Inilah 5 Keunggulan Choe Hyon, Kapal Perusak Korut Si Raja Lautan Biru

Inilah 5 Keunggulan Choe Hyon, Kapal Perusak Korut Si Raja Lautan Biru
Foto: Ilustrasi Inilah 5 Keunggulan Choe Hyon, Kapal Perusak Korut Si Raja Lautan Biru.
Ukuran teks

Pemerintah Korea Utara secara resmi memperkenalkan kapal perang permukaan paling mutakhir milik mereka, yakni kapal perusak rudal berpersenjata berat bernama Choe Hyon pada Jumat, 25 April lalu. Peresmian alutsista modern tersebut dilangsungkan di Nampo yang terletak di pesisir barat negara itu, atau berjarak sekitar 50 kilometer dari pusat pemerintahan di Pyongyang.

Kapal perusak yang diberi nomor lambung 51 ini diresmikan dalam sebuah upacara megah yang dihadiri langsung oleh pemimpin tertinggi Kim Jong-un bersama putrinya, Kim Ju-ae. Nama Choe Hyon sendiri diambil dari sosok pahlawan kemerdekaan Korea (1907-1980) yang dikenal sebagai tokoh sentral dalam gerakan perjuangan melawan penjajahan Jepang.

Sosok Choe Hyon merupakan seorang jenderal sekaligus politikus senior yang menduduki posisi komando tertinggi di jajaran Angkatan Bersenjata Korea Utara. Selama masa hidupnya, ia pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan dikenal memiliki hubungan yang sangat dekat dengan pendiri negara, Kim Il Sung, yang merupakan kakek dari Kim Jong-un.

Kapal tempur baru yang fotonya sempat beredar pada Desember tahun lalu ini diproduksi di fasilitas galangan kapal Nampo yang merupakan unit manufaktur terbaru. Menjelang upacara peresmian, kapal tersebut dipindahkan ke terminal sipil di dekatnya agar dapat disandingkan dengan pameran berbagai sistem persenjataan statis lainnya.

Media resmi DPRK merilis gambar upacara di Nampo pada 25 April 2025 yang memperlihatkan kapal nomor 51 tersebut sebagai kapal perusak rudal kelas menengah namun dengan daya gempur luar biasa. Kehadiran Choe Hyon diprediksi akan menjadi kekuatan dominan di wilayah perairan biru berkat lima keunggulan utama yang dimilikinya.

Spesifikasi Bobot dan Dimensi

Berdasarkan analisis lembaga pemikir asal Amerika Serikat, CSIS, melalui tangkapan citra satelit, panjang keseluruhan dari kapal perusak Choe Hyon diperkirakan mencapai 142 meter. Dengan dimensi sepanjang itu, para ahli memperkirakan bahwa bobot tempur kapal ini berada di rentang antara 4.500 hingga 5.000 ton.

Pihak berwenang Korea Utara sendiri dalam laporan resminya melabeli armada tempur ini sebagai kapal perusak serbaguna berkapasitas 5.000 ton. Secara desain fisik, kapal ini memiliki kemiripan estetika dengan kapal fregat rudal seri FFX milik Korea Selatan, seperti tipe Daegu atau Chungnam, meski ukurannya jauh lebih masif.

Beberapa pengamat juga menilai adanya kesamaan visual antara Choe Hyon dengan kapal perusak kelas KDX II atau Chungmugong Yi Sun yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Korea Selatan. Berikut adalah detail perbandingan estimasi dimensi dan spesifikasi teknis dari kapal perusak terbaru tersebut:

Parameter Spesifikasi Detail Informasi
Nama Kapal Choe Hyon
Nomor Lambung 51
Panjang Keseluruhan 142 Meter
Estimasi Bobot 4.500 - 5.000 Ton
Kapasitas Sel VLS Total 74 Sel
Persenjataan Rudal Tambahan 8 Rudal Miring + 8 Rudal SAM CIWS

Kecanggihan Sistem Persenjataan Rudal

Salah satu keunggulan utama dari Choe Hyon terletak pada diversitas dan kepadatan persenjataan rudal berpemandu yang dibawanya dalam satu platform kapal. Kapal ini setidaknya mengintegrasikan empat hingga lima konfigurasi sistem peluncuran vertikal atau Vertical Launching System (VLS) yang berbeda untuk berbagai jenis amunisi.

Secara kumulatif, kapal perusak ini mampu membawa 74 sel rudal yang diluncurkan melalui sistem VLS, ditambah delapan peluncur rudal model miring pada bagian dek. Selain itu, terdapat sistem pertahanan jarak dekat atau CIWS bergaya Pantsir M yang dilengkapi dengan delapan unit rudal SAM jarak pendek untuk perlindungan udara.

Distribusi peluncur VLS pada kapal ini dibagi menjadi dua area utama, yakni 44 sel terletak di bagian haluan dan 30 sel sisanya berada di area buritan. Pada bagian haluan, tersedia 32 sel berukuran kecil yang diprediksi berfungsi sebagai peluncur rudal pertahanan udara (SAM) jarak pendek hingga menengah.

Masih di area depan anjungan, terdapat dua belas sel dengan ukuran sedang yang kemungkinan besar dialokasikan untuk penempatan rudal anti-kapal maupun rudal jelajah. Seluruh sistem VLS ini nampaknya mengadopsi teknologi peluncuran dingin (cold launch) dengan desain instalasi miring guna memastikan keamanan jika terjadi kegagalan mesin saat peluncuran.

Konfigurasi persenjataan di bagian belakang atau buritan kapal menunjukkan variasi muatan yang jauh lebih beragam dibandingkan bagian depan. Terdapat delapan sel berukuran sedang yang fungsinya kemungkinan setara dengan 12 sel di bagian depan, serta dua belas sel kecil lainnya untuk pertahanan udara tambahan.

Para pengamat menyoroti adanya perbedaan desain palka pada sel SAM di buritan dibandingkan dengan yang ada di haluan, yang mengindikasikan penggunaan dua jenis rudal pertahanan udara berbeda. Terakhir, terdapat sepuluh sel berukuran sangat besar di depan landasan helikopter yang kemungkinan menjadi tempat bagi rudal balistik dari keluarga Hwasong 11.

Artikel terkait

Rekomendasi