana suram serta memberikan rasa tidak aman bagi para pengunjung. Kota-kota besar yang menjadi ikon dunia seperti Paris di Prancis, London di Inggris, serta Frankfurt di Jerman pun tak luput dari kritikannya karena dinilai memiliki risiko keamanan.
Pferdmenges bahkan menyarankan para pelancong untuk mempertimbangkan kembali rencana kunjungan mereka ke negara-negara populer seperti Prancis, Italia, dan juga Yunani. Menurut pandangannya, masih banyak negara lain di wilayah Eropa yang jauh lebih layak untuk dieksplorasi namun justru kurang mendapatkan pengakuan yang semestinya.
Ia mengungkapkan kekagumannya pada Montenegro dan Slovenia yang memiliki panorama alam memukau namun masih jarang dikunjungi oleh arus utama wisatawan global. Meski demikian, ia menekankan bahwa seluruh penilaian ini bersifat subjektif karena pengalaman perjalanan sangat bergantung pada preferensi pribadi masing-masing individu.