Indonesia Masuk Fase Aging Population, BKKBN Soroti Bahaya Lansia Kesepian: Terbaru!

Indonesia Masuk Fase Aging Population, BKKBN Soroti Bahaya Lansia Kesepian: Terbaru!
Foto: Indonesia Masuk Fase Aging Population, BKKBN Soroti Bahaya Lansia Kesepian: Terbaru!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
```html

Indonesia sekarang memasuki fase populasi menua atau aging population. Persentase penduduk lanjut usia (lansia) di negara ini telah melampaui angka 10 persen, menunjuk pada fakta populasi menua.

“Populasi lansia kita sudah melebihi 11 persen. Dengan angka tersebut, Indonesia resmi masuk kategori aging population dan diperkirakan pada tahun 2045 persentasenya akan mencapai 30 persen,” jelas Sekretaris Utama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN), Profesor Budi Setiyono.

Menurut data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk lansia di Indonesia telah mencapai 11,97 persen. Ini berarti sekitar 12 dari setiap 100 penduduk Indonesia berusia lebih dari 60 tahun.

Budi menambahkan bahwa populasi menua tidak hanya berdampak pada penurunan produktivitas kelompok lansia. Namun, juga akan memengaruhi daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Contohnya terlihat pada negara-negara maju seperti Jepang yang menghadapi masalah tenaga kerja akibat tingginya jumlah lansia.

“Kita melihat di video, di Jepang banyak pabrik tidak beroperasi. Desa sepi dan mereka malah harus mengimpor pekerja dari negara lain,” tambah Budi. Ia menekankan pentingnya persiapan menghadapi fenomena aging population ini.

Saat ini, Kemendukbangga/BKKBN melaksanakan beragam program untuk menjaga kualitas hidup lansia agar tetap sehat dan aktif. Langkah ini diambil agar lansia tidak merasa kesepian atau terisolasi.

“Sekarang anggaran kami belum mencukupi. Jadi kami hanya bisa mempertahankan agar lansia tetap aktif dan terhubung dengan rekan-rekan mereka,” jelasnya lagi. Ini juga untuk menghindari fenomena lansia yang tinggal sendiri tanpa pendamping seperti di Jepang.

Budi percaya bahwa Indonesia masih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri. Fokus ini dilakukan sebelum persentase penduduk lanjut usia di negara ini meningkat lebih besar dalam dua dekade ke depan.

```

Artikel terkait

Rekomendasi